PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara Lampung, Gol Penalti Matheus Machado Jadi Penghibur di Tengah Hujan Deras
Kalimantan Update – 05 November 2026 | Duel psps vs bhayangkara dalam laga pembuka Grup B Zona Barat I League Cup 2026/2027 berakhir pahit bagi tuan rumah. PSPS Pekanbaru harus mengakui keunggulan Bhayangkara Lampung FC dengan skor 1-3 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Rabu (4/11/2026) malam. Pertandingan yang kick-off pukul 19.00 WIB itu berlangsung di tengah guyuran hujan deras, namun tetap tersaji sengit di hadapan sekitar lima ribu suporter Askar Bertuah.
Kekalahan ini menjadi catatan perdana PSPS di ajang League Cup. Sebelumnya, skuad besutan Akhyar Ilyas memiliki modal cukup baik dengan hanya sekali meraih hasil imbang dalam lima pertandingan terakhir, yakni 1-1 saat menghadapi Adhyaksa FC Bekasi. Namun, menghadapi tim yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, kedalaman skuad PSPS benar-benar diuji.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Bhayangkara langsung mengambil inisiatif serangan dengan mengalirkan bola dari kaki ke kaki. PSPS yang masih meraba-raba permainan harus kebobolan pada menit ke-9. Ryan Kurnia yang lolos dari jebakan offside menerima umpan crossing dari sisi kiri I Made Andhika, lalu melepaskan tendangan mendatar yang gagal diantisipasi kiper Dicki Agung Setiawan. Skor berubah 0-1.
Unggul satu gol, tim tamu semakin percaya diri menekan pertahanan tuan rumah. PSPS yang sering melakukan kesalahan justru dimanfaatkan Bhayangkara untuk menggandakan keunggulan pada menit ke-34. Berawal dari kesalahan Andik Rendika Rama di sisi kiri pertahanan, Jefferson Brenes Rojas merebut bola dan mengirim umpan pendek kepada Milan Ristovski yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Penyerang itu menyelesaikannya dengan tenang, skor menjadi 0-2.
PSPS sempat memperoleh peluang emas menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-45, Hamzah Depa dilanggar Nehar Sadiki di sisi kanan dan wasit memberikan tendangan bebas. Sayang, eksekusi Antonio Gamaroni hanya membentur tiang gawang. Hingga turun minum, PSPS belum mampu memperkecil ketertinggalan.
Memasuki babak kedua, petaka kembali datang. Pada menit ke-58, umpan dari sisi kanan Ryan Kurnia disambut tendangan first-time Sani Fauzi yang membuat Bhayangkara semakin unggul dengan selisih tiga gol. Gol ketiga ini praktis membuat laga psps vs bhayangkara semakin berat bagi tuan rumah.
Gol Penalti dan Evaluasi Pelatih
PSPS baru bisa mencetak gol penghibur pada menit 90+2 melalui titik penalti Matheus Machado, setelah wasit melakukan pemeriksaan VAR. Gol tersebut memperkecil skor menjadi 1-3, namun tak cukup menyelamatkan Askar Bertuah dari kekalahan.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, mengakui anak asuhnya banyak melakukan kesalahan dan sempat grogi menghadapi lawan yang lebih berpengalaman. Menurutnya, sejumlah kesalahan individu menjadi penyebab lahirnya gol-gol Bhayangkara. Meski demikian, ia menegaskan timnya akan segera melakukan evaluasi untuk pertandingan berikutnya.
Di kubu seberang, Oscar Willian mengapresiasi semangat PSPS yang terus menciptakan peluang hingga menit akhir. Ia menilai kemenangan ini penting untuk mengawali perjalanan Bhayangkara di fase grup I League Cup.
Dalam laga psps vs bhayangkara ini, Akhyar Ilyas menurunkan komposisi berbeda dari biasanya. Dicki Agung Setiawan dipercaya menjaga gawang, dengan lini pertahanan dihuni Andik Rendika Rama, Muhammad Revan, Muhammad Zidan Khairullah Rahmadhany, dan Alfin Ismail Tuasalmony sebagai kapten. Lini tengah diperkuat Misbakus Sholikin, Muhammad Reza Kusuma, serta Dimas Wicaksono Putra Rahman. Sementara itu, Hamzah Depa, Antonio Augusto Gamaroni De Carvalho, dan Ilham Fathoni menjadi trisula di lini depan. Dua pemain asing, Luiz Motta dan Matheus Machado, serta Asir Asiz, memulai laga dari bangku cadangan.
Kesimpulan
Kekalahan 1-3 dari Bhayangkara Lampung FC menjadi pelajaran berharga bagi PSPS Pekanbaru dalam laga psps vs bhayangkara di League Cup 2026/2027. Kesalahan individu dan rasa grogi menghadapi tim kasta tertinggi menjadi faktor utama kekalahan. Meski begitu, gol penalti Matheus Machado di menit akhir setidaknya menjadi penghibur bagi suporter. PSPS kini dituntut segera bangkit dan memperbaiki performa agar mampu bersaing di fase grup yang masih panjang.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Syaifullah
Sumber Berita: IDN Times, MataRiau.com, Riau Online, ANTARA
