USD Hari Ini Memanas: Quad Gelontorkan Rp1,3 Triliun untuk AI, Argentina Borong Dolar, dan Ancaman Peretasan Rp100 Triliun Guncang Pasar Global
Kalimantan Update – 01 November 2026 | Pergerakan nilai tukar dan aliran dana dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD) hari ini kembali menjadi sorotan pasar global. Di tengah dinamika geopolitik dan teknologi yang memanas, sejumlah peristiwa besar mewarnai pergerakan USD hari ini, mulai dari komitmen pendanaan raksasa negara-negara Quad untuk kecerdasan buatan (AI), aksi borong dolar oleh bank sentral Argentina, hingga skandal peretasan kripto yang mengguncang kepercayaan investor. Bank sentral Argentina (BCRA) mencatat rekor pembelian USD hari ini dengan total 1,395 miliar dolar AS sepanjang Oktober 2026, angka tertinggi sejak Juli lalu. Langkah ini memperkuat cadangan devisa negara tersebut di tengah volatilitas nilai tukar yang dipicu oleh pemilu di Brasil.
Menurut data resmi yang dirilis BCRA, cadangan bruto bank sentral berakhir di angka 48,562 miliar dolar AS pada 30 Oktober, naik 2,472 miliar dolar AS dari bulan sebelumnya. Sepanjang tahun ini, akumulasi pembelian valas telah mencapai 7,397 miliar dolar AS. Gubernur BCRA, Santiago Bausili, disebut tengah berupaya keras menjaga stabilitas moneter di tengah tekanan eksternal. Bahkan, pada Jumat lalu, bank sentral kembali menyerap 96 juta dolar AS dari pasar valas domestik. Nilai tukar peso Argentina pun melemah, dengan dolar grosir ditutup pada 1.537,34 peso per dolar AS pada akhir Oktober, naik 1,30 persen dalam sebulan.
Di sisi lain, panggung internasional diwarnai oleh pertemuan para menteri luar negeri Quad di Atlanta, Amerika Serikat. Keempat negara, yakni Amerika Serikat, India, Jepang, dan Australia, sepakat mengucurkan dana lebih dari 85 juta dolar AS untuk memperluas akses AI terpercaya di kawasan Indo-Pasifik. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, bersama Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, dan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, mengumumkan inisiatif tersebut melalui Quad AI Accelerator. Khusus untuk India dan negara ASEAN, AS menjanjikan tambahan 10 juta dolar AS guna mendukung program daur ulang mineral kritis.
“Para menteri Quad menekankan pentingnya kecerdasan buatan dan inisiatif seperti Pax Silica bagi masa depan pertumbuhan ekonomi, serta menyatakan niat mereka untuk menyediakan lebih dari 85 juta dolar AS bantuan teknis dan finansial guna mendukung akses AI terpercaya di seluruh Indo-Pasifik,” demikian bunyi pernyataan bersama yang dikutip dari kantor berita PTI. Pertemuan tersebut juga meluncurkan Forum Pemimpin Bisnis Quad perdana dan menjadwalkan pertemuan badan kredit ekspor di Tokyo pada 18 November mendatang.
Namun, euforia pasar tidak lepas dari bayang-bayang risiko. Di dunia kripto, sebuah peretasan besar-besaran terhadap bursa Binance telah mengguncang kepercayaan investor. Perusahaan analitik blockchain TRM Labs melaporkan bahwa hacker berhasil menguras dana senilai 6,3 miliar dolar AS (sekitar Rp100 triliun) hanya dalam waktu 20 menit. Serangan yang diduga kuat terkait dengan aktor negara seperti Korea Utara ini menyasar infrastruktur penandatanganan Binance dan menguras aset dalam bentuk Ethereum, Bitcoin, Tron, dan Solana. Insiden ini menambah kekhawatiran pasar terhadap keamanan aset digital, yang pada gilirannya turut mempengaruhi sentimen terhadap USD hari ini sebagai aset safe haven.
Tekanan terhadap pasar teknologi juga datang dari raksasa AI Anthropic yang melaporkan kerugian bersih 80 miliar dolar AS pada paruh pertama tahun ini menjelang potensi penawaran umum perdana (IPO). Laporan tersebut mengungkap komitmen ratusan miliar dolar AS untuk kapasitas komputasi, memicu kekhawatiran investor akan keberlanjutan belanja modal besar-besaran di sektor AI. Saham-saham teknologi pun tertekan, dengan Nasdaq Composite anjlok 2,9 persen pada Jumat lalu, mencatat koreksi tiga minggu berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Maret. Microsoft, Alphabet, dan Amazon juga melaporkan arus kas bebas yang negatif, menambah kekhawatiran akan profitabilitas investasi AI.
Di kawasan Asia Tenggara, pergerakan USD hari ini juga tercermin dari geliat ekonomi digital. Laporan Momentum Works mengungkap bahwa masyarakat Vietnam menghabiskan 2,1 miliar dolar AS untuk layanan pesan-antar makanan pada 2025, dengan ShopeeFood dan GrabFood menguasai 48 persen pangsa pasar. Angka ini menunjukkan bahwa konsumsi dalam denominasi USD hari ini tidak hanya didorong oleh transaksi korporasi besar, tetapi juga oleh gaya hidup digital masyarakat urban yang semakin bergantung pada aplikasi.
Secara keseluruhan, pergerakan USD hari ini mencerminkan kompleksitas lanskap keuangan global yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter, geopolitik teknologi, dan keamanan siber. Sementara Argentina memanfaatkan momentum untuk memperkuat cadangan devisanya, negara-negara Quad berlomba membangun ekosistem AI yang aman, dan pasar kripto berjuang memulihkan kepercayaan pasca-peretasan raksasa. Bagi investor, dinamika USD hari ini menjadi pengingat akan pentingnya diversifikasi dan kewaspadaan terhadap risiko sistemik yang dapat muncul dari sudut tak terduga.
