Gary Neville Serukan Glazer Angkat Kaki dari Manchester United: 'Sudah Cukup, Jual Sekarang Juga!'
Kalimantan Update – 30 Oktober 2026 | Legenda Manchester United, Gary Neville, kembali melontarkan kritik pedas terhadap kepemilikan keluarga Glazer. Dalam podcast ‘Stick to Football’ yang diproduksi The Overlap, mantan kapten Setan Merah itu menuntut agar keluarga asal Amerika Serikat tersebut segera menjual seluruh saham mereka dan meninggalkan Old Trafford. Seruan Gary Neville ini muncul di tengah krisis performa tim yang sedang mengalami awal musim terburuk di Premier League dan telah menelan dua kekalahan dari tiga laga pertama Liga Champions.
“Mereka harus menjual sekarang, waktunya sudah tiba. Mereka telah mensubkontrakkan departemen sepak bola kepada Ineos; tiga tahun mereka kesulitan dan tampaknya tahun ini juga akan sulit,” tegas Neville dalam podcast tersebut. Ia menambahkan bahwa klub telah lama gagal di sisi olahraga dan para pemilik tidak pernah mengambil tanggung jawab.
Kritik Tajam untuk Keluarga Glazer
Neville menyoroti bahwa keluarga Glazer lebih sering berada di Tampa, Amerika Serikat, untuk mengurus tim NFL Tampa Bay Buccaneers. “Mereka sangat populer di sana, menghadiri setiap pertandingan NFL, tetapi hampir tidak pernah menginjak Old Trafford selama 20 tahun,” ujarnya. Menurut Neville, kondisi keuangan klub juga memprihatinkan dengan utang mencapai 1,2 miliar poundsterling (sekitar Rp24 triliun). “Klub ini berutang, Anda tidak menghabiskan sepeser pun untuk stadion, dan sekarang mencoba meminjam 2 miliar poundsterling untuk stadion tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya,” lanjut Gary Neville.
Ia juga menyoroti pengeluaran klub untuk pemain yang mencapai 1,4 miliar poundsterling dalam 15 tahun terakhir, tertinggi kedua setelah Manchester City, namun sebagian besar merupakan utang. “Ada kegagalan 13 atau 14 tahun di sisi sepak bola. Anda mendelegasikan tanggung jawab kepada orang lain, itu tidak masuk akal, dan tidak mengambil tanggung jawab. Sekarang mereka berada di titik di mana mereka harus menjual. Sudah cukup, mereka harus menjual seluruh klub. Penggemar sudah muak, mereka harus pergi sekarang,” tegasnya.
Sejarah Kontroversial Akuisisi 2005
Keluarga Glazer mengambil alih Manchester United pada 2005 melalui akuisisi kontroversial senilai 790 juta poundsterling yang membuat klub menanggung utang besar. Sebelumnya, Malcolm Glazer membeli 28,7 persen saham dari pengusaha Irlandia John Magnier dan JP McManus seharga sekitar 227 juta poundsterling. Akuisisi ini menuai protes dari penggemar hingga hari ini. Pada 2024, Glazer menjual sebagian kecil saham kepada grup INEOS milik Jim Ratcliffe, tetapi tetap menjadi pemegang saham mayoritas.
Di tengah tekanan, pelatih Michael Carrick berada di bawah sorotan menjelang laga tandang ke markas Chelsea, Sabtu (31/10/2026). Kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford semakin memanaskan kursi pelatih, meski Carrick tetap dipertahankan untuk sementara. Nama Eddie Howe dan Julian Nagelsmann disebut-sebut sebagai kandidat pengganti.
Respons Roy Keane dan Spekulasi Penjualan
Dalam podcast yang sama, mantan gelandang United Roy Keane mempertanyakan bagaimana Glazer bisa terlibat di klub. Namun Neville tampak enggan membahasnya. Keane juga meragukan bahwa ketidakpuasan penggemar akan mempengaruhi keputusan bisnis Glazer. “Mereka adalah orang bisnis, Gary. Siapa yang memiliki Valencia? Kapan terakhir kali dia ke Valencia? Mereka mempertahankan hal-hal ini karena mereka orang bisnis,” ujar Keane.
Spekulasi mengenai penjualan klub semakin menguat. Laporan menyebutkan bahwa keputusan penjualan mungkin diambil setelah stadion baru selesai dibangun atau jika Manchester City dikeluarkan dari Premier League. Glazer dikabarkan mulai frustrasi dengan pengambilan keputusan INEOS di dalam dan luar lapangan. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari keluarga Glazer terkait desakan Neville.
Desakan Gary Neville ini bukan yang pertama. Selama bertahun-tahun ia vokal mengkritik kepemilikan Glazer yang dianggapnya merusak identitas klub. Para penggemar United pun semakin tidak sabar menantikan perubahan kepemilikan yang bisa mengembalikan kejayaan klub.
Dengan tekanan yang terus meningkat dari legenda klub, penggemar, dan hasil buruk di lapangan, masa depan Glazer di Manchester United semakin tidak pasti. Seruan Gary Neville untuk segera menjual klub menjadi pukulan telak bagi kepemimpinan yang sudah berlangsung dua dekade. Kini bola berada di tangan Glazer: bertahan dan terus menuai kritik, atau pergi dan membiarkan Manchester United mencari arah baru.
