Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun Cetak 15.749 Penumpang di Arus Balik Lebaran 2026, Tertinggi dalam Sejarah

Foto: Istimewa

Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun Cetak 15.749 Penumpang di Arus Balik Lebaran 2026, Tertinggi dalam Sejarah

Kalimantan Update – 11 Oktober 2026 | Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menorehkan catatan baru dalam sejarah angkutan Lebaran 2026. Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pada momen arus balik hingga H+7 Idul Fitri mencapai 15.749 orang. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang penyelenggaraan angkutan Lebaran di bandar udara iskandar tersebut.

“Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun per harinya memberangkatkan penumpang pada momen arus balik rata-rata sebanyak kurang lebih 1.020 penumpang,” ujar Asri Alie di Pangkalan Bun, Senin (30/3/2026). Lonjakan penumpang pada momen angkutan Lebaran hingga hari ke-17 tercatat sebesar 15,5 persen atau setara dengan 4.461 penumpang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selama periode arus balik tersebut, bandar udara iskandar melayani 130 aktivitas penerbangan yang terdiri dari 65 penerbangan kedatangan dan 65 penerbangan keberangkatan. Tiga maskapai yang beroperasi melayani para penumpang, yakni Batik Air dengan armada Airbus A320-200, NAIM AIR Boeing 737-500, dan Wings Air ATR 72. Rute yang dilayani meliputi Semarang, Jakarta, Surabaya, dan Ketapang.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai menambah jadwal penerbangan ekstra. Batik Air menambah penerbangan harian tujuan Semarang, sementara Nam Air menambah jadwal ke Semarang dan Surabaya pada hari-hari tertentu. Penambahan ini dilakukan guna memastikan mobilitas masyarakat selama periode arus balik tetap lancar.

Namun, di tengah tingginya aktivitas tersebut, operasional bandar udara iskandar sempat terganggu oleh kabut asap yang menyelimuti kawasan Pangkalan Bun dan sekitarnya pada Kamis (8/10/2026). Asri Alie menjelaskan bahwa jarak pandang di sekitar bandara hingga siang hari berada di bawah 1.500 meter, sehingga sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan.

“Tiga penerbangan Batik Air dibatalkan dan Nam Air semua di-cancel untuk penerbangan hari ini. Melihat kabut asap, visibility sangat rendah hingga siang ini, di bawah 1.500 meter,” kata Asri Alie. Pembatalan tersebut memengaruhi konektivitas udara Kotawaringin Barat dengan sejumlah kota besar, terutama Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Penumpang yang terdampak harus menyesuaikan kembali jadwal perjalanan mereka.

Gangguan penerbangan juga berimbas pada aktivitas ekonomi yang bergantung pada mobilitas jalur udara. Sektor hotel, transportasi, restoran, dan pariwisata menjadi bagian dari aktivitas yang ikut terdampak. Kotawaringin Barat selama ini menjadi pintu masuk menuju sejumlah destinasi wisata, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting, sehingga gangguan penerbangan dapat membuat perjalanan wisatawan yang telah menyusun jadwal ikut tertunda.

Di sisi lain, Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang, Aceh Besar, juga mencatat aktivitas kedatangan tamu internasional. Tamu undangan Muzakarah Internasional Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) ke-2 Tahun 2026 dari Malaysia dan Kamboja tiba pada Kamis (8/10/2026). Rombongan dari Kuala Lumpur tiba menggunakan pesawat AirAsia AK421 pada pukul 17.15 WIB, disusul rombongan dari Jakarta menggunakan Batik Air ID6898 pada pukul 18.25 WIB.

Kedatangan para tamu disambut panitia penjemput bersama aparat setempat, termasuk Danramil 21/Blang Bintang Kapten Inf Dian Herdiawan dan Kapolsek Blang Bintang Iptu Adrul Nafis. Di antara tamu asal Malaysia yang tiba adalah Dato’ H. Prof. Shulshil Azam bin Shuib, Siti Natijah binti Abd Aziz, Tuan Guru Muhammad Saleh Hamzah, serta Fatimah binti Abdullah bersama 52 murid Tuan Guru. Sementara itu, tamu asal Kamboja meliputi Yob Ashkari beserta ajudan, Slaiman Him, Arifin Sos, dan Lyman Sos.

Pengamanan kedatangan tamu telah dimulai sejak pukul 16.30 WIB. Sebagian tamu yang datang melalui penerbangan Kuala Lumpur dijadwalkan kembali pada Senin (12/10/2026) menggunakan pesawat AirAsia rute Banda Aceh-Kuala Lumpur. Kedatangan melalui dua penerbangan tersebut menjadi bagian dari mobilisasi tamu untuk mengikuti Muzakarah Internasional MPTT-I ke-2 Tahun 2026 di Aceh.

Secara terpisah, PT Angkasa Pura II memastikan kelancaran kedatangan kontingen PON XXI, penumpang reguler, dan wisatawan. Sementara itu, di kancah internasional, Gerakan Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan rudal balistik terhadap bandara internasional di Riyadh, Arab Saudi, sehingga mengganggu lalu lintas udara. Serangan tersebut menambah daftar tantangan yang dihadapi industri penerbangan global.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pihak UPBU Iskandar terus memantau kondisi jarak pandang di sekitar bandara dan menyesuaikan operasional penerbangan dengan perkembangan cuaca. Ke depan, peningkatan fasilitas dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk menjaga konektivitas udara di Kalimantan Tengah, terutama dalam menghadapi lonjakan penumpang pada periode-periode sibuk seperti arus mudik dan arus balik Lebaran.

Pencapaian 15.749 penumpang di bandar udara iskandar pada arus balik Lebaran 2026 menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Meski tantangan kabut asap masih membayangi, sinergi antara pengelola bandara, maskapai, dan pemerintah daerah diharapkan mampu memastikan kelancaran arus penumpang sekaligus mendukung sektor pariwisata dan perekonomian Kotawaringin Barat secara berkelanjutan.