PHSS Naikkan Produksi Sumur N 317L Menjadi 159 BOPD, Terobosan Teknologi Surface Desander di Lapangan Nilam

Foto: Istimewa

PHSS Naikkan Produksi Sumur N 317L Menjadi 159 BOPD, Terobosan Teknologi Surface Desander di Lapangan Nilam

Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mencatat capaian signifikan dalam upaya menggenjot produksi migas di wilayah kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur. Melalui penerapan teknologi surface desander, PHSS Naikkan Produksi Sumur N 317L Menjadi 159 BOPD, melonjak dari sebelumnya yang hanya berkisar rata-rata 72 barel per hari. Lonjakan lebih dari dua kali lipat ini menjadi salah satu tonggak penting bagi pengelolaan lapangan minyak yang telah memasuki fase mature atau tua.

Sumur N-317L yang berlokasi di Lapangan Nilam, Wilayah Kerja Sanga Sanga, selama ini menghadapi kendala operasional berupa pasir yang terbawa dari reservoir bersama fluida produksi. Masalah kepasiran ini kerap menurunkan kinerja sumur dan mengganggu kelancaran aliran minyak ke permukaan. Kondisi tersebut membuat tim operasi PHSS harus mencari solusi yang tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga efisien dari sisi biaya dan waktu.

Manager PHSS Field Teddy Indrawan menjelaskan bahwa penerapan teknologi surface desander merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mempertahankan produksi di lapangan minyak dan gas bumi yang telah memasuki fase mature, termasuk di wilayah Kalimantan. Menurutnya, inovasi ini menjadi kunci untuk memastikan sumur-sumur tua tetap mampu memberikan kontribusi produksi yang optimal tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan keandalan peralatan.

Teknologi surface desander bekerja dengan cara memisahkan pasir dari aliran produksi di permukaan. Perangkat ini membantu mengelola pasir yang terbawa dari reservoir bersama fluida produksi, sehingga aliran minyak dapat berjalan lebih lancar dan peralatan produksi terlindungi dari risiko abrasi. Berdasarkan catatan operasional PHSS, perangkat surface desander mampu memisahkan sekitar 5 hingga 7 kilogram pasir setiap hari. Pemantauan berkala yang dilakukan tim teknis juga menunjukkan tidak ditemukan masalah integritas pada peralatan, baik pada komponen desander maupun pada sistem perpipaan yang terhubung dengan sumur.

Keberhasilan PHSS Naikkan Produksi Sumur N 317L Menjadi 159 BOPD tidak terlepas dari pendekatan menyeluruh yang dilakukan perusahaan. Mulai dari analisis karakteristik reservoir, evaluasi kinerja sumur, hingga pemilihan teknologi yang tepat guna. Langkah ini sejalan dengan komitmen PHSS dalam mengelola aset-aset produksi secara profesional dan berkelanjutan, terutama di tengah tantangan alamiah penurunan produksi pada lapangan yang sudah beroperasi puluhan tahun.

Peningkatan produksi dari 72 BOPD menjadi 159 BOPD memberikan dampak positif yang berlapis. Selain menambah volume produksi harian, capaian ini juga memperpanjang umur ekonomis sumur N-317L dan memberikan harapan baru bagi pengelolaan Lapangan Nilam secara keseluruhan. Bagi PHSS, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa inovasi teknologi tepat guna mampu memberikan hasil nyata, bahkan pada sumur-sumur yang dianggap sudah melewati puncak produksinya.

Dalam konteks industri hulu migas nasional, kisah sukses PHSS Naikkan Produksi Sumur N 317L Menjadi 159 BOPD menjadi contoh bagaimana optimalisasi sumur mature dapat dilakukan tanpa harus selalu mengandalkan pengeboran sumur baru yang membutuhkan investasi besar. Pendekatan berbasis teknologi seperti surface desander membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan migas lain untuk meniru strategi serupa di lapangan mereka masing-masing.

Berikut beberapa poin penting dari capaian PHSS yang perlu dicermati:

  • Peningkatan produksi dari rata-rata 72 BOPD menjadi 159 BOPD pada Sumur N-317L.
  • Penggunaan teknologi surface desander untuk memisahkan pasir dari aliran produksi.
  • Kemampuan perangkat memisahkan sekitar 5 hingga 7 kilogram pasir per hari.
  • Tidak ditemukan masalah integritas pada peralatan berdasarkan pemantauan berkala.
  • Lokasi: Lapangan Nilam, Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur.

Penggunaan surface desander sendiri bukanlah teknologi yang sepenuhnya baru di industri migas. Namun, penerapannya pada sumur N-317L menunjukkan bahwa pemilihan teknologi harus disesuaikan dengan karakteristik sumur dan jenis kendala yang dihadapi. Pasir yang terbawa bersama fluida produksi merupakan salah satu masalah klasik pada sumur-sumur di cekungan mature. Jika tidak ditangani dengan baik, pasir dapat menyebabkan erosi pada choke, penyumbatan pada pipa, hingga penurunan kinerja pompa dan peralatan permukaan lainnya.

Dengan pengelolaan pasir yang lebih baik, tim operasi PHSS dapat menjaga kestabilan aliran produksi dan mengurangi frekuensi gangguan operasional. Hal ini pada akhirnya berdampak pada efisiensi biaya operasi dan peningkatan keandalan fasilitas produksi. Pemantauan berkala yang dilakukan juga menjadi bagian penting dari manajemen risiko, memastikan bahwa setiap perubahan kondisi sumur dapat diantisipasi sedini mungkin.

Ke depan, PHSS diharapkan terus mengembangkan inovasi serupa di sumur-sumur lain yang memiliki karakteristik serupa. Strategi mempertahankan produksi di lapangan mature menjadi semakin relevan mengingat sebagian besar lapangan migas di Indonesia saat ini telah memasuki fase penurunan produksi alamiah. Upaya seperti yang dilakukan PHSS Naikkan Produksi Sumur N 317L Menjadi 159 BOPD menjadi inspirasi bahwa dengan pendekatan teknis yang tepat, sumur-sumur tua masih dapat memberikan hasil yang signifikan.

Secara keseluruhan, capaian PHSS ini menunjukkan bahwa optimalisasi produksi tidak selalu identik dengan ekspansi besar-besaran. Terkadang, solusi sederhana namun tepat sasaran, seperti penerapan surface desander, mampu memberikan lompatan hasil yang nyata. Keberhasilan PHSS Naikkan Produksi Sumur N 317L Menjadi 159 BOPD menjadi bukti bahwa inovasi, ketekunan, dan pemahaman mendalam terhadap karakteristik sumur adalah kunci utama dalam mengelola aset migas di era mature. Dengan demikian, langkah ini tidak hanya berdampak pada pencapaian produksi jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi keberlanjutan operasi migas nasional di masa depan.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

Tags: