Wembanyama Meledak 36 Poin, Spurs Kalahkan Jazz di Drama Overtime jazz vs spurs
Kalimantan Update – 30 Oktober 2026 | Laga jazz vs spurs di Delta Center, Salt Lake City, berakhir dramatis ketika San Antonio Spurs menaklukkan Utah Jazz 117-111 lewat perpanjangan waktu, Rabu malam waktu setempat. Victor Wembanyama menjadi bintang utama dengan torehan 36 poin dan 14 rebound, memastikan Spurs meraih kemenangan ketiga beruntun mereka musim ini. Pertandingan jazz vs spurs ini sendiri tersaji dalam atmosfer yang tidak seimbang, mengingat tuan rumah tampil tanpa sejumlah pilar pentingnya.
![]()
Jalannya Pertandingan
Utah Jazz sebenarnya memulai laga dengan cukup agresif. Tim asuhan Will Hardy itu sempat memimpin hingga 11 angka sebelum Spurs menemukan ritme permainannya. Devin Vassell menjadi penopang Wembanyama dengan mencetak 17 dari total 21 poinnya pada paruh kedua, memberikan opsi serangan kedua yang sempat hilang di awal pertandingan.
Di kubu Jazz, Keyonte George tampil luar biasa dengan menorehkan 31 poin, tertinggi baginya musim ini. Namun, ia terlihat kehabisan tenaga di akhir waktu regulasi dan perpanjangan waktu karena harus memikul beban ofensif tim seorang diri. Ace Bailey menambahkan 19 poin, sementara rookie Darryn Peterson menyumbang 18 poin dalam 26 menit bermain.
Drama sesungguhnya terjadi di penghujung kuarter keempat. Saat tertinggal 105-100, Brice Sensabaugh dan Keyonte George mencetak poin beruntun untuk memaksa laga jazz vs spurs berlanjut ke overtime. Spurs sendiri gagal pada empat percobaan tembakan terakhir mereka di waktu regulasi, termasuk jumper De’Aaron Fox yang gagal di detik terakhir.
Spurs Dominan di Overtime
Memasuki perpanjangan waktu, Sensabaugh membuka dengan tembakan tiga angka untuk Jazz. Namun Spurs langsung merespons dengan rentetan 12-0 yang mengunci kemenangan. Pertahanan agresif San Antonio membuat setiap serangan Jazz kacau balau, memaksa tembakan terburu-buru menjelang habisnya waktu tembakan. Spurs menciptakan empat turnover dan hanya membiarkan Jazz mencetak 2 dari 7 tembakan di overtime.
Keputusan kontroversial Will Hardy menarik Darryn Peterson sejak sisa 2:05 di kuarter keempat menjadi sorotan. Pelatih kepala Jazz itu beralasan bahwa momen tersebut membutuhkan eksekusi permainan yang lebih matang. “Darryn berkembang pesat, tetapi pada momen itu saya rasa lebih baik memainkan Brice,” ujarnya. Keputusan itu terbukti dengan sumbangan 6 poin Sensabaugh di overtime, meski tetap menuai kritik dari para penggemar yang hadir di Delta Center.
Faktor Cedera dan Kondisi Tim
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Jazz menjadi 1-4 di awal musim. Tuan rumah tampil tanpa tiga pemain besar mereka: Jaren Jackson yang mengalami robekan MCL di lutut kanan, Lauri Markkanen dengan cedera pergelangan tangan kanan, serta Jusuf Nurkic yang belum bermain musim ini karena cedera kaki.
Di sisi lain, Spurs hanya kehilangan Tobias Harris akibat cedera betis, tetapi secara keseluruhan memiliki prospek kesehatan terbaik di antara para pesaing Wilayah Barat. Kemenangan ini membawa Spurs ke rekor 3-2 dan menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan.
Pelajaran dari Laga jazz vs spurs
Bagi Jazz, kekalahan ini bukan sekadar catatan hitam. Roster muda mereka mampu memaksa juara bertahan Spurs bermain hingga overtime meski tanpa dua pemain terbaiknya. Beberapa pemain menunjukkan perkembangan positif yang bisa menjadi modal berharga di sepanjang musim. Sementara itu, bagi Spurs, laga jazz vs spurs ini membuktikan kedalaman skuad dan ketangguhan mental mereka ketika berada di bawah tekanan.
Duel jazz vs spurs kali ini menjadi pengingat bahwa di NBA, keunggulan angka tidak pernah cukup aman hingga peluit akhir berbunyi. Dengan performa Wembanyama yang semakin matang dan pertahanan agresif yang ditampilkan di overtime, Spurs memperlihatkan bahwa mereka masih layak disebut sebagai kandidat kuat di kompetisi musim ini.
