Timnas Bangladesh Tahan Timnas Indonesia U-15 1-1 di Piala Dunia FIFA 2026
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Tim nasional sepak bola bangladesh menunjukkan semangat juang tinggi saat menahan imbang Timnas Indonesia U-15 dengan skor 1-1 dalam lanjutan Grup G Piala Dunia & Festival FIFA U-15 2026 di Pitch 5B Hovsan Competition Complex, Baku, Azerbaijan, Minggu (25/10/2026). Hasil ini menjadi poin kedua bagi tim nasional sepak bola bangladesh setelah sebelumnya juga bermain imbang, sementara Indonesia harus puas berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi empat poin.
Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan melalui Lyonel Musaling dan Rendra Maulana. Peluang pertama hadir pada menit ke-6 melalui tendangan Dicky Carstenz yang masih melebar. Namun, tim nasional sepak bola bangladesh justru membuka keunggulan pada menit ke-8 melalui Md Bayzid yang memanfaatkan celah di pertahanan Indonesia yang dikawal Renaldy Rizky. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Bangladesh.
Tertinggal satu gol, Indonesia meningkatkan tekanan melalui serangan terbuka dan bola mati. Namun, rapatnya pertahanan tim nasional sepak bola bangladesh mampu membendung berbagai upaya Garuda Muda hingga turun minum. Memasuki babak kedua, pelatih Furqon Alkatiri melakukan penyesuaian dengan memasukkan Daniel Febrianto untuk membantu membangun serangan. Meski demikian, penyelesaian akhir masih kurang efektif. Peluang Nazar Alfiansyah pada menit ke-26 masih melambung di atas gawang.
Kerja keras Indonesia akhirnya membuahkan hasil menjelang pertandingan berakhir. Kapten I Kadek Dwi Sedana Putra berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit 40+1, memanfaatkan umpan matang dari rekan setimnya. Gol tersebut memaksa tim nasional sepak bola bangladesh bermain lebih hati-hati di sisa waktu. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap 1-1.
Dengan hasil ini, Indonesia mengoleksi 4 poin dari tiga pertandingan. Sebelumnya, Garuda Muda menang 7-1 atas Fiji pada laga perdana, lalu kalah 0-3 dari Wales. Sementara itu, tim nasional sepak bola bangladesh baru mengumpulkan 2 poin dan berada di peringkat kelima, di atas Fiji yang belum meraih poin. Puncak klasemen Grup G ditempati Spanyol dengan 9 poin, disusul Wales dengan 7 poin, Indonesia 4 poin, Burundi 3 poin, Bangladesh 2 poin, dan Fiji 0 poin.
Pelatih Furqon Alkatiri mengaku kecewa dengan hasil imbang ini, tetapi tetap mengapresiasi perjuangan para pemain. “Anak-anak sudah berusaha maksimal. Bangladesh tampil disiplin dan sulit ditembus. Kami harus lebih tajam dalam memanfaatkan peluang,” ujarnya usai pertandingan. Sementara itu, kapten I Kadek Dwi mengaku senang bisa menyelamatkan tim dari kekalahan. “Gol itu untuk tim. Kami masih punya peluang lolos ke babak berikutnya,” katanya.
Turnamen edisi perdana ini diikuti oleh 14 pemain Indonesia hasil pembinaan sejumlah klub dan akademi. Persebaya Surabaya menjadi penyumbang terbanyak dengan empat pemain, disusul Persija Jakarta, Papua Football Academy, dan Asiana Soccer School masing-masing dua pemain. FIFA U-15 World Cup and Festival 2026 berlangsung pada 24-30 Oktober 2026 di Baku, Azerbaijan.
Di sisi lain, talenta muda Indonesia, Lyonel Musaling, tampil impresif. Pemain asal Halmahera Barat, Maluku Utara, itu terlibat dalam tiga gol saat Indonesia mengalahkan Fiji 7-1. Dua assist dan satu umpan silang yang berujung gol bunuh diri pemain Fiji menjadi bukti kualitasnya. Lyonel merupakan produk SSB Adidas Halmahera Barat dan pernah membela Garudayaksa FC/Garuda United U-18.
Kekuatan tim nasional sepak bola bangladesh di level usia muda patut diperhitungkan. Meski belum meraih kemenangan, mereka mampu menyulitkan lawan-lawannya. Pertandingan melawan Indonesia menjadi bukti bahwa tim nasional sepak bola bangladesh memiliki organisasi permainan yang baik dan disiplin taktik yang tinggi.
Dengan satu pertandingan tersisa, Indonesia masih berpeluang lolos ke babak berikutnya jika mampu meraih hasil positif melawan Spanyol. Sementara itu, tim nasional sepak bola bangladesh akan menghadapi Burundi dalam laga penentuan untuk memperbaiki posisi. Turnamen ini menjadi ajang pembelajaran berharga bagi para pemain muda dari kedua negara.
Secara keseluruhan, hasil imbang ini mencerminkan persaingan ketat di Grup G. Tim nasional sepak bola bangladesh membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang mudah, sementara Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal efisiensi serangan. Publik sepak bola Asia Tenggara dan Asia Selatan tentu menantikan perkembangan kedua tim di masa depan.
