Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya membangkitkan kembali kawasan wisata Pulau Kumala yang sempat lesu akibat pandemi COVID-19. Kini, Waterpark Jadi Andalan Baru Gaet Wisatawan Pulau Kumala yang tengah dalam tahap penyelesaian. Fasilitas ini diharapkan menjadi magnet utama untuk menarik kembali pengunjung yang selama ini menurun drastis.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengakui bahwa jumlah kunjungan ke Pulau Kumala belum kembali normal seperti sebelum pandemi. “Kalau sekarang kunjungan masih tetap ada, cuma memang tidak seramai sebelum COVID-19. Setelah COVID-19, dengan sendirinya jumlah wisatawan yang hadir ikut berkurang,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong, Kamis (8/10/2026).
Dampak pandemi tidak hanya dirasakan pada jumlah pengunjung, tetapi juga pada aktivitas usaha di kawasan tersebut. Sejumlah pelaku usaha yang sebelumnya membuka lapak terpaksa gulung tikar karena sepinya pengunjung. Saat ini, hanya sekitar dua hingga tiga pelaku usaha yang masih bertahan, termasuk stan kuliner. Kondisi ini membuat denyut ekonomi di Pulau Kumala belum pulih sepenuhnya.
Awang menilai bahwa Pulau Kumala membutuhkan atraksi dan wahana baru untuk menarik wisatawan. Salah satu yang diharapkan menjadi pemicu utama adalah waterpark yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian. “Memang PR-nya, kalau setiap objek wisata seperti itu, harus ada atraksi dan wahana. Sementara wahananya sendiri sudah dalam tanda kutip mangkrak sejak dulu. Sehingga orang berpikir, apa yang mau didatangi di situ?” jelasnya.
Lokasi waterpark dinilai sangat strategis karena berada tidak jauh dari akses jembatan menuju Pulau Kumala. Dari jembatan, pengunjung hanya perlu menempuh jarak sekitar 200 hingga 300 meter untuk mencapai lokasi. Hal ini diharapkan memudahkan akses bagi wisatawan, baik dari Tenggarong maupun Samarinda. “Harapan kita, waterpark itu nanti menjadi trigger untuk Pulau Kumala, untuk menarik pengunjung lagi,” tambah Awang.
Dispar Kukar juga menargetkan harga tiket waterpark tetap terjangkau, yakni di bawah Rp100 ribu. Dengan harga tersebut, fasilitas ini diharapkan mampu menarik masyarakat Tenggarong maupun Samarinda. “Kita ingin waterpark ini bisa diakses oleh semua kalangan, sehingga harga tiketnya harus ramah di kantong,” ujar Awang.
Namun, waterpark belum sepenuhnya rampung. Masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, seperti pengamanan kolam dan penataan lanskap. Awang menyebut, proses tender pekerjaan lanjutan telah selesai, tetapi belum masuk tahap kontrak. Setelah seluruh pekerjaan rampung, pemerintah daerah akan menentukan pola pengelolaan fasilitas tersebut.
“Kalau memang selesai tahun ini, kita bisa pikirkan untuk dibuka menjadi sumber PAD nanti. Apakah mau dikerjasamakan dengan pihak ketiga, atau kita kelola sendiri, atau kita bentuk UPT. Itu nanti biar pimpinan yang menentukan,” sebut Awang.
Kendati demikian, kawasan yang pernah menjadi ikon Kota Raja itu masih dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang berolahraga. Suasana rindang dengan udara yang relatif sejuk membuat warga tetap datang untuk beraktivitas, salah satunya jogging. “Saat ini, pengunjung dikenakan retribusi sebesar Rp10 ribu. Kunjungan biasanya meningkat saat libur sekolah, tahun baru, maupun hari raya,” tandasnya.
Kehadiran Waterpark Jadi Andalan Baru Gaet Wisatawan Pulau Kumala diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu mengembalikan kejayaan Pulau Kumala sebagai destinasi unggulan di Kalimantan Timur. Dengan pengelolaan yang tepat, fasilitas ini bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan.
Selain itu, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan, seperti perawatan rutin dan promosi yang gencar. Kolaborasi dengan pelaku usaha lokal juga penting agar roda perekonomian di sekitar kawasan wisata kembali bergeliat. Jika semua pihak bersinergi, bukan tidak mungkin Waterpark Jadi Andalan Baru Gaet Wisatawan Pulau Kumala akan menjadi ikon baru pariwisata Kukar.
Dengan target penyelesaian tahun ini, masyarakat diharapkan dapat segera menikmati fasilitas tersebut. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk swasta dan komunitas, akan sangat menentukan keberhasilan waterpark dalam menarik wisatawan. Pemerintah juga berencana melakukan evaluasi berkala untuk memastikan pengelolaan berjalan optimal.
Sebagai penutup, langkah Dispar Kukar menjadikan Waterpark Jadi Andalan Baru Gaet Wisatawan Pulau Kumala patut diapresiasi. Ini merupakan terobosan untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata yang sempat terpuruk. Dengan harga tiket terjangkau dan lokasi strategis, waterpark berpotensi besar menjadi destinasi favorit keluarga. Kini, tinggal menunggu realisasi dan komitmen semua pihak untuk mewujudkannya.
Penulis: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Editor: Intoniswan
Sumber Berita: UpdateKaltim.com

