Rizky Ridho, Mahasiswa Sekaligus Pahlawan: Kisah di Balik Gelar Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Foto: Istimewa

Rizky Ridho, Mahasiswa Sekaligus Pahlawan: Kisah di Balik Gelar Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Kemenangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi sepak bola nasional, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif dari para pemain mudanya. Salah satunya adalah Rizky Ridho, bek andalan Persija Jakarta yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Di tengah padatnya jadwal pertandingan, Ridho mampu membagi waktu antara lapangan hijau dan kewajiban akademik, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di dunia sepak bola profesional.

Gelar juara ini terasa sangat istimewa karena menjadi yang pertama bagi Indonesia sejak 1991. Tim Garuda menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu. Rizky Ridho tampil dalam empat pertandingan, meski sebagian besar sebagai pemain pengganti. Kontribusinya tetap signifikan: ia mencetak satu gol ke gawang Bangladesh dan memberikan assist untuk gol Elkan Baggott di final melawan Thailand. Total ia mencatatkan 139 menit bermain, dengan empat tekel, empat intersep, dan enam sapuan.

Perjalanan menuju gelar tidaklah mudah. Sebelumnya, di Piala AFF 2026, Indonesia tersingkir di fase grup dan Rizky Ridho secara terbuka meminta maaf kepada para suporter. Kekecewaan itu menjadi motivasi bagi tim untuk bangkit. “Tentunya kami kecewa, otomatis suporter juga pasti lebih kecewa dari kami. Jadi saya mohon maaf mewakili Timnas Indonesia,” ujarnya saat itu. Kini, ia membalas dengan mengunggah foto dirinya mencium trofi sambil menulis, “A1 cium piala. Sekarang sama-sama kita rayakan.”

Kisah Rizky Ridho juga menarik perhatian dari dunia pendidikan. Ia tercatat sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Menurut Khoirul Anam, Ridho bahkan sempat mengikuti bimbingan tugas akhir melalui Zoom di sela-sela persiapan turnamen. Rektor Umsura, Prof. Mundakir, menyatakan kebanggaannya. “Kami tentu sangat bangga. Rizky Ridho bukan hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga membawa nama Umsura,” tuturnya.

Tidak hanya Ridho, dua pemain muda lain juga masih berstatus mahasiswa: Dony Tri Pamungkas (21 tahun) dari Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP) dan Arly. Dony sebelumnya memperkuat Timnas U-23 di SEA Games 2025, meski akhirnya dicoret dari skuad ASEAN Cup karena cedera. Prestasi mereka mendapat apresiasi dari kampus. “Prestasi Donny dan Arly menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UTP,” kata Wakil Rektor III UTP, Prof. Dr. Nuruddin Priya Budi S., M.Or.

Kontribusi pemain lokal dalam skuad juara juga menjadi sorotan. Pelatih Persekabpas Pasuruan, Bio Paulin, menilai keberhasilan ini membuktikan bahwa pemain lokal memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Ia menyoroti peran Rizky Ridho dan Egy Maulana Vikri yang mampu memberikan dampak positif ketika diberi kesempatan. “Pemain lokal juga punya potensi yang sangat bagus untuk bermain di level tertinggi,” ujar Bio.

Persija Jakarta menjadi klub penyumbang terbanyak pemain ke Timnas Indonesia, dengan lima nama: Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Rayhan Hannan, dan Nadeo Argawinata. Pelatih Shin Tae-yong pun memberikan ucapan selamat kepada para pemainnya, namun langsung mengingatkan mereka untuk kembali fokus bersama Persija. “Tadi saya mengucapkan selamat pada pemain Timnas Indonesia karena kemarin juara. Tapi suasana itu harus dihilangkan dari sekarang karena kita harus fokus Persija,” kata Shin Tae-yong.

Dengan menit bermain yang cukup signifikan, Rizky Ridho membuktikan bahwa status mahasiswa bukan penghalang untuk berprestasi di level internasional. Kisahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa pendidikan dan olahraga bisa berjalan seiring. Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 akan dikenang tidak hanya karena trofi, tetapi juga karena perjuangan para pemain muda yang mampu menyeimbangkan peran sebagai atlet dan mahasiswa.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi titik balik bagi sepak bola Indonesia untuk terus memberikan kesempatan kepada pemain lokal dan mengintegrasikan pembinaan usia muda dengan pendidikan. Rizky Ridho dan kawan-kawan telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan semua pihak, mimpi besar bisa terwujud.