Zidane Cs Hancurkan Belgia 4-1: Momen Kebangkitan Prancis di Nations League

Foto: Istimewa

Zidane Cs Hancurkan Belgia 4-1: Momen Kebangkitan Prancis di Nations League

Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Pertandingan france vs belgium di ajang UEFA Nations League Grup A1 berakhir dramatis di Stade de France, Senin (5/10/2026) malam waktu setempat. Prancis yang tertinggal lebih dulu akhirnya bangkit dan menang meyakinkan 4-1 atas Belgia. Kemenangan ini menjadi bukti kualitas Zinedine Zidane sebagai pelatih baru Les Bleus, sekaligus mempertegas dominasi france vs belgium dalam sepekan terakhir.

Belgia sebenarnya tampil percaya diri di babak pertama. Tanpa gelandang senior Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans yang terkena sanksi, pelatih Mark Van Bommel tetap menurunkan skema menyerang. Hasilnya, Dodi Lukebakio membuka keunggulan pada menit ke-35. Ia memanfaatkan umpan panjang Romeo Lavia, melewati perangkap offside, dan menaklukkan kiper debutan Guillaume Restes dalam duel satu lawan satu. Skor 1-0 untuk Belgia bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Zidane melakukan perubahan besar. Ia menarik Bradley Barcola dan memasukkan Desire Doue. Keputusan itu terbukti jitu. Doue menyamakan kedudukan pada menit ke-77 dengan tembakan kaki kiri dari tepi kotak penalti. Empat menit kemudian, Rayan Cherki membalikkan keadaan menjadi 2-1 setelah memanfaatkan umpan silang Michael Olise. Olise kemudian mencetak dua gol tambahan di menit akhir dan masa injury time, memastikan kemenangan 4-1 untuk Prancis. Para pemain pengganti menjadi pahlawan dalam laga france vs belgium kali ini.

Zidane mengaku senang dengan performa timnya. “Itulah sepak bola, itulah yang kita cintai. Ada kesulitan, tapi itu bagian dari permainan. Kami hanya kurang sentuhan akhir di babak pertama, lalu berhasil membalikkan keadaan,” ujarnya kepada TF1. Ia juga memuji mentalitas para pemain yang dinilainya sangat profesional dan serius dalam bekerja.

Bagi Belgia, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Van Bommel menilai hasil ini sebagai kenyataan pahit, namun ia tetap melihat sisi positif. “Ketika saya melihat empat pertandingan, ada lebih banyak hal positif daripada negatif. Perbedaannya memang signifikan. Negara seperti Prancis saat ini masih jauh lebih baik. Tapi kami di jalur yang benar,” kata Van Bommel. Ia yakin dalam waktu dekat Belgia bisa mengalahkan tim besar.

Di kubu Belgia, penampilan Romeo Lavia mendapat sorotan. Gelandang Chelsea itu dianggap sebagai salah satu pemain terbaik meski timnya kalah. Media Belgia seperti Het Nieuwsblad dan Le Soir memberinya nilai tinggi. Sebaliknya, Nicolas Raskin dari Rangers menghadapi kritik karena dianggap gagal menahan gelombang serangan Prancis. Persaingan di lini tengah Belgia pun semakin ketat dengan kembalinya De Bruyne dan Tielemans.

Sementara itu, Bradley Barcola juga menjadi sorotan media Prancis. Meski bermain sebagai starter, ia dinilai tampil biasa saja. Media Maxifoot menyebutnya “tenang” dan Le Journal du Dimanche memberinya nilai 4/10. Kritik ini kontras dengan pujian untuk para pemain pengganti yang dianggap mengubah jalannya pertandingan.

Kemenangan ini menempatkan Prancis di puncak klasemen Grup A1. Zidane mencatatkan rekor impresif dalam empat laga pertamanya: dua kemenangan dan satu hasil imbang. Sementara Belgia harus segera berbenah jika ingin bersaing di level atas. Laga france vs belgium menjadi pelajaran berharga bagi kedua tim, terutama tentang kedalaman skuad dan efektivitas pergantian pemain.

Di sisi lain, hubungan Prancis dan Belgia tidak hanya soal sepak bola. Kedua negara juga bekerja sama dalam proyek pertahanan. Belgia berencana mengirim jet tempur F-16 ke Ukraina, namun harus menunggu persetujuan Prancis karena pesawat tersebut dilengkapi sistem perang elektronik Carapace buatan Prancis. Menteri Pertahanan Belgia, Theo Franken, menyatakan prosesnya tidak akan lama. Hal ini menunjukkan dinamika hubungan bilateral yang tetap erat meski bersaing di lapangan hijau.

Secara keseluruhan, pertandingan france vs belgium menyajikan drama dan kualitas tinggi. Prancis membuktikan bahwa mereka masih menjadi kekuatan utama sepak bola dunia di bawah asuhan Zidane. Belgia, meski kalah, menunjukkan potensi dengan pemain-pemain muda seperti Lavia. Publik sepak bola kini menantikan pertemuan berikutnya antara dua tim tetangga ini.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber: Reuters, TF1, Het Nieuwsblad, Le Soir, Maxifoot, Ukrinform

Tags: