Friedkin Group Pertimbangkan Penjualan Everton hingga Rp 10,6 Triliun, Era Kepemilikan Baru Segera Berakhir?

Foto: Istimewa

Friedkin Group Pertimbangkan Penjualan Everton hingga Rp 10,6 Triliun, Era Kepemilikan Baru Segera Berakhir?

Kalimantan Update – 10 Oktober 2026 | Kabar mengejutkan datang dari jantung sepak bola Inggris. The Friedkin Group (TFG) dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah besar untuk melepas kepemilikan klub Everton. Isu panas ini mencuat setelah sejumlah media Inggris melaporkan bahwa Friedkin Group Pertimbangkan Penjualan Everton hingga Rp 10 6 Triliun, sebuah angka fantastis yang setara dengan 360 juta hingga 450 juta poundsterling. Rencana penjualan ini muncul hanya sekitar dua tahun setelah perusahaan investasi asal Amerika Serikat tersebut resmi mengambil alih mayoritas saham The Toffees dari pengusaha Inggris-Iran, Farhad Moshiri.

Langkah TFG mengakuisisi Everton pada Desember 2024 silam sempat dianggap sebagai angin segar bagi klub berjuluk The Toffees itu. Ketika itu, TFG mengambil alih 94 persen saham yang sebelumnya dikuasai Moshiri. Harapan besar pun menyertai kehadiran mereka, terutama untuk membenahi kondisi keuangan klub yang selama bertahun-tahun dilanda ketidakpastian. Namun, dinamika bisnis sepak bola rupanya berjalan sangat cepat. Kini, wacana Friedkin Group Pertimbangkan Penjualan Everton hingga Rp 10 6 Triliun kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar maupun pengamat olahraga.

Selama masa kepemimpinannya, TFG disebut telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk menstabilkan keuangan Everton. Salah satu upaya utama adalah restrukturisasi utang yang selama ini membelit klub. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan ruang napas bagi manajemen dalam mengelola operasional klub, termasuk menyelesaikan pembangunan stadion baru yang menjadi salah satu prioritas utama. Tidak hanya itu, TFG juga dikabarkan menarik sejumlah investor minoritas untuk memperkuat struktur permodalan klub. Nama-nama seperti Jason Kidd dan Christopher Sarofim disebut-sebut terlibat dalam skema investasi tersebut.

Dalam pernyataan resminya, manajemen TFG pernah menjelaskan kondisi Everton ketika mereka mulai mengambil alih pengelolaan. Mereka menyebut bahwa stabilitas keuangan dan penyelesaian pembangunan stadion menjadi bagian dari prioritas awal yang harus segera dituntaskan. Namun, besarnya tantangan yang dihadapi klub ternyata tidak selalu sejalan dengan ekspektasi awal. Hal inilah yang kemudian memunculkan spekulasi bahwa Friedkin Group Pertimbangkan Penjualan Everton hingga Rp 10 6 Triliun sebagai opsi strategis untuk keluar dari investasi mereka.

Bagi para penggemar Everton, kabar ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Apakah penjualan ini akan membawa angin perubahan positif, atau justru sebaliknya? Di satu sisi, kehadiran pemilik baru bisa berarti suntikan dana segar yang mampu membawa klub bersaing lebih ketat di kompetisi Premier League. Di sisi lain, ketidakpastian kepemilikan sering kali berdampak pada stabilitas performa tim di lapangan. Everton sendiri memiliki sejarah panjang sebagai salah satu klub tertua di Inggris dan memiliki basis suporter yang sangat loyal.

Jika benar terealisasi, transaksi ini akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kepemilikan klub sepak bola Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Angka 450 juta poundsterling atau sekitar Rp 10,6 triliun menunjukkan bahwa nilai Everton di mata investor masih sangat tinggi. Hal ini tidak terlepas dari potensi komersial klub, termasuk stadion baru yang sedang dibangun di kawasan Bramley-Moore Dock. Stadion tersebut diproyeksikan menjadi salah satu venue modern dengan kapasitas besar yang mampu meningkatkan pendapatan klub dari sektor matchday dan non-matchday.

Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi dari TFG mengenai penjualan ini. Laporan yang beredar masih sebatas indikasi bahwa opsi tersebut sedang dikaji secara serius. Pihak klub juga belum memberikan pernyataan terbaru terkait perkembangan ini. Situasi ini tentu membuat publik sepak bola Inggris menanti dengan antusias, apakah Friedkin Group Pertimbangkan Penjualan Everton hingga Rp 10 6 Triliun akan segera terwujud atau justru bertahan lebih lama untuk melanjutkan proyek yang telah dimulai.

Dari sudut pandang bisnis, keputusan untuk menjual atau mempertahankan klub memang tidak pernah mudah. TFG sebagai perusahaan investasi tentu memiliki perhitungan matang terkait return on investment. Jika kondisi pasar dianggap menguntungkan, menjual Everton pada harga yang tinggi bisa menjadi langkah logis. Namun, jika proyek jangka panjang seperti pembangunan stadion dan peningkatan performa tim dianggap belum selesai, bertahan bisa jadi pilihan yang lebih bijak. Apapun keputusannya nanti, yang paling penting adalah masa depan Everton sebagai klub sepak bola tetap terjaga dan terus berkembang.

Kesimpulannya, wacana Friedkin Group Pertimbangkan Penjualan Everton hingga Rp 10 6 Triliun mencerminkan dinamika bisnis sepak bola modern yang tidak bisa dilepaskan dari hitungan investasi. Kepemilikan TFG yang baru berjalan sekitar dua tahun menghadapi ujian besar, terutama dalam menjaga stabilitas keuangan dan menyelesaikan proyek strategis klub. Bagi Everton, perubahan pemilik bisa menjadi peluang sekaligus tantangan. Yang jelas, para penggemar berharap apapun yang terjadi, The Toffees tetap berdiri kokoh dan mampu bersaing di panggung tertinggi sepak bola Inggris.