Kalimantan Update – 10 Oktober 2026 | Konferensi International Intan-Handil 2026 Berakhir Ini Kata Bupati HSU menjadi sorotan utama setelah gala dinner penutup digelar di gedung H Abdul Wahid HK, Amuntai, Kamis (8/10/2026) malam. Acara yang berlangsung selama dua hari, 7-8 Oktober 2026, di Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ini sukses menyatukan para akademisi, pakar lahan basah, dan delegasi internasional dari berbagai negara.
Bupati HSU, H Sahrujani, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, narasumber, dan peserta yang telah menyukseskan konferensi internasional bertema “Memajukan Pertanian Lahan Basah dan Infrastruktur Dataran Rendah Berkelanjutan melalui Inovasi, Rekayasa Hidrodinamika, dan Kolaborasi Global”. Menurutnya, karakteristik wilayah HSU yang didominasi lahan basah menjadikan inovasi pertanian dan infrastruktur pengelolaan air sebagai kunci ketahanan pangan dan kemajuan daerah.
“Rekomendasi dari konferensi ini akan kita integrasikan dengan visi-misi pembangunan Kabupaten HSU. Semoga hasil pembahasan teknologi dan rekayasa hidrodinamika dapat diimplementasikan secara nyata untuk kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Sahrujani dalam sambutannya.
Gala dinner tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Kalsel, perwakilan Bappeda Provinsi Kalsel, serta para delegasi internasional. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai acara yang ditutup dengan doa dan pantun khas dari Bupati HSU.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sahrujani juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama penyelenggaraan di Amuntai dan mendoakan keselamatan perjalanan seluruh peserta yang akan melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin. Konferensi International Intan-Handil 2026 Berakhir Ini Kata Bupati HSU menjadi momen penting untuk merefleksikan capaian dan tantangan ke depan.
Sebelumnya, para pakar lahan basah diajak mengunjungi Polder Alabio, sebuah proyek infrastruktur pengelolaan air yang menjadi contoh nyata penerapan rekayasa hidrodinamika. Bupati HSU meminta agar hasil konferensi ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.
Konferensi ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain:
- Pengembangan teknologi irigasi hemat air untuk pertanian lahan basah.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan infrastruktur dataran rendah.
- Kolaborasi internasional dalam riset dan inovasi pertanian berkelanjutan.
- Integrasi kebijakan daerah dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Rekomendasi tersebut diharapkan dapat segera diadopsi oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Bupati Sahrujani menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjadikan HSU sebagai model pengembangan pertanian lahan basah di tingkat nasional maupun internasional.
Konferensi International Intan-Handil 2026 Berakhir Ini Kata Bupati HSU juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Menurut Bupati, pendekatan holistik yang melibatkan semua pihak adalah kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan di wilayah lahan basah.
Dengan berakhirnya konferensi ini, harapan besar tertuju pada implementasi nyata di lapangan. Bupati HSU berpesan agar semangat kolaborasi yang terbangun selama dua hari terus dipelihara dan diwujudkan dalam program-program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Sebagai penutup, gala dinner menjadi simbol persahabatan dan komitmen bersama untuk masa depan pertanian lahan basah yang lebih baik. Konferensi International Intan-Handil 2026 Berakhir Ini Kata Bupati HSU meninggalkan jejak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Kalimantan Selatan.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Kanal Kalimantan

