Pohang Steelers Depak Legenda, Park Tae-ha: Akhir Era Satu Klub di Tengah Badai Kekalahan
Kalimantan Update – 03 November 2026 | Klub Pohang Steelers resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Park Tae-ha setelah dua tahun sepuluh bulan. Keputusan ini diumumkan manajemen pada Jumat, 30 Oktober, sehari sebelum laga melawan Jeju SK di Pohang Steel Yard, dan menjadi salah satu momen paling emosional dalam sejarah klub asal Korea Selatan tersebut.
Park bukan sekadar pelatih bagi Pohang Steelers. Ia adalah legenda hidup yang menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama klub ini dari 1991 hingga 2001, mencatatkan 261 penampilan liga dan 46 gol. Selama menjadi pemain, ia turut mempersembahkan gelar liga 1992, Piala FA 1996, serta dua gelar Kejuaraan Klub Asia. Ketika ditunjuk sebagai pelatih kepala ke-13 pada Desember 2023, Park menjadi sosok pertama berstatus satu klub yang menangani Pohang Steelers.
Alasan di Balik Pemecatan
Manajemen klub tidak menutupi penyebab keputusan tersebut. Pernyataan resmi Pohang Steelers merujuk pada rentetan lima kekalahan beruntun, hanya satu kemenangan dalam 10 laga terakhir (satu menang, empat imbang, lima kalah), serta kegagalan menembus Final A, kelompok enam besar yang menjadi pemisahan klasemen K League 1 setelah 33 putaran, untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.
Lebih jauh, klub menyebut perubahan ini sebagai momentum untuk meninjau kembali “operasional klub secara keseluruhan” dan mendorong apa yang disebut sebagai inovasi manajemen. Bahasa yang digunakan bukan sekadar persoalan bangku pelatih, melainkan sinyal bahwa persoalan Pohang Steelers lebih dalam dari sekadar taktik di lapangan.
Kekecewaan suporter memuncak ketika kelompok pendukung Marins memboikot dukungan menjelang laga melawan Ulsan HD pada 24 Oktober. Tekanan dari tribun, ditambah hasil buruk di lapangan, membuat manajemen bergerak cepat.
Jejak Karier dan Warisan Park Tae-ha
Penunjukan Park pada Desember 2023 sarat akan sentimen. Ia pernah menjadi bagian staf pelatih ketika tim asuhan Sérgio Farias menjuarai liga 2007, menghabiskan empat tahun bersama tim nasional, dan membantu FC Seoul meraih gelar juara 2012 sebagai asisten. Pada 2015, musim pertamanya di Yanbian, ia membawa klub itu juara China League One dan promosi ke Super League. Sejak 2020, ia memimpin komite teknis K League.
Musim pertamanya bersama Pohang Steelers berjalan manis. Ia dinobatkan sebagai manajer terbaik bulan Maret, membawa tim memuncaki klasemen sepanjang musim semi, dan menjuarai Hana Bank Korea Cup. Namun pola yang sama terulang: enam kekalahan beruntun di liga sepanjang musim panas, rekor klub, dan finis di posisi keenam.
Warisan yang diterimanya memang tidak mudah. Kim Gi-dong, pendahulunya, baru saja memenangi Piala FA 2023 dan finis kedua sebelum hengkang ke FC Seoul pada Desember 2023. Sejumlah pemain kunci juga meninggalkan klub pada musim dingin itu. Menariknya, Kim Gi-dong justru sukses membawa FC Seoul meraih gelar K League 1 pertama dalam satu dekade pada 24 Oktober, hanya berselang enam hari sebelum Pohang Steelers mengakhiri masa jabatan Park.
Kim Sung-jae Ambil Alih Sementara
Kim Seong-jae, yang sebelumnya menjabat asisten Park, ditunjuk sebagai pelatih interim mulai laga kandang melawan Jeju SK pada Minggu dan akan memimpin hingga akhir tahun. Manajemen berharap perubahan ini membawa dampak positif bagi tim yang tengah terpuruk dan menjadi titik tolak kebangkitan.
Di sisi lain, Pohang Steelers juga masih memiliki agenda padat di kompetisi Asia. Tim ini dijadwalkan menjamu Gamba Osaka pada ajang AFC Champions League Elite, dan mereka bertekad menghentikan tren negatif di pentas kontinental.
Kesimpulan
Kepergian Park Tae-ha menandai berakhirnya sebuah era romantis di Pohang Steelers. Seorang legenda yang menghabiskan seluruh karier bermainnya di klub yang sama harus mengakhiri kisah kepelatihannya di tengah badai hasil buruk. Keputusan manajemen menunjukkan bahwa persoalan tim tidak berhenti pada sosok pelatih, melainkan menyentuh strategi dan operasional klub secara menyeluruh. Kini, dengan Kim Sung-jae di kursi interim, Pohang Steelers dituntut membuktikan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian nama di bangku cadangan, melainkan awal dari kebangkitan yang sesungguhnya.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Syaifullah
Sumber: The AFC, Bisnisia.id, Yonhap/K League
