Comeback Dramatis di BMO Field: Toronto FC Kalahkan DC United 2-1, Kubur Mimpi Playoff Sang Tamu
Kalimantan Update – 30 Oktober 2026 | Drama toronto fc vs dc united di BMO Field, Toronto, pada Rabu malam waktu setempat berakhir manis bagi tuan rumah. Toronto FC bangkit dari ketertinggalan untuk menang 2-1 atas D.C. United, sekaligus memupus harapan tamu mereka untuk tampil di babak playoff Major League Soccer (MLS) musim ini.
Kemenangan ini sangat krusial bagi Toronto yang memasuki pertandingan dalam posisi terjepit. Laga toronto fc vs dc united menjadi pertandingan kandang terakhir TFC di musim reguler, dan mereka datang dengan jarak tiga poin dari zona wild card Wilayah Timur. Kekalahan akan membuat peluang mereka menipis, sementara kemenangan menjaga asa tetap hidup.
Jalannya Pertandingan
Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, Toronto tampil ragu di awal laga. Lini belakang mereka terlihat statis ketika D.C. United menguasai bola di area penalti. Pada menit ke-29, Andre Dozzell mencetak gol pertamanya untuk D.C. United setelah menerima umpan pendek dari Silvan Hefti. Sepakan rendah Dozzell melewati kiper Luka Gavran dan masuk ke sudut jauh gawang.
Tertinggal satu gol, Toronto baru menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di akhir babak pertama. Peluang terbaik datang melalui kapten Jonathan Osorio yang menyambut bola hasil sepak pojok, namun sepakan kaki kirinya masih melebar dari kotak enam meter.
Babak kedua berjalan berbeda. Toronto akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-63 melalui sundulan Josh Sargent yang membentur punggung Osorio sebelum melewati kiper Sean Johnson. Gol ini sempat dianulir karena offside, tetapi tinjauan video (VAR) memastikan gol sah. Bagi Osorio, momen tersebut mencatatkan sejarah tersendiri: ia menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam 14 musim berturut-turut bersama satu klub yang sama di MLS.
Kemenangan Toronto akhirnya terwujud pada menit ke-86. Sepakan Theo Corbeanu membentur tiang gawang dan bola memantul tepat ke arah Sargent, yang dengan tenang menyelesaikannya menjadi gol kemenangan, sekaligus gol kesembilannya musim ini. Ini menjadi kali kesembilan Toronto mencetak gol penyama atau gol kemenangan di sepuluh menit terakhir pertandingan sepanjang musim.
Dampak pada Klasemen
Hasil toronto fc vs dc united ini membuat Toronto mengoleksi rekor 9-11-12 dan tetap berada di peringkat ke-11 Wilayah Timur, dua posisi dan dua poin di bawah garis playoff dengan dua pertandingan tersisa. Sementara itu, D.C. United (7-13-12) resmi tersingkir dari persaingan playoff.
Bagi D.C. United, ini menjadi musim ketujuh berturut-turut tanpa tampil di playoff, sebuah catatan memalukan di liga yang setiap tahun mengizinkan setidaknya 50 persen timnya lolos ke babak gugur. Klub asal ibu kota Amerika Serikat itu terus berganti pelatih dan staf, dengan upaya terbaru menunjuk René Weiler, pelatih asal Swiss yang telah menangani 10 klub dalam 20 tahun kariernya. Keputusan menunjuk Dr Erkut Sogut, seorang pengacara sekaligus agen pemain yang belum pernah bekerja di manajemen klub, sebagai kepala departemen olahraga juga menuai tanda tanya besar.
Ironisnya, di tengah performa buruk tersebut, D.C. United justru meminta dana ratusan juta dolar kepada pemerintah kota untuk merenovasi Audi Field, stadion mereka yang baru berusia delapan tahun. Kritik pun mengalir dari para pengamat yang menilai klub seharusnya lebih fokus membangun tim yang kompetitif.
Kata Kunci Pertarungan
Dalam konteks persaingan papan bawah MLS, laga toronto fc vs dc united menjadi cermin dua tim yang tengah berjuang dengan caranya masing-masing. Toronto masih memiliki peluang matematis untuk lolos, sedangkan D.C. United harus menerima kenyataan pahit. Kemenangan ini juga menjadi modal moral bagi TFC sebelum melakoni laga tandang melawan Atlanta United pada Minggu mendatang, dan menutup musim reguler melawan Philadelphia Union pada 7 November.
D.C. United sendiri akan berusaha bangkit saat bertandang ke markas Columbus Crew pada akhir pekan. Namun, bagi para pendukung setia, hasil toronto fc vs dc united ini kembali menegaskan bahwa klub mereka membutuhkan pembenahan menyeluruh, bukan sekadar janji manis dari manajemen.
Pertandingan toronto fc vs dc united malam itu menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, semangat juang hingga menit akhir kerap menjadi pembeda antara tim yang masih memiliki harapan dan tim yang sudah kehilangan arah. Toronto membuktikan hal itu, sementara D.C. United harus menutup musim dengan kekecewaan yang kesekian kalinya.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: The Canadian Press, Associated Press, Waking the Red
