Fajar Alfian Bawa Indonesia Berjaya di Eropa, Eng Hian Ingatkan Jangan Terlena
Kalimantan Update – 03 November 2026 | Nama Fajar Alfian kembali menjadi sorotan setelah ganda putra Indonesia yang berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026. Kemenangan tersebut menjadi salah satu dari dua gelar yang dibawa pulang skuad bulu tangkis Indonesia dari rangkaian tiga turnamen di Eropa. Fajar Alfian dan Fikri tampil impresif sepanjang turnamen, termasuk saat melakoni laga di babak 16 besar di SJF Arena, Odense, Denmark, Kamis (15/10/2026).
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, mengapresiasi capaian para pemain, namun sekaligus mengingatkan agar mereka tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama untuk menjaga momentum positif di tengah persaingan bulu tangkis dunia yang semakin ketat.
Dua Gelar dan Dua Runner-up dari Tur Eropa
Selama tur Eropa, Indonesia berhasil mempersembahkan dua gelar juara dan dua posisi runner-up. Selain Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menjuarai Denmark Open, ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi kampiun Hylo Open. Sementara itu, dua posisi runner-up diraih Moh. Zaki Ubaidillah pada French Open dan Jonatan Christie pada Hylo Open.
Eng Hian menilai, kesiapan fisik dan mental para pemain tetap harus diperkuat. Hal ini penting agar mereka tidak kehilangan momentum ketika menghadapi perubahan pola permainan maupun tekanan pada poin-poin menentukan.
“Saya berharap mereka bisa mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kondisi, dan mempertahankan momentum positif untuk kembali meraih hasil maksimal,” kata Eng Hian.
Hasil tur Eropa ini akan menjadi bahan evaluasi bersama jajaran pelatih untuk memperbaiki kekurangan sekaligus meningkatkan kualitas permainan para atlet. Evaluasi tersebut mencakup aspek teknis, taktik, hingga mental bertanding.
Fajar Alfian dan Momen Bahagia di Luar Lapangan
Di sisi lain, Fajar Alfian turut hadir dalam momen bahagia pernikahan sesama pebulu tangkis, Aurum Oktavia Winata dan Bagas Maulana. Pernikahan tersebut dihadiri sejumlah pebulu tangkis top Indonesia, seperti Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, dan Ribka Sugiarto bersama suami, Muhammad Rian Ardianto.
Kehadiran Fajar Alfian dalam acara tersebut menunjukkan eratnya kekeluargaan di antara para atlet bulu tangkis Indonesia. Hubungan baik di luar lapangan dinilai dapat menjadi modal berharga untuk menjaga solidaritas tim.
Fokus Menjaga Konsistensi
Bagi Fajar Alfian, gelar Denmark Open menjadi bukti kapasitasnya sebagai salah satu ganda putra terbaik Indonesia. Namun, tantangan ke depan masih panjang. PBSI menegaskan pentingnya menjaga konsistensi performa agar prestasi serupa dapat diraih pada turnamen-turnamen berikutnya.
Eng Hian juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan pola permainan lawan. Menurutnya, pemain harus mampu membaca situasi dan mengambil keputusan tepat, terutama pada poin-poin krusial.
Dengan hasil positif di Eropa, Fajar Alfian dan rekan-rekannya diharapkan terus termotivasi untuk meningkatkan kualitas permainan. Dukungan dari pelatih, pengurus, dan seluruh pecinta bulu tangkis Tanah Air menjadi energi tambahan bagi para atlet.
Secara keseluruhan, capaian pada tur Eropa menjadi modal berharga bagi Indonesia dalam menghadapi agenda turnamen selanjutnya. Evaluasi dan pembenahan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menjaga tren positif dan mengantar para pemain meraih prestasi lebih tinggi di pentas dunia.
