Gubernur Kalsel Tinjau Pembangunan Jembatan Pulau Laut 2029 Bisa Difungsikan, Progres Capai 1.000 Meter

Foto: Istimewa

Gubernur Kalsel Tinjau Pembangunan Jembatan Pulau Laut 2029 Bisa Difungsikan, Progres Capai 1.000 Meter

Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru, Selasa (6/10/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan. Dalam kunjungannya, Gubernur Kalsel Tinjau Pembangunan Jembatan Pulau Laut 2029 Bisa Difungsikan menjadi sorotan utama, mengingat jembatan ini ditargetkan rampung pada 2028 dan dapat digunakan pada 2029.

Didampingi Kepala Dinas PUPR Kalsel M Yasin Toyib, Kepala Bidang Bina Marga Robby Cahyadi, pihak kontraktor, pengawas, serta tim laboratorium, Gubernur meninjau pekerjaan di sisi Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi faktual di lapangan sekaligus mendapatkan laporan langsung dari pelaksana mengenai perkembangan konstruksi jembatan yang menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis Kalsel tersebut.

“Hari ini kami berada di Batulicin dan akan menuju Kotabaru. Saat ini kami melihat pekerjaan yang berada di jalur dari Batulicin menuju arah tengah. Di sini terdapat PT Wasita,” ujar H Muhidin seusai peninjauan. Ia mendapat penjelasan bahwa pekerjaan pada salah satu bagian konstruksi telah mencapai sekitar 1.000 meter. Jarak antartiang juga disebut mencapai sekitar 50 meter, sebagai bagian dari struktur yang tengah dikerjakan.

“Menurut keterangan dari pengawas, pekerjaan di lokasi ini sudah mencapai sekitar 1.000 meter. Untuk jarak antartiang, masing-masing berjarak sekitar 50 meter,” jelas dia. Gubernur juga berdialog langsung dengan pengawas dan kontraktor untuk mengetahui perkembangan pekerjaan sejumlah badan usaha yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Pulau Laut.

“Hari ini kami melihat pekerjaan yang dilaksanakan oleh BIPI, BasKita, dan BBA. Kami akan melihat secara langsung bagaimana perkembangan pekerjaan BIP di lokasi ini,” katanya. Pembangunan Jembatan Pulau Laut sendiri terbagi dalam sejumlah paket pekerjaan. Pada sisi Batulicin, pekerjaan sepanjang sekitar satu kilometer dilaksanakan konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya, dan PT Borneo Berkah Abadi (BBA). Sementara pada sisi Kotabaru, pekerjaan sepanjang sekitar 1,5 kilometer dikerjakan PT Nindya Karya bersama PT Brantas Abipraya.

Secara keseluruhan, jembatan dirancang memiliki panjang sekitar 3,75 kilometer dengan lebar 24 meter. Pembangunan ditargetkan rampung pada 2028 sehingga dapat difungsikan pada 2029. Nilai proyek mencapai sekitar Rp 7,95 triliun dengan pembiayaan melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, termasuk dukungan APBD Pemprov Kalsel, Pemkab Tanahbumbu, Pemkab Kotabaru, serta anggaran multiyears Kementerian PUPR.

Dari sisi konstruksi, jembatan utama menggunakan struktur cable-stayed dengan dua pylon setinggi sekitar 100 meter dan bentang utama sekitar 505,5 meter. Proyek juga mencakup pembangunan struktur box girder, pile slab, serta jalan pendekat pada kedua sisi jembatan. Untuk mendukung konektivitas menuju jembatan, jalan pendekat dibangun sekitar 1.500 meter di sisi Batulicin dan 1.250 meter di sisi Kotabaru. Pekerjaan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan jembatan nantinya tidak hanya berdiri sebagai konstruksi utama, tetapi terintegrasi dengan jaringan jalan di kedua wilayah.

Sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam pelaksanaan proyek ini. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan menangani bentang utama cable-stayed sepanjang 505,5 meter serta sebagian jembatan pendekat menuju Kotabaru sepanjang 547,25 meter. Sementara sisa pekerjaan bentang pendekat ditangani Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan.

Pembangunan Jembatan Pulau Laut diarahkan untuk memperkuat konektivitas Tanahbumbu – Kotabaru sekaligus membuka akses transportasi yang lebih terintegrasi. Ketika seluruh konstruksi tersambung dan berfungsi, infrastruktur ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi antardaerah di Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalsel Tinjau Pembangunan Jembatan Pulau Laut 2029 Bisa Difungsikan juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan proyek tepat waktu. Dengan progres yang terus berjalan, optimisme bahwa jembatan ini akan menjadi tulang punggung konektivitas di Kalimantan Selatan semakin kuat. Diharapkan pada 2029, Jembatan Pulau Laut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Kanal Kalimantan