BMKG Gempa Bumi Guncang Empat Wilayah Indonesia dalam Sehari, Warga Sumba Diminta Waspadai Bangunan Retak

Foto: Istimewa

BMKG Gempa Bumi Guncang Empat Wilayah Indonesia dalam Sehari, Warga Sumba Diminta Waspadai Bangunan Retak

Kalimantan Update – 06 Oktober 2026 | Jakarta — Aktivitas bmkg gempa bumi kembali menjadi sorotan publik setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat serangkaian peristiwa tektonik yang mengguncang sejumlah wilayah Indonesia dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Rentetan laporan bmkg gempa bumi tersebut tersebar dari Maluku Barat Daya hingga Nusa Tenggara Timur, dengan kekuatan bervariasi mulai dari magnitudo 3,1 hingga magnitudo 6,1.

Pantauan tim redaksi menunjukkan bahwa rangkaian peristiwa ini dimulai pada Minggu dini hari, 4 Oktober 2026, ketika gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang perairan Pantai Barat Daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, tepatnya pada pukul 05.55.52 WIB. Getaran dahsyat itu kemudian diikuti oleh sejumlah gempa susulan dengan skala lebih kecil pada hari berikutnya, Senin, 5 Oktober 2026.

Gempa Sumba Barat Daya Jadi Perhatian Utama

Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa pusat gempa bumi magnitudo 6,1 itu terletak di laut pada koordinat 9,84 derajat Lintang Selatan dan 118,90 derajat Bujur Timur, atau sekitar 59 kilometer arah Barat Daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada kedalaman 30 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengategorikan peristiwa tersebut sebagai jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak. Hasil analisis mekanisme sumber mengindikasikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengungkapkan bahwa guncangan gempa dirasakan di berbagai wilayah dengan skala intensitas yang bervariasi. Wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya merasakan guncangan terkuat pada skala VI Modified Mercalli Intensity (MMI), yang menyebabkan sebagian besar penduduk terkejut dan berlari ke luar rumah.

Wilayah Kota Tambolaka, Kota Waikabubak, Kota Waibakul, dan Kota Raba merasakan guncangan pada skala IV MMI, sedangkan Kota Bima merasakan getaran pada skala III MMI. Dampak guncangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga dan fasilitas sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Meski hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau warga untuk mewaspadai bangunan-bangunan yang retak akibat gempa. Struktur bangunan yang mengalami keretakan dinilai berpotensi runtuh, terutama jika terjadi gempa susulan.

Rangkaian Gempa Susulan di Berbagai Daerah

Pada Senin, 5 Oktober 2026, informasi bmkg gempa bumi kembali diperbarui melalui akun resmi BMKG. Tercatat gempa berkekuatan magnitudo 3,7 mengguncang wilayah Maluku Barat Daya pada pukul 13.10.45 WIB. Pusat gempa berada di 7,61 Lintang Selatan dan 127,73 Bujur Timur, atau sekitar 60 kilometer di utara Maluku Barat Daya, pada kedalaman 149 kilometer.

Beberapa jam sebelumnya, gempa dengan magnitudo serupa juga mengguncang Kuta Selatan, Bali, pada pukul 12.23.06 WIB. Pusat gempa berlokasi di 9,54 Lintang Selatan dan 115,33 Bujur Timur, atau 84 kilometer di selatan Kuta Selatan, dengan kedalaman hanya 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal membuat getaran gempa ini berpotensi lebih terasa di permukaan.

Memasuki waktu malam, laporan bmkg gempa bumi kembali masuk dari wilayah Nusa Tenggara Timur. Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Senin malam. BMKG melaporkan bahwa pusat gempa bumi tersebut berada di laut. Tak lama berselang, gempa berkekuatan magnitudo 3,1 mengguncang Maumere, Kabupaten Sikka, dengan pusat gempa berada di darat.

Daftar Gempa Hari Ini

Waktu (WIB) Lokasi Magnitudo Kedalaman
4 Okt 2026, 05.55.52 Sumba Barat Daya, NTT 6,1 30 km
5 Okt 2026, 12.23.06 Kuta Selatan, Bali 3,7 10 km
5 Okt 2026, 13.10.45 Maluku Barat Daya 3,7 149 km
5 Okt 2026, malam Ruteng, NTT 4,3 Di laut
5 Okt 2026, malam Maumere, NTT 3,1 Di darat

BMKG dalam setiap rilisnya selalu menyertakan disclaimer bahwa informasi yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data. Hal ini menjadi penting mengingat karakteristik gempa yang dinamis dan memerlukan verifikasi berlapis.

Imbauan dan Langkah Mitigasi

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Beberapa langkah mitigasi yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktural.
  • Memeriksa kondisi rumah secara berkala, terutama bagian pondasi dan dinding.
  • Menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan air minum.
  • Mengikuti informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG agar tidak termakan hoaks.
  • Mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul di lingkungan tempat tinggal.

Wilayah Indonesia yang berada di zona pertemuan tiga lempeng tektonik utama memang menjadikan gempa bumi sebagai peristiwa yang kerap terjadi. Karena itu, pemahaman mengenai bmkg gempa bumi dan cara membaca informasi resminya menjadi keterampilan penting bagi setiap warga.

Dengan pemantauan berkelanjutan yang dilakukan BMKG, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif yang tepat. Kesadaran bersama antara pemerintah, lembaga terkait, dan warga menjadi kunci dalam mengurangi risiko dampak gempa bumi di masa mendatang.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo

Sumber Berita: Tribratanews Polri, Metro TV, Halo Semarang

Tags: