Dinsos Kukar Salurkan Bantuan Usaha Produktif, Penerima Ditargetkan Naik Desil

Foto: Istimewa

Dinsos Kukar Salurkan Bantuan Usaha Produktif, Penerima Ditargetkan Naik Desil

Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Dinsos Kukar Salurkan Bantuan Usaha Produktif Penerima Ditargetkan Naik Desil menjadi salah satu langkah strategis dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Program ini tidak sekadar memberikan bantuan sosial, tetapi juga mendorong penerima untuk mandiri secara ekonomi. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Kartanegara terus berupaya menghubungkan bantuan sosial dengan pemberdayaan ekonomi melalui program Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Sekretaris Dinsos Kukar, Muhammad Japar, menjelaskan bahwa bantuan UEP menyasar masyarakat yang telah memiliki usaha namun masih membutuhkan dukungan peralatan. “Tahun ini kami sudah memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif di dua kecamatan, Muara Jawa dan Tenggarong,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinsos Kukar, Senin (5/10/2026).

Kriteria Penerima dan Proses Verifikasi

Penentuan penerima bantuan dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Pendamping melakukan pengecekan langsung ke lapangan, termasuk melihat kondisi usaha dan desil calon penerima. Penerima diprioritaskan dari kelompok desil 1 hingga 4 yang sudah memiliki usaha tetapi kekurangan modal. “Yang bisa mendapat bantuan itu desil satu sampai empat, tetapi sudah punya usaha dan kekurangan modal. Bantuan berupa barang sesuai kebutuhan,” jelas Japar.

Bantuan diberikan dalam bentuk barang, seperti kompor gas, panci, wajan, dan perlengkapan lain yang menunjang kegiatan usaha. Sumber dana berasal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Verifikasi menjadi bagian penting sebelum nama penerima ditetapkan. Data yang disampaikan pendamping akan diperiksa kembali untuk memastikan calon penerima sesuai dengan kriteria.

Setelah penerima ditetapkan, Dinsos Kukar membuat berita acara dan surat keputusan yang kemudian disampaikan kepada pemerintah provinsi sebagai dasar penetapan penerima bantuan. Dengan demikian, Dinsos Kukar Salurkan Bantuan Usaha Produktif Penerima Ditargetkan Naik Desil dapat berjalan tepat sasaran.

Pemantauan dan Graduasi

Pemberian bantuan tidak berhenti setelah barang diterima. Dinsos bersama pendamping PKH akan memantau perkembangan penerima selama menjalankan usahanya. Jika kondisi ekonomi penerima mengalami peningkatan, status desilnya dapat berubah. Proses tersebut disebut sebagai graduasi.

“Setahun setelah diberi bantuan, kami lihat lagi desilnya. Kalau sudah maju dan bagus, kita naikkan graduasinya,” sebut Japar. Ia menilai, pola tersebut penting agar bantuan sosial tidak hanya menjadi program yang terus berulang bagi orang yang sama. Bantuan diharapkan menjadi modal awal agar penerima mampu mengembangkan usaha dan secara bertahap menjadi lebih mandiri.

Dengan pendekatan itu, Dinsos Kukar Salurkan Bantuan Usaha Produktif Penerima Ditargetkan Naik Desil berupaya menghubungkan bantuan sosial dengan pemberdayaan ekonomi. Program ini diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kutai Kartanegara.

Dampak dan Harapan ke Depan

Program UEP yang digulirkan Dinsos Kukar mendapat respons positif dari masyarakat. Para penerima bantuan mengaku terbantu dengan adanya peralatan usaha yang diberikan. Mereka berharap usaha mereka semakin berkembang dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

Japar menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan secara berkala. Hal ini untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan dengan baik dan mampu mengangkat perekonomian penerima. “Kami ingin bantuan ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi pemicu kemandirian ekonomi,” tuturnya.

Ke depan, Dinsos Kukar berencana memperluas cakupan program UEP ke kecamatan lain. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat kurang mampu yang dapat merasakan manfaatnya. Dinsos Kukar Salurkan Bantuan Usaha Produktif Penerima Ditargetkan Naik Desil menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan. Melalui pendekatan yang terintegrasi antara bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi, diharapkan angka kemiskinan di Kutai Kartanegara dapat terus menurun. Masyarakat pun diimbau untuk aktif berpartisipasi dan memanfaatkan bantuan sebaik mungkin.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: UpdateKaltim.com