Rodri di Persimpangan: Dilema Flick di Lini Belakang Barcelona Jelang Duel Kontra PSG

Foto: Istimewa

Rodri di Persimpangan: Dilema Flick di Lini Belakang Barcelona Jelang Duel Kontra PSG

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Nama Rodri kembali menjadi sorotan menjelang laga krusial Barcelona melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions. Pelatih Hansi Flick tengah menghadapi dilema taktis yang rumit, lantaran absennya sejumlah pemain bertahan inti memaksa sang juru taktik mempertimbangkan opsi darurat di lini belakang, termasuk memindahkan Rodri ke jantung pertahanan.

Laporan dari Spanyol menyebutkan bahwa Barcelona kehilangan Eric Garcia, Jules Kounde, dan Andreas Christensen dalam satu waktu. Situasi ini kian diperparah dengan kondisi Gerard Martin yang sempat mengalami pembengkakan pada tumitnya akibat pukulan keras saat melawan Real Betis, meski ia tetap ikut dalam rombongan ke Paris.

Opsi Darurat di Lini Pertahanan

Di tengah keterbatasan itu, muncul satu solusi yang pernah Flick coba pada menit-menit akhir pertandingan melawan Real Betis, yakni menurunkan Rodri sebagai bek tengah. Namun, keputusan tersebut bukan tanpa risiko. Rodri telah menjadi elemen inti dalam sistem permainan Barcelona musim ini, berperan sebagai pengatur sirkulasi bola, pengendali tempo, dan sosok yang mampu mengatasi tekanan lawan.

Data menunjukkan betapa pentingnya peran Rodri di lini tengah. Dalam laga melawan Getafe, ia menuntaskan 119 umpan dari 124 percobaan, dengan tingkat keberhasilan mencapai 96 persen selama 71 menit bermain. Angka-angka tersebut menjadi alasan utama keraguan Flick sebelum mengubah posisi sang pemain.

Jika Gerard Martin mampu tampil berdampingan dengan Pau Cubarsi di jantung pertahanan, Flick bisa mempertahankan Rodri di lini tengah. Namun, apabila kondisi sang pemain belum sepenuhnya pulih, pelatih asal Jerman itu harus mempertimbangkan opsi memanfaatkan Rodri untuk mengisi posisi yang sempat ia mainkan secara sementara dalam beberapa pertandingan.

Kabar Baik dari Kembalinya Raphinha

Meski lini belakang menjadi masalah utama, Barcelona mendapat angin segar dari kembalinya Raphinha. Penyerang asal Brasil itu dipastikan menjadi salah satu andalan Flick di lini depan, berduet dengan Lamine Yamal. Di lini tengah, Rodri dan Pedri diprediksi menjadi pilihan utama, dengan persaingan antara Fermin Lopez dan Dani Olmo untuk melengkapi sektor tersebut.

Untuk posisi bek sayap, Joao Cancelo dan Xavi Espart kemungkinan besar akan mengisi sisi kanan dan kiri, sementara Joan Garcia tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang. Fleksibilitas skuad ini memberi Flick cukup opsi untuk meracik strategi menghadapi PSG.

Perjalanan Karier dan Pendidikan Rodri

Di luar lapangan, sosok Rodri dikenal sebagai pribadi yang disiplin, terutama dalam hal pendidikan. Ia menyelesaikan gelar Administrasi dan Direksi Bisnis di Universitas Jaume I Castellon, meski harus menempuh enam tahun untuk merampungkannya. Keluarganya menekankan pentingnya pendidikan sebagai syarat agar ia bisa mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional.

Rodri bahkan sempat tinggal di asrama mahasiswa pada tahun pertama kuliahnya, menjalani rutinitas yang berbeda dari rekan-rekan setimnya. Ia mengaku sempat lupa jadwal pertandingan karena terlalu fokus belajar, sebuah pengalaman yang ia kenang sebagai pelajaran berharga dalam mengatur waktu.

Prestasi Rodri juga diakui di pentas individu. Namanya masuk dalam daftar nominasi Ballon d’Or 2026 kategori pemain terbaik, bersaing dengan nama-nama besar seperti Lionel Messi, Harry Kane, Lamine Yamal, dan Kylian Mbappe. Pencapaian ini menegaskan statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia.

Bayang-Bayang “Baby Rodri” di Brighton

Menariknya, julukan “Baby Rodri” kini melekat pada Chema Andres, gelandang muda jebolan akademi Real Madrid yang bersinar bersama Brighton di Premier League. Gaya bermainnya yang mirip dengan Rodri membuat media Inggris menjulukinya demikian. Hal ini menjadi ironi tersendiri bagi Madrid yang melepasnya tanpa sempat memberinya kesempatan di tim utama.

Bagi Barcelona, fokus utama tetap pada pertandingan melawan PSG. Keputusan Flick mengenai posisi Rodri akan menjadi kunci. Memindahkannya ke lini belakang bisa menyelesaikan masalah mendesak, tetapi berisiko menghilangkan pengaruh terbesarnya di area tengah lapangan.

Pada akhirnya, duel di Paris akan menjadi ujian bagi ketajaman Flick dalam membaca situasi. Rodri adalah aset berharga yang harus ditempatkan pada posisi paling optimal. Jika Gerard Martin siap tampil, Rodri dapat tetap menjadi dirigen permainan di lini tengah. Namun jika tidak, fleksibilitas Rodri akan kembali diuji sebagai penyeimbang di lini pertahanan. Apa pun keputusannya, kualitas Rodri akan tetap menjadi faktor penentu bagi ambisi Barcelona di kompetisi paling bergengsi Eropa ini.