Kalimantan Update – 06 Oktober 2026 | Dinsos Kukar Salurkan Bantuan Usaha Produktif Penerima Ditargetkan Naik Desil menjadi salah satu langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang digulirkan Dinas Sosial (Dinsos) Kukar tidak hanya sekadar memberikan bantuan sosial, tetapi juga mendorong penerima agar mampu meningkatkan taraf hidup dan keluar dari kelompok masyarakat kurang mampu.
Sekretaris Dinsos Kukar, Muhammad Japar, mengungkapkan bahwa bantuan UEP menyasar masyarakat yang telah memiliki usaha namun masih membutuhkan dukungan peralatan untuk mengembangkan usahanya. “Tahun ini kami sudah memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif di dua kecamatan, Muara Jawa dan Tenggarong,” kata Japar di Tenggarong, Senin (5/10/2026).
Penentuan penerima bantuan dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Mereka menilai kondisi usaha dan desil calon penerima. Penerima bantuan diprioritaskan dari kelompok desil satu hingga empat yang sudah memiliki usaha tetapi kekurangan modal. Bantuan diberikan dalam bentuk barang sesuai kebutuhan usaha, bukan uang tunai.
“Yang bisa mendapat bantuan itu desil satu sampai empat, tetapi sudah punya usaha dan kekurangan modal. Bantuan berupa barang sesuai kebutuhan,” jelas Japar. Peralatan yang diberikan antara lain kompor gas, panci, wajan, dan perlengkapan lain yang menunjang kegiatan usaha. Bantuan tersebut bersumber dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Verifikasi menjadi bagian penting sebelum nama penerima ditetapkan. Data yang disampaikan pendamping akan diperiksa kembali untuk memastikan calon penerima sesuai dengan kriteria. Setelah penerima ditetapkan, Dinsos Kukar membuat berita acara dan surat keputusan yang kemudian disampaikan kepada pemerintah provinsi sebagai dasar penetapan penerima bantuan.
Namun, pemberian bantuan tidak berhenti setelah barang diterima. Dinsos bersama pendamping PKH akan memantau perkembangan penerima selama menjalankan usahanya. Jika kondisi ekonomi penerima mengalami peningkatan, status desilnya dapat berubah. Proses tersebut disebut sebagai graduasi.
“Setahun setelah diberi bantuan, kami lihat lagi desilnya. Kalau sudah maju dan bagus, kita naikkan graduasinya,” sebut Japar. Ia menilai, pola tersebut penting agar bantuan sosial tidak hanya menjadi program yang terus berulang bagi orang yang sama. Bantuan diharapkan menjadi modal awal agar penerima mampu mengembangkan usaha dan secara bertahap menjadi lebih mandiri.
Dengan pendekatan itu, Dinsos Kukar berupaya menghubungkan bantuan sosial dengan pemberdayaan ekonomi. Program ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana intervensi pemerintah dapat mendorong perubahan status sosial ekonomi penerima manfaat. Dinsos Kukar Salurkan Bantuan Usaha Produktif Penerima Ditargetkan Naik Desil menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan.
Ke depan, diharapkan semakin banyak penerima bantuan yang mampu naik desil dan menjadi mandiri secara ekonomi. Dengan demikian, program bantuan sosial tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformatif. Dinsos Kukar Salurkan Bantuan Usaha Produktif Penerima Ditargetkan Naik Desil akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Kutai Kartanegara.
Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari peran pendamping PKH yang bekerja keras melakukan verifikasi dan pemantauan. Mereka memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk mengembangkan usaha. Selain itu, sinergi dengan pemerintah provinsi juga menjadi kunci kelancaran penyaluran bantuan.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan ini, syarat utamanya adalah memiliki usaha dan terdaftar dalam desil 1-4. Proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dinsos Kukar mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor kepada pendamping PKH setempat jika merasa memenuhi kriteria.
Pada akhirnya, tujuan utama dari program ini adalah menciptakan kemandirian ekonomi. Ketika penerima bantuan mampu naik desil, itu artinya mereka telah berhasil keluar dari jerat kemiskinan. Dinsos Kukar Salurkan Bantuan Usaha Produktif Penerima Ditargetkan Naik Desil menjadi tonggak penting dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah ini.
Dengan terus melakukan monitoring dan evaluasi, Dinsos Kukar optimis bahwa angka kemiskinan di Kutai Kartanegara akan terus menurun. Program UEP ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola bantuan sosial yang berorientasi pada pemberdayaan. (Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo)

