Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Bek kanan timnas Maroko sekaligus bintang Paris Saint-Germain, achraf hakimi, menutup perjalanan Ballon d’Or 2026 dengan menempati posisi ke-13 dalam daftar 30 nomine terbaik dunia. Pengumuman tersebut disampaikan France Football pada Senin (26/10/2026) dalam rangkaian menuju upacara puncak Ballon d’Or ke-70 yang digelar di London, Inggris. Posisi ini menjadi penanda bahwa achraf hakimi tetap diperhitungkan sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di sepak bola Eropa, meski harus rela turun tujuh peringkat dari capaian terbaiknya di posisi keenam pada edisi 2025.
Musim 2025–2026 menjadi periode yang sangat produktif bagi pemain berusia 27 tahun tersebut. Bersama Paris Saint-Germain, ia turut mengantar klub meraih lima trofi bergengsi: Liga Champions, Piala Super UEFA, Piala Interkontinental FIFA, gelar Ligue 1, serta Trophée des Champions. Catatan pribadinya pun impresif, dengan torehan empat gol dan 17 assist dalam 49 pertandingan di semua kompetisi sepanjang periode penilaian Ballon d’Or.
Kontribusi Besar di Level Klub dan Timnas
Di level klub, achraf hakimi menjelma sebagai motor serangan dari lini belakang. Kemampuannya menekan ke depan, melakukan sprint panjang, dan menciptakan peluang di sepertiga akhir lapangan menjadikannya profil yang langka di Eropa. Meski sempat absen dalam 22 pertandingan karena cedera, ia tetap menjadi pilar utama dalam keberhasilan PSG mempertahankan gelar juara Eropa setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti di Budapest.
Bersama timnas Maroko, kapten Atlas Lions itu juga tampil menonjol di Piala Dunia 2026. Ia membawa negaranya melangkah hingga perempat final sebelum tumbang 0–2 dari Prancis. Pada turnamen tersebut, achraf hakimi mencatatkan penampilan internasional ke-100 sejak debutnya pada 2016, sebuah pencapaian yang menegaskan konsistensinya di level tertinggi.
Peringkat Terbaik Kedua untuk Seorang Bek
Meski finis di luar sepuluh besar, posisi ke-13 sesungguhnya tetap istimewa. achraf hakimi menjadi bek terbaik kedua dalam pemungutan suara Ballon d’Or 2026, hanya berada di bawah Pau Cubarsi dari Barcelona yang menempati posisi ke-12. Ia bahkan unggul atas sejumlah nama beken di posisinya, seperti Marc Cucurella (18), Gabriel (21), rekan setimnya Willian Pacho (20), Nuno Mendes (23), Marquinhos (25), Dayot Upamecano (26), dan William Saliba (29).
| Posisi | Pemain | Klub / Negara |
|---|---|---|
| 11 | Jude Bellingham | Real Madrid / Inggris |
| 12 | Pau Cubarsi | Barcelona / Spanyol |
| 13 | Achraf Hakimi | PSG / Maroko |
| 14 | Vitinha | PSG / Portugal |
| 15 | Declan Rice | Arsenal / Inggris |
Dengan hasil ini, achraf hakimi tercatat sebagai pemain Afrika dengan peringkat tertinggi pada edisi kali ini, jauh meninggalkan Sadio Mané yang berada di posisi ke-29. Ia juga menjadi pemain PSG terbaik keempat setelah Ousmane Dembélé, Khvicha Kvaratskhelia, dan Fabián Ruiz yang masuk sepuluh besar.
PSG Dominasi Ballon d’Or 2026
Pencapaian Hakimi tak lepas dari musim luar biasa Paris Saint-Germain. Klub asal ibu kota Prancis itu dinobatkan sebagai Klub Putra Terbaik Musim Ini untuk kedua kalinya secara beruntun, dengan sepuluh pemain masuk dalam 30 nomine Ballon d’Or—sebuah rekor jumlah terbanyak untuk satu klub. Trofi klub diserahkan langsung oleh para legenda Arsenal ‘Invincibles’, termasuk Thierry Henry, Patrick Vieira, Robert Pirès, dan Sol Campbell.
Ambisi Hakimi untuk menembus sepuluh besar sejatinya beralasan. Selain lima trofi bersama PSG, ia juga berpeluang menambah gelar Piala Afrika bersama Maroko, meski statusnya masih menunggu keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Faktor ketidakpastian tersebut dinilai turut memengaruhi posisinya dalam pemungutan suara.
Kini, perhatian achraf hakimi beralih ke ajang Ballon d’Or Afrika yang akan digelar pada 7 Desember 2026 mendatang. Dengan status sebagai bek Afrika dengan peringkat tertinggi di Ballon d’Or global, peluangnya mempertahankan gelar individu bergengsi di benua Afrika masih sangat terbuka lebar.

