Masyarakat Makin Buru Kendaraan Listrik, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Jadi Kunci Utama
Kalimantan Update – 01 November 2026 | Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik terus melonjak, dan di balik euforia itu, keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik menjadi faktor penentu yang tak bisa diabaikan. Hal ini terlihat nyata dari membludaknya pengunjung Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, pada 29 Oktober hingga 1 November 2026. Memasuki hari ketiga pada Sabtu (31/10/2026), jumlah pengunjung tercatat melonjak signifikan dibandingkan hari-hari kerja, menandakan akhir pekan menjadi momen favorit masyarakat untuk menyaksikan langsung perkembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan.
Direktur Dyandra Promosindo, Rumpoko Hadi, menuturkan bahwa peningkatan ketertarikan publik ini merupakan dampak langsung dari tumbuhnya kesadaran masyarakat akan efisiensi kendaraan listrik. Kondisi tersebut ditunjang oleh penawaran produk dari para agen pemegang merek (APM) yang kian kompetitif dan bervariasi. “Rasanya memang kebutuhan dan konsumen akan kendaraan listrik semakin meningkat. Karena ada kebutuhan dan ada penawaran yang lebih baik,” ujarnya di JIExpo Kemayoran.
Tahun ini, PEVS 2026 diikuti lebih dari 45 merek otomotif, mencakup produsen kendaraan roda dua maupun roda empat. Jajaran produk yang dipamerkan memberi kemudahan bagi calon konsumen untuk membandingkan secara langsung spesifikasi teknis, fitur kecerdasan, jarak tempuh baterai, hingga keunggulan harga dari masing-masing merek sebelum mengambil keputusan pembelian.
Test Drive dan Daya Tarik Pengalaman Langsung
Untuk memberikan pengalaman yang lebih komprehensif, penyelenggara menyediakan area khusus test drive dan test ride. Fasilitas ini menjadi salah satu daya tarik utama pameran karena pengunjung dapat merasakan langsung sensasi berkendara, performa akselerasi, serta kenyamanan kabin kendaraan listrik di lintasan yang telah disiapkan. Animo pengunjung yang mendaftar untuk uji kendara pun tercatat tinggi sepanjang pameran berlangsung.
PLN Perkuat Infrastruktur Pengisian Daya
Di sisi lain, PT PLN (Persero) terus memperkuat ekosistem pendukung. Komisaris Independen PLN, Ali Masykur Musa, mengajak masyarakat di Medan, Sumatera Utara, untuk semakin terbuka terhadap penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mewujudkan transportasi yang lebih bersih. “Mari bersama-sama kita dorong transportasi yang lebih ramah lingkungan menuju Indonesia yang semakin bersih dan bebas dari polusi kendaraan,” katanya saat menyapa pelanggan di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) Cambridge, Medan.
Melalui pengembangan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik yang terencana dan peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan, PLN berkomitmen mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan masa depan transportasi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Komitmen serupa ditunjukkan PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat. Melalui sosialisasi penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) bagi pegawai, mitra kerja, dan tenaga alih daya di kantor PLN UP3 Mataram, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mulai dari aspek keselamatan, perlindungan baterai, hingga tata cara perawatan harian. Manager PLN UP3 Mataram, Hengky Purbo Lesmono, menyebut peralihan dari bahan bakar fosil ke kendaraan listrik merupakan langkah strategis nasional.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat sangat krusial dalam mendukung ekosistem energi berkelanjutan. “PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Kami berharap melalui edukasi seperti ini, semakin banyak masyarakat yang mengenal, memahami, dan memanfaatkan kendaraan listrik sebagai pilihan transportasi masa depan,” ujarnya.
Memahami Jenis Pengisian Daya
Bagi pengguna baru, memahami perbedaan jenis colokan dan arus pengisian menjadi hal penting. Pada dasarnya, pengisian daya mobil listrik terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu AC (Alternating Current) dan DC (Direct Current).
| Jenis Pengisian | Karakteristik | Waktu Pengisian | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| AC Charging | Arus dikonversi oleh onboard charger di dalam mobil | 4 hingga 8 jam | Home charging di garasi atau parkir gedung |
| DC Fast Charging | Arus searah langsung ke baterai tanpa konversi internal | Jauh lebih singkat | Perjalanan jauh dan pengisian cepat di stasiun pengisian kendaraan listrik |
Pemerintah melalui regulasi Kementerian ESDM telah menetapkan standar fasilitas pengisian listrik untuk memastikan keamanan dan kompatibilitas jaringan. Kesalahan dalam mengenali port pengisian dapat memengaruhi durasi waktu charging hingga ketersediaan fasilitas yang cocok saat perjalanan jauh.
Panduan Menggunakan Aplikasi SPKLU
Meningkatnya populasi kendaraan listrik menuntut pemilik mobil listrik untuk terbiasa memanfaatkan infrastruktur pengisian daya umum yang kini dikelola secara digital berbasis aplikasi smartphone. Kehadiran aplikasi ini memudahkan pengendara menemukan titik lokasi, mengecek ketersediaan colokan, hingga melakukan pembayaran otomatis tanpa transaksi tunai. Berikut langkah-langkahnya:
- Unduh aplikasi resmi di Google Play Store atau Apple App Store. Untuk jaringan PLN, gunakan aplikasi PLN Mobile melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS), sementara operator swasta memiliki aplikasi masing-masing seperti Charge+ atau Casion.
- Lakukan registrasi akun dan verifikasi data pribadi.
- Cari lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik terdekat melalui peta dalam aplikasi.
- Pilih colokan yang tersedia dan mulai sesi pengisian.
- Selesaikan pembayaran secara digital langsung dari aplikasi.
Dengan kombinasi antara minat masyarakat yang terus tumbuh, dukungan infrastruktur yang kian merata, serta kemudahan layanan digital, ekosistem kendaraan listrik di Indonesia berada di jalur yang tepat. Keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik yang andal menjadi fondasi penting agar transisi menuju transportasi bersih tidak sekadar menjadi tren pameran, melainkan gaya hidup berkelanjutan yang nyata bagi masyarakat luas.
