Dasco Tegaskan Kebijakan Negara Harus Berdampak Nyata, Ukuran Keberhasilan Bukan Regulasi

Foto: Istimewa

Dasco Tegaskan Kebijakan Negara Harus Berdampak Nyata, Ukuran Keberhasilan Bukan Regulasi

Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa Dasco Tegaskan Kebijakan Negara Harus Berdampak Nyata bagi masyarakat. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-10 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Menurut Dasco, keberhasilan sebuah kebijakan tidak cukup diukur dari banyaknya regulasi atau besarnya anggaran, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat.

“Ukuran keberhasilan kebijakan negara adalah ketika setiap rakyat membutuhkan perlindungan, maka rakyat benar-benar merasakan kehadiran negara,” ujar Dasco di hadapan para anggota dewan. Pernyataan ini menjadi penekanan penting bahwa Dasco Tegaskan Kebijakan Negara Harus Berdampak Nyata bukan sekadar retorika politik, melainkan komitmen yang harus diwujudkan dalam setiap program pemerintah.

Dalam pidatonya, Dasco juga menyoroti pentingnya evaluasi berkala terhadap kebijakan yang telah berjalan. Ia menilai bahwa selama ini masih ada kebijakan yang terjebak pada aspek administratif dan formalitas, sehingga dampaknya tidak optimal bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong agar setiap kementerian dan lembaga memiliki indikator kinerja yang berorientasi pada hasil, bukan hanya penyerapan anggaran.

“Jangan sampai kita merasa berhasil hanya karena anggaran terserap 100 persen, tetapi rakyat masih mengeluh kesulitan mendapatkan layanan dasar. Itu berarti kebijakan kita belum berdampak nyata,” tegasnya. Pernyataan tersebut memperkuat pesan bahwa Dasco Tegaskan Kebijakan Negara Harus Berdampak Nyata menjadi tolok ukur utama dalam menilai kinerja pemerintah.

Dasco juga mengingatkan bahwa DPR sebagai lembaga legislatif memiliki peran strategis dalam memastikan setiap undang-undang yang disahkan membawa perubahan positif. Menurutnya, fungsi pengawasan tidak hanya berhenti pada rapat dengar pendapat, tetapi harus sampai pada pengecekan di lapangan. Ia mengajak seluruh anggota dewan untuk turun langsung melihat kondisi masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan.

Dalam kesempatan itu, Dasco menyampaikan beberapa catatan terkait kinerja DPR selama masa persidangan. Ia mengapresiasi produktivitas legislasi yang telah dicapai, namun tetap mengingatkan bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas. “Undang-undang yang banyak tetapi tidak menyelesaikan masalah rakyat sama saja dengan menambah beban baru. Kita harus fokus pada dampak,” imbuhnya.

Pernyataan Dasco ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang menekankan pada hasil. Beberapa program pemerintah seperti bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, dan layanan kesehatan menjadi contoh sektor yang harus dievaluasi secara berkala. Jika akses masih sulit, distribusi tidak merata, atau kualitas layanan rendah, maka kebijakan tersebut perlu diperbaiki. Inilah inti dari Dasco Tegaskan Kebijakan Negara Harus Berdampak Nyata.

Selain itu, Dasco menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, kebijakan yang baik bisa kehilangan dampaknya jika tidak diimplementasikan dengan baik di tingkat lokal. Ia mendorong adanya koordinasi yang lebih erat, termasuk dalam hal data dan pelaporan, agar setiap program tepat sasaran. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga merasakan manfaatnya secara langsung.

Dalam konteks ekonomi, Dasco menilai bahwa kebijakan fiskal dan moneter harus mampu menciptakan lapangan kerja serta menjaga daya beli masyarakat. Ia menyebut bahwa stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok adalah indikator nyata keberhasilan kebijakan. Jika harga melonjak dan rakyat kesulitan, maka kebijakan tersebut perlu dievaluasi. Hal ini kembali menegaskan bahwa Dasco Tegaskan Kebijakan Negara Harus Berdampak Nyata bukan hanya untuk sektor sosial, tetapi juga ekonomi.

Menutup pidatonya, Dasco mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengawal kebijakan negara. Ia berharap agar DPR dan pemerintah dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Mari kita pastikan bahwa setiap kebijakan yang kita buat hari ini akan menjadi warisan yang baik bagi generasi mendatang. Itu hanya bisa terjadi jika dampaknya nyata,” pungkasnya.

Dengan penegasan ini, publik tentu menantikan langkah konkret berikutnya. Apakah kebijakan yang ada akan segera dievaluasi? Ataukah akan ada terobosan baru yang lebih menyentuh kebutuhan rakyat? Yang jelas, pernyataan Dasco menjadi pengingat bahwa negara hadir bukan untuk kepentingan segelintir orang, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Dasco Tegaskan Kebijakan Negara Harus Berdampak Nyata adalah panggilan untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas demi kesejahteraan bersama.

Sebagai kesimpulan, pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjadi momentum penting untuk merefleksikan arah kebijakan negara. Keberhasilan tidak lagi diukur dari dokumen atau anggaran, melainkan dari senyum dan kemudahan yang dirasakan rakyat. Jika semua pihak memiliki komitmen yang sama, maka cita-cita Indonesia yang adil dan makmur bukanlah hal yang mustahil. Sudah saatnya kebijakan negara benar-benar berdampak nyata.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak