Lisa Tak Sebut Nama Pengganti Wartono, Delapan Partai Pengusung Punya Peluang
Kalimantan Update – 04 November 2026 | Pascapengumuman pemberhentian pengunduran diri Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono dalam rapat paripurna DPRD Banjarbaru, suhu politik Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan mulai menghangat. Dalam dinamika tersebut, pernyataan Lisa Tak Sebut Nama Pengganti Wartono Delapan Partai Pengusung Punya Peluang menjadi sorotan utama publik Banjarbaru yang menantikan sosok pendamping baru bagi Wali Kota Lisa Halaby.
Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby menegaskan bahwa dirinya menghormati keputusan Wartono yang merupakan kader PDI Perjuangan tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya proses pengisian jabatan wakil wali kota kepada mekanisme yang berlaku, tanpa menyebut nama maupun kriteria calon yang diinginkannya.
“Saya menerima surat pengunduran diri secara tertulis resmi dari Wakil Wali Kota, karena mempertimbangkan faktor kondisi kesehatan,” ujar Lisa saat ditemui di Balai Kota Banjarbaru, Selasa (3/11/2026) petang.
Proses Administratif Masih Berjalan
Pengunduran diri Wartono sebagai Wakil Wali Kota Banjarbaru periode 2025-2030 dengan alasan kesehatan masih harus melalui tahapan administratif sebelum ditetapkan secara resmi. Pemerintah Kota Banjarbaru dipastikan akan mengikuti seluruh tahapan sesuai regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
DPRD Banjarbaru telah menyetujui usulan pemberhentian Wartono dalam rapat paripurna. Berkas pemberhentian kini diproses untuk diteruskan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Selatan. Meski secara resmi sudah mengajukan pengunduran diri, jabatan wakil kepala daerah belum otomatis kosong. Wartono masih berstatus wakil wali kota hingga keputusan pemberhentian resmi diterbitkan.
Soal sosok wakil kepala daerah yang cocok mendampinginya, Lisa menegaskan proses tersebut bukan keputusan yang bisa ditentukan sendiri oleh dirinya. “Hasil putusannya kan di legislatif,” ujarnya singkat.
PDI Perjuangan Siapkan Kader Terbaik
Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarbaru, Windi Novianto, mengungkapkan bahwa surat pengunduran diri Wartono telah diajukan sejak 13 Agustus 2026. Sebelum menindaklanjuti permohonan tersebut, Wali Kota Banjarbaru meminta Wartono menjalani pemeriksaan kesehatan pada September 2026.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut dinyatakan pak Wartono tidak perform lagi untuk menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota,” sebut Windi, Selasa (3/11/2026) siang.
Windi juga menyatakan bahwa DPC PDI Perjuangan Banjarbaru telah berkonsultasi dengan Dewan Pimpinan Pusat. Dalam konsultasi itu, PDI Perjuangan diminta tetap menyiapkan kader terbaik untuk diajukan sebagai calon pengganti Wartono.
“Kami tetap diminta mengajukan kader terbaik sebagai calon Wakil Wali Kota yang nantinya disepakati oleh delapan partai pengusung,” katanya.
Delapan Partai Pengusung Berpeluang Ajukan Figur
Windi menjelaskan bahwa delapan partai politik pengusung pasangan Lisa-Wartono memiliki kesempatan mengajukan figur calon pengganti. Menurutnya, figur yang berasal dari internal maupun luar partai sama-sama berpeluang sepanjang dinilai mampu menjalankan tugas.
“Baik yang di dalam maupun di luar, sudah mumpuni dan siap ditugaskan jika ada perintah dari DPP,” tandasnya.
Mekanisme pengisian wakil kepala daerah akan melibatkan partai politik pengusung pasangan Lisa Halaby-Wartono dan DPRD Banjarbaru. Partai politik pengusung akan melakukan deal politik mengenai calon yang diajukan untuk mengisi jabatan tersebut, kemudian proses pemilihan dilakukan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD.
Hingga kini, Windi belum menyebutkan nama maupun kader PDI Perjuangan yang diusulkan. Sikap serupa juga ditunjukkan Wali Kota Lisa Halaby yang memilih tidak menyebut nama ataupun kriteria calon. Kondisi inilah yang membuat isu Lisa Tak Sebut Nama Pengganti Wartono Delapan Partai Pengusung Punya Peluang terus bergulir di ruang publik.
Dinamika Politik yang Dinamis
Pengamat menilai bahwa absennya nama dari pihak eksekutif justru membuka ruang negosiasi yang lebih luas bagi delapan partai pengusung. Setiap partai memiliki peluang untuk mengajukan kandidat terbaiknya, sehingga proses penjaringan dapat berlangsung secara terbuka dan demokratis.
Meski demikian, publik berharap agar proses pengisian jabatan wakil wali kota tetap mengedepankan kepentingan masyarakat Banjarbaru. Sosok pengganti Wartono diharapkan mampu bekerja cepat beradaptasi dengan program pembangunan yang telah berjalan, termasuk penguatan layanan publik, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Keputusan akhir tetap berada di tangan DPRD Banjarbaru bersama partai pengusung, dengan tetap memperhatikan regulasi dan aspirasi masyarakat. Warga Banjarbaru kini menanti siapa figur yang akan mendampingi Lisa Halaby hingga akhir masa jabatan.
Dengan proses yang masih berjalan, isu Lisa Tak Sebut Nama Pengganti Wartono Delapan Partai Pengusung Punya Peluang diprediksi akan terus menjadi pembicaraan hangat hingga keputusan resmi diterbitkan. Dinamika politik Banjarbaru pun kian menunjukkan kedewasaan demokrasi, di mana setiap pihak menempatkan mekanisme dan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Sebagai penutup, transparansi dan komunikasi politik yang sehat menjadi kunci agar proses pengisian jabatan wakil wali kota berjalan lancar. Masyarakat berhak mendapatkan pemimpin yang amanah, kompeten, dan mampu bersinergi dengan Wali Kota Lisa Halaby dalam membangun Banjarbaru ke depan.
