Hashim Djojohadikusumo Sebut Harga Minyak Dunia Ditentukan Donald Trump di Tengah Gejolak AS-Iran

Foto: Istimewa

Hashim Djojohadikusumo Sebut Harga Minyak Dunia Ditentukan Donald Trump di Tengah Gejolak AS-Iran

Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, membuat pernyataan mengejutkan dalam agenda Investor Daily Summit 2026 di Jakarta pada Rabu, 7 Oktober 2026. Dalam forum ekonomi bergengsi tersebut, Hashim Djojohadikusumo Sebut Harga Minyak Dunia Ditentukan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Pernyataan ini mencuat di tengah ketegangan geopolitik yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran, yang berimbas pada lonjakan harga minyak mentah global.

Adik kandung Presiden Prabowo Subianto itu menjelaskan bahwa dinamika harga minyak dunia saat ini tidak lagi sepenuhnya berada di bawah kendali negara-negara produsen minyak. Menurutnya, keputusan politik dan kebijakan energi yang diambil Gedung Putih memiliki pengaruh langsung terhadap pergerakan harga di pasar internasional. Pernyataan Hashim Djojohadikusumo Sebut Harga Minyak Dunia Ditentukan Donald Trump ini pun menjadi sorotan para pelaku pasar dan pengamat ekonomi dalam negeri.

Dampak Konflik AS-Iran terhadap Perekonomian Nasional

Hashim membeberkan bahwa eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu pemicu utama lonjakan harga minyak dunia dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan di kawasan Timur Tengah tersebut mengganggu jalur distribusi dan memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Akibatnya, harga minyak mentah melonjak dan memberikan tekanan baru bagi perekonomian nasional, terutama dari sisi biaya impor energi dan inflasi.

Meski demikian, Hashim menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik. Ia menilai kebijakan fiskal dan moneter yang ditempuh pemerintah cukup solid untuk menahan guncangan eksternal. Pernyataan Hashim Djojohadikusumo Sebut Harga Minyak Dunia Ditentukan Donald Trump ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Indonesia perlu memperkuat ketahanan energi di tengah ketidakpastian global.

OPEC dan Pemerintah Indonesia Tak Pegang Kendali Penuh

Dalam paparannya, Hashim menegaskan bahwa pergerakan harga minyak dunia bukan berada di bawah kendali pemerintah Indonesia maupun Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). Menurutnya, OPEC sebagai kartel produsen minyak pun memiliki keterbatasan dalam menentukan arah harga ketika kepentingan politik negara-negara besar, khususnya Amerika Serikat, ikut bermain. Hal ini memperkuat pernyataan Hashim Djojohadikusumo Sebut Harga Minyak Dunia Ditentukan Donald Trump.

Pernyataan tersebut memantik diskusi di kalangan ekonom mengenai sejauh mana Indonesia dapat melindungi ekonominya dari gejolak harga minyak. Beberapa analis menilai bahwa diversifikasi sumber energi dan percepatan transisi energi menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada minyak impor. Langkah ini dinilai sejalan dengan mandat Hashim sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi.

Respons Pasar dan Proyeksi ke Depan

Pasar keuangan Indonesia merespons pernyataan ini dengan cukup tenang. Indeks harga saham gabungan dan nilai tukar rupiah bergerak stabil, menandakan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional masih kuat. Namun, para pelaku pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang bisa memicu volatilitas harga minyak dalam jangka pendek.

Berikut sejumlah faktor yang memengaruhi harga minyak dunia menurut pandangan Hashim:

  • Kebijakan energi dan politik luar negeri Amerika Serikat di bawah Donald Trump.
  • Eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Keterbatasan pengaruh OPEC dalam mengendalikan harga pasar.
  • Ketidakpastian pasokan dan distribusi energi global.
  • Kondisi makroekonomi dan permintaan energi dunia.

Hashim juga mengingatkan bahwa pemerintah terus menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas harga energi domestik. Subsidi energi yang tepat sasaran dan penguatan cadangan strategis menjadi beberapa opsi yang tengah dikaji. Dengan demikian, pernyataan Hashim Djojohadikusumo Sebut Harga Minyak Dunia Ditentukan Donald Trump bukan sekadar wacana, melainkan pijakan untuk merumuskan kebijakan energi yang lebih adaptif.

Kesimpulan

Pernyataan Hashim Djojohadikusumo Sebut Harga Minyak Dunia Ditentukan Donald Trump menjadi cermin bahwa dinamika energi global saat ini sangat dipengaruhi oleh keputusan politik negara adidaya. Di tengah konflik AS-Iran yang memicu lonjakan harga minyak, Indonesia dituntut untuk tetap waspada sekaligus memperkuat fondasi ekonominya. Meski tekanan eksternal membayangi, keyakinan bahwa fundamental ekonomi nasional masih terjaga memberikan ruang optimisme. Ke depan, diversifikasi energi dan diplomasi ekonomi yang cerdas akan menjadi kunci bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian harga minyak dunia.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

Tags: