Hansi Flick Bongkar Rahasia di Balik Tumbangnya Barcelona: Fisik Jadi Biang Kerok El Clasico

Foto: Istimewa

Hansi Flick Bongkar Rahasia di Balik Tumbangnya Barcelona: Fisik Jadi Biang Kerok El Clasico

Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Pelatih Barcelona, Hansi Flick, akhirnya angkat bicara soal penyebab kekalahan timnya dari Real Madrid dalam laga El Clasico pekan ke-10 La Liga 2026/2027. Dalam pertandingan yang digelar di Spotify Camp Nou pada Senin (26/10/2026) dini hari WIB, Blaugrana harus menyerah dengan skor 1-2. Hansi Flick menyoroti kondisi kebugaran para pemainnya sebagai salah satu faktor utama yang membuat Barcelona kehilangan poin di hadapan pendukung sendiri.

Laga berjalan dengan tensi tinggi sejak awal. Real Madrid membuka keunggulan melalui Kylian Mbappe pada menit ke-41 setelah memanfaatkan kesalahan Gerard Martin. Barcelona sempat membangkitkan asa ketika Raphinha mencetak gol penyeimbang pada menit ke-61. Namun, harapan tuan rumah sirna setelah Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-87, memanfaatkan aksi apik Eduardo Camavinga dalam serangan balik. Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan tim tamu dan menjadi pukulan telak bagi Barcelona.

Kekalahan ini menjadi hasil negatif pertama Barcelona di La Liga musim ini setelah sembilan pertandingan sebelumnya dilalui tanpa kekalahan. Lebih menyakitkan lagi, ini merupakan kekalahan kedua dalam satu pekan setelah sebelumnya tumbang 2-4 dari PSG. Hansi Flick pun tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi skuadnya.

“Saya tidak puas. Hari ini terlihat jelas bahwa kondisi kami tidak 100 persen bugar. Kami bermain baik di babak kedua, dan Madrid hanya punya dua peluang untuk mencetak gol kedua,” ujar Hansi Flick dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa timnya tidak tampil pada level terbaik saat menghadapi rival abadi mereka. Menurutnya, tingkat kebugaran menjadi persoalan yang harus segera dibenahi.

“Ini adalah kekalahan pertama kami dalam sepuluh pertandingan liga. Kami tidak bermain dalam performa terbaik, dan itu berkaitan dengan tingkat kebugaran,” tegasnya.

Selain persoalan fisik secara umum, Hansi Flick juga mengungkap alasan di balik keputusan mengganti Raphinha pada menit-menit akhir pertandingan. Penyerang asal Brasil itu sejatinya direncanakan bermain lebih ke belakang sebagai nomor 10 untuk mengejar kemenangan di pengujung laga. Namun, rencana taktis tersebut berubah setelah Raphinha menyampaikan langsung kepada staf pelatih bahwa ia mengalami kesulitan secara fisik.

“Kami ingin memainkan Raphinha sebagai nomor 10 pada menit-menit terakhir, tetapi dia meminta kami menariknya keluar,” jelas Hansi Flick. “Dia sudah tidak bisa bermain lagi.”

Raphinha diketahui mengalami masalah cedera selama jeda internasional sebelumnya sehingga tidak memiliki energi yang dibutuhkan untuk menuntaskan pertandingan yang sangat menguras tenaga. Meski tampil impresif di kompetisi domestik dengan torehan 13 gol dalam sembilan penampilan, kondisi fisiknya pada laga tersebut tidak memungkinkan untuk terus berada di lapangan. Ironisnya, gol kemenangan Madrid tercipta hanya satu menit setelah Raphinha ditarik keluar.

Meski kecewa, Hansi Flick memilih untuk tidak melimpahkan tekanan berlebih kepada para pemainnya. Ia bahkan memberikan dua hari libur setelah El Clasico, lebih banyak dari kebiasaan biasanya yang hanya satu hari, untuk membantu para pemain memulihkan kondisi dan menjauhkan diri sejenak dari tekanan. Keputusan ini diambil mengingat jadwal berikutnya Barcelona baru akan menghadapi Alaves pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Ia juga mengakui bahwa Real Madrid menunjukkan perkembangan dibandingkan pertemuan sebelumnya dengan Barcelona. Menurut Flick, timnya kekurangan energi dan terlalu mudah kalah dalam duel-duel penting. Meski demikian, ia meminta para pemain menerima kenyataan di lapangan dan segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya.

“Kami menghadapi lawan yang tampil lebih baik dibandingkan dalam El Clasico sebelumnya. Kami tidak berada dalam kondisi segar, jadi kami harus memulihkan diri, berkonsentrasi, dan memberikan respons,” kata Hansi Flick.

“Situasi ini tidak mudah, tetapi kami harus menerimanya. Barcelona harus terus melangkah. Ini bukan hasil yang baik bagi kami, tetapi kami harus menerimanya. Kekalahan ini juga merupakan bagian dari sepak bola,” lanjutnya.

Barcelona kini memiliki waktu sekitar satu pekan untuk memulihkan kondisi pemain sebelum menghadapi Alaves pada pekan ke-11 Liga Spanyol. Staf medis diminta memantau dengan cermat proses pemulihan, terutama bagi Raphinha yang baru pulih dari cedera.

Dengan modal kebugaran yang kembali prima, Hansi Flick berharap Barcelona dapat kembali menunjukkan performa optimal seperti pada awal musim. Kekalahan dari Real Madrid menjadi bahan evaluasi penting bagi tim untuk memperbaiki diri, baik dari segi fisik maupun mental, sebelum melanjutkan perjalanan panjang di kompetisi domestik maupun Eropa.

Sebagai kesimpulan, kekalahan Barcelona dari Real Madrid tidak lepas dari persoalan kebugaran yang diakui langsung oleh Hansi Flick. Sang pelatih memilih merangkul para pemainnya, memberikan waktu pemulihan ekstra, dan menegaskan bahwa respons positif menjadi kunci kebangkitan Blaugrana pada pertandingan-pertandingan mendatang.