Nets vs Pistons: Brooklyn Makin Terpuruk, Kekalahan Kelima Bikin Situasi Makin Mengkhawatirkan
Kalimantan Update – 01 November 2026 | Laga nets vs pistons di Barclays Center, Brooklyn, Jumat malam waktu setempat, berakhir pahit bagi tuan rumah. Brooklyn Nets tumbang 94-110 dari Detroit Pistons dan resmi menjadi tim terakhir di wilayah Timur yang belum meraih satu pun kemenangan musim ini. Kekalahan ini menjadi yang kelima beruntun bagi Nets, sekaligus menandai pembukaan Emirates NBA Cup yang jauh dari harapan di hadapan 17.548 penonton yang memadati arena.
Duel nets vs pistons kali ini sejatinya dimulai dengan cukup menjanjikan bagi Brooklyn. Mereka membuka pertandingan dengan delapan poin beruntun, diwarnai steal dan dunk transisi dari Chaney Johnson, yang mendapat tugas berat menjaga Cade Cunningham. Nolan Traoré tampil semakin percaya diri sebagai pengatur serangan, sementara pertahanan Nets sempat menyulitkan Detroit. Nets memimpin 28-21 di akhir kuarter pertama dan memperlebar jarak menjadi 33-23 lewat dua free throw Julius Randle pada sisa waktu 10:44 di kuarter kedua.
Namun, keunggulan sepuluh poin itu justru menjadi titik balik. Pistons merespons dengan agresif dan menutup paruh pertama lewat laju 33-16, membalikkan keadaan menjadi 56-49. Menariknya, Cunningham hanya bermain kurang dari enam menit di kuarter kedua karena masalah foul dan bahkan tidak melepaskan satu pun tembakan lapangan di periode itu. Tetap saja, Brooklyn gagal memanfaatkan situasi tersebut.
Pada kuarter ketiga, pertahanan fisik Detroit benar-benar mencekik ritme serangan Nets. Pistons menahan Brooklyn hanya dengan akurasi 33 persen dan memaksa sembilan turnover di periode tersebut. Secara keseluruhan, Nets hanya menembak 40,3 persen dari lapangan dan 11 dari 37 percobaan tripoin, sambil mencatat hampir dua lusin turnover. Detroit juga mendominasi poin di dalam paint 48-36 serta unggul jauh dalam poin fast break 27-11.
Dari kubu Pistons, Cade Cunningham memimpin dengan 20 poin, disusul Duncan Robinson 17 poin, Ron Holland II 16 poin dari bangku cadangan, dan Paul Reed 12 poin. Kemenangan ini membuat Detroit menang lima dari enam laga pembuka musim untuk pertama kalinya sejak 2015-16. Sepanjang musim ini, belum ada tim yang mampu menembak di atas 45,5 persen melawan pertahanan Pistons.
Sementara itu, Julius Randle menyumbang 15 poin dan Michael Porter Jr. menambahkan 13 poin bagi Nets. Pelatih kepala Jordi Fernández mengakui timnya masih rapuh saat menghadapi tekanan. Ia menilai para pemain mulai kehilangan energi dan semangat ketika lawan merespons. Randle pun menyoroti masalah konsistensi, terutama saat kuarter kedua berjalan dan momentum berbalik dalam dua hingga tiga menit terakhir.
Laga nets vs pistons ini juga berdampak langsung pada peluang Brooklyn di NBA Cup. Karena selisih poin menjadi tiebreaker kedua setelah head-to-head, kekalahan ini menempatkan Nets di posisi sulit di Grup A bersama Toronto, Orlando, dan Milwaukee. Kekalahan dari Detroit membuat jalan mereka semakin terjal.
Bagi Brooklyn, persoalan utama bukan sekadar hasil akhir, melainkan pola permainan yang terus berulang: awal yang menjanjikan, lalu runtuh ketika menghadapi kesulitan. Serangan yang mandek, turnover yang ceroboh, serta eksekusi yang tidak konsisten menjadi ciri khas start buruk mereka musim ini. Di sisi lain, kemenangan dalam nets vs pistons menjadi bukti bahwa Detroit memiliki fondasi pertahanan yang solid dan mentalitas untuk bangkit setelah tertinggal.
Ke depan, Nets dituntut segera menemukan solusi sebelum situasi semakin memburuk. Perbaikan dalam menjaga bola, ketenangan menghadapi pressing lawan, dan konsistensi energi sepanjang empat kuarter menjadi pekerjaan rumah utama Jordi Fernández dan para pemainnya. Sementara Pistons akan melanjutkan perjalanan mereka dengan bertandang ke markas Charlotte Hornets, membawa modal kepercayaan diri dari kemenangan meyakinkan atas Brooklyn.
Dengan performa yang terus menunjukkan tren menurun, tekanan terhadap Nets semakin besar. Jika pola yang sama terus terulang, bukan tidak mungkin musim ini berubah menjadi kampanye yang panjang dan melelahkan bagi Brooklyn, sementara Pistons justru tampil sebagai salah satu kejutan awal yang patut diperhitungkan di wilayah Timur.
