Internacional vs Corinthians: Drama 7 Kekalahan Beruntun dan Nasib Fernando Diniz di Ambang Z-4

Foto: Istimewa

Internacional vs Corinthians: Drama 7 Kekalahan Beruntun dan Nasib Fernando Diniz di Ambang Z-4

Kalimantan Update – 10 Oktober 2026 | Laga Internacional vs Corinthians pada pekan ke-29 Campeonato Brasileiro 2026 berakhir dramatis. Bermain di Stadion Beira-Rio, Porto Alegre, Corinthians menyerah 1-2 dari tuan rumah Internacional. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Timão yang mencatat tujuh kekalahan beruntun dan semakin dekat dengan zona degradasi.

Pertandingan Internacional vs Corinthians berjalan sengit sejak awal. Internacional membuka keunggulan saat laga baru berjalan 42 detik melalui gol cepat Vitinho, memanfaatkan assist Alan Patrick. Gol tersebut tercatat sebagai gol tercepat di edisi Brasileirão musim ini. Corinthians sempat memberikan perlawanan, namun pada menit ke-77 Alan Patrick kembali mencetak gol setelah menerima umpan Bruno Henrique, mengubah skor menjadi 2-0. André memperkecil kedudukan pada menit ke-80 berkat assist Vitinho, tetapi tidak cukup untuk menyelamatkan Corinthians dari kekalahan.

Pelatih Fernando Diniz langsung menjadi sorotan. Kekalahan dalam Internacional vs Corinthians membuat manajemen Corinthians mengambil keputusan tegas: memecat Diniz dari kursi pelatih. Ini adalah kedua kalinya Internacional memicu pemecatan pelatih Corinthians musim ini. Sebelumnya, Dorival Júnior juga dipecat setelah kalah 0-1 dari Internacional pada putaran pertama, 5 April 2026, di Neo Química Arena. Ironisnya, Internacional vs Corinthians menjadi momok yang menghantui stabilitas kursi pelatih Timão sepanjang musim.

Dampak kekalahan ini terasa besar. Corinthians kini terpuruk di posisi ke-16 dengan 32 poin, hanya unggul satu poin dari Internacional yang berada di posisi ke-17 dengan 31 poin. Sementara itu, Grêmio berada di posisi ke-18 dengan 30 poin. Menurut perhitungan Departemen Matematika Universitas Federal Minas Gerais (UFMG), probabilitas degradasi Corinthians mencapai 36,2%, Internacional 51%, dan Grêmio 63,8%. Angka ini menunjukkan bahwa Internacional vs Corinthians tidak hanya menjadi pertarungan di lapangan, tetapi juga menentukan masa depan kedua klub di kasta tertinggi sepak bola Brasil.

Krisis Corinthians semakin dalam dengan eliminasi dari Copa do Brasil dan Copa Libertadores. Tim juga mencatat rekor buruk empat kekalahan beruntun di kandang sendiri. Manajemen kini harus bergerak cepat mencari pelatih pengganti sebelum derbi melawan Palmeiras pada Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 17.30 waktu setempat di Nubank Parque. Sementara itu, Internacional yang baru ditangani Eduardo Baptista mendapat angin segar setelah kemenangan ini, meski masih berada di zona degradasi.

Berikut perbandingan situasi ketiga tim yang terlibat dalam drama degradasi:

Tim Posisi Poin Probabilitas Degradasi
Corinthians 16 32 36,2%
Internacional 17 31 51%
Grêmio 18 30 63,8%

Laga Internacional vs Corinthians juga diwarnai sejumlah kartu kuning. Breno Bidon (28′), Kaio César (41′), Alexandro Bernabéi (45+5′), Rodrigo Villagra (47′), Gustavo Henrique (58′), Paulo Lucas (58′), Rodrigo Garro (85′), Gabriel Mercado (90+5′), dan Gui Negão (90+5′) semuanya mendapat hukuman dari wasit. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Internacional untuk menghadapi Grêmio pada laga berikutnya, sementara Corinthians harus segera bangkit jika tidak ingin terjerumus ke Serie B.

Dengan sisa kompetisi yang semakin sedikit, setiap poin sangat berarti. Internacional vs Corinthians telah membuktikan bahwa tekanan di zona degradasi bisa memicu perubahan besar, termasuk pergantian pelatih. Akankah Corinthians mampu keluar dari keterpurukan? Akankah Internacional melanjutkan tren positif? Semua akan terjawab dalam pekan-pekan mendatang.

Penulis: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Editor: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Terra, Globo Esporte PB, TMC, Brasil 247, Esporte News Mundo