Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat mengejar ketertinggalan dalam pelaksanaan Program Magang Nasional yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Kukar, sebanyak 220 perusahaan yang terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) didorong untuk menjadi penyelenggara program magang pada batch ketiga. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kukar Targetkan Ratusan Fresh Graduate Dapat Pengalaman Kerja Lewat Magang Nasional agar lulusan baru di daerah tersebut memiliki bekal kompetensi yang memadai sebelum memasuki dunia kerja sesungguhnya.
Kepala Dinas Transnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat permohonan dukungan kepada sekitar 220 perusahaan tersebut. Surat yang ditandatangani Sekretaris Daerah itu dikirim sekitar tiga minggu sebelum pernyataannya disampaikan di Tenggarong, Rabu (7/10/2026).
“Kami sudah melayangkan surat sekitar tiga minggu yang lalu, surat dari Sekretaris Daerah untuk meminta dukungan kepada kurang lebih 220 perusahaan yang terdaftar di WLKP,” kata Dendy.
“Uang saku peserta menjadi tanggung jawab Kemenaker. Besarannya disebut setara dengan UMK Kukar,” ungkapnya.
Program magang ini berlangsung selama enam bulan. Peserta akan menjalani pelatihan selama satu bulan di awal, kemudian dilanjutkan dengan lima bulan magang di perusahaan sesuai kebutuhan dan bidang yang tersedia. Dengan durasi tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengalaman kerja yang utuh dan relevan dengan kebutuhan industri.
Menyasar Fresh Graduate Diploma dan Sarjana
Dendy menyebut program ini menyasar tenaga kerja lokal, khususnya fresh graduate lulusan diploma dan sarjana (S1). Syaratnya, peserta maksimal telah lulus satu tahun. Kebijakan itu diambil agar program benar-benar menyentuh kelompok yang baru memasuki pasar kerja.
“Peserta nantinya tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan, uang saku setara UMK, serta makan siang selama mengikuti program,” papar Dendy.
Berbagai fasilitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya, banyak lulusan baru kerap terkendala persyaratan pengalaman kerja yang diminta perusahaan saat proses rekrutmen. Kehadiran program ini diharapkan memutus rantai masalah klasik tersebut.
Pada batch kedua, Dendy menyebut terdapat lima penyelenggara program magang dari Kukar. Namun, jumlah tersebut masih terbatas dan hanya menyediakan sekitar 20 jabatan. Kondisi itu menjadi salah satu alasan Disnakertrans Kukar berupaya meningkatkan jumlah perusahaan yang terlibat pada batch ketiga.
“Makanya di batch ketiga ini kami jauh-jauh hari menyiapkan ada 220 perusahaan. Mudah-mudahan 220 perusahaan itu bisa semuanya menjadi penyelenggara,” ujarnya.
Jika tidak seluruhnya bersedia, Dendy berharap setidaknya separuh perusahaan dapat ikut berpartisipasi. Dengan asumsi setiap perusahaan menerima lima peserta, sekitar 100 perusahaan saja sudah dapat membuka kesempatan bagi sekitar 500 peserta magang. Angka itu jauh melampaui capaian batch sebelumnya.
“Kami dorong dan kami kawal karena kita ingin fresh graduate mendapatkan pengalaman kerja,” bebernya.
Target Ambisius dan Dampak bagi Dunia Kerja
Upaya Kukar Targetkan Ratusan Fresh Graduate Dapat Pengalaman Kerja Lewat Magang Nasional ini tidak lepas dari kebutuhan daerah akan sumber daya manusia yang siap kerja. Kutai Kartanegara sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara memiliki dinamika ekonomi yang berkembang pesat. Kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor pertambangan, konstruksi, jasa, hingga industri pengolahan terus meningkat.
Namun, tanpa pengalaman kerja yang memadai, lulusan baru berisiko tersisih dalam kompetisi. Program magang nasional hadir sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga soft skill seperti disiplin, komunikasi, dan kerja sama tim.
Dendy menegaskan bahwa penekanan program ini adalah pada peserta fresh graduate, lulusan diploma dan S1, dengan batas maksimal satu tahun setelah kelulusan. Jika lebih dari itu, jalur yang tersedia bukan lagi program ini.
“Penekanannya, pesertanya untuk fresh graduate, lulusan diploma dan S1. Maksimal satu tahun setelah lulus. Kalau lebih dari itu berarti salurannya bukan di situ,” pungkasnya.
Dengan melibatkan ratusan perusahaan, pemerintah daerah berharap program ini tidak sekadar mengejar angka partisipasi. Lebih dari itu, program ini diharapkan menciptakan ekosistem kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pencari kerja muda. Perusahaan pun diuntungkan karena dapat mengenali talenta potensial sejak awal sebelum merekrut mereka secara permanen.
Kesimpulan
Langkah Kukar Targetkan Ratusan Fresh Graduate Dapat Pengalaman Kerja Lewat Magang Nasional menjadi terobosan penting dalam menjawab persoalan pengangguran terdidik di daerah. Dengan menggandeng 220 perusahaan WLKP, menyediakan uang saku setara UMK, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, hingga sertifikat pelatihan, program ini menawarkan nilai tambah yang nyata bagi lulusan baru. Keberhasilan batch ketiga akan sangat bergantung pada respons dunia usaha serta pendampingan konsisten dari Disnakertrans Kukar. Jika separuh saja perusahaan bersedia terlibat, sekitar 500 anak muda Kukar berpeluang besar memperoleh pengalaman kerja yang selama ini menjadi hambatan utama dalam proses rekrutmen. Upaya Kukar Targetkan Ratusan Fresh Graduate Dapat Pengalaman Kerja Lewat Magang Nasional patut diapresiasi sebagai investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia daerah.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: UpdateKaltim.com

