Shamrock Rovers Kembali ke Puncak Klasemen Usai Hantam Drogheda United 3-1, Fans Melawan FAI
Kalimantan Update – 11 Oktober 2026 | Shamrock Rovers kembali menunjukkan tajinya di kompetisi League of Ireland Premier Division. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Tallaght Stadium, klub berjuluk The Hoops itu sukses mengalahkan Drogheda United dengan skor meyakinkan 3-1, sebuah hasil yang mengembalikan shamrock rovers ke puncak klasemen. Kemenangan ini sekaligus mempertegas ambisi mereka mempertahankan gelar juara musim ini.
Pertandingan yang berlangsung pada Rabu malam waktu setempat itu berjalan sangat cepat bagi tuan rumah. Baru 34 detik laga berjalan, Shamrock Rovers sudah membuka keunggulan melalui Graham Burke. Gol tersebut lahir berkat kelengahan bek Drogheda, Andrew Quinn, yang terpeleset di lapangan basah, memberi Burke ruang untuk menaklukkan kiper Fynn Talley. Bagi Burke, itu merupakan gol kesembilannya musim ini dan menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling tajam di liga.
Keunggulan tuan rumah berlipat ganda pada menit ke-20. Berawal dari bola panjang ke tengah pertahanan, kiper Drogheda Fynn Talley gagal menguasai bola dengan sempurna. John McGovern yang sigap langsung menyambar bola dan menceploskannya ke gawang kosong dari luar kotak penalti. Skor berubah menjadi 2-0, dan tekanan terhadap tim tamu semakin berat.
Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-45, McGovern kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini ia menyelesaikan umpan dari jarak 10 yard dengan tenang, membuat Shamrock Rovers menutup paruh pertama dengan keunggulan 3-0 yang nyaris tak terbantahkan. Drogheda United yang sebelumnya sempat mencatat kemenangan bersejarah melawan Trabzonspor dalam laga persahabatan tampak kesulitan mengembangkan permainan di Tallaght Stadium.
Di babak kedua, Drogheda United memang tampil lebih baik dan berhasil memperkecil kedudukan pada menit ke-88 melalui Brandon Kavanagh. Gol hiburan itu menjadi satu-satunya yang mampu mereka ciptakan, meski secara statistik tim tamu tercatat lebih agresif setelah turun minum. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 3-1 untuk kemenangan Shamrock Rovers. Hasil ini membuat The Hoops unggul tiga poin atas rival sekota, Bohemians dan St Patrick’s Athletic, di papan atas klasemen.
Menariknya, laga tersebut juga diwarnai aksi protes dari tribun penonton. Pendukung Shamrock Rovers mengangkat tiga spanduk yang mengkritik tajam Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) terkait penanganan dua pertandingan kontroversial melawan Israel. Salah satu spanduk bertuliskan kecaman keras terhadap kepemimpinan FAI, menyebut sikap mereka sebagai tindakan pengecut yang tak akan terlupakan. Spanduk lain secara spesifik menyoroti nama-nama petinggi FAI, termasuk Dave Courell, Paul Cooke, dan Packie Bonner.
Kritik ini muncul setelah FAI memutuskan tetap melanjutkan dua laga melawan Israel meski seruan boikot menguat selama berbulan-bulan. Dalam pertemuan dengan parlemen Irlandia, CEO FAI David Courell mengakui bahwa tidak ada pihak yang berkonsultasi dengan kiper Gavin Bazunu sebelum pengumuman skuad. Bazunu yang sempat menjadi pusat wacana boikot akhirnya menjadi satu-satunya pemain Irlandia yang menarik diri dari kedua pertandingan tersebut. FAI juga menyatakan bahwa UEFA menolak permintaan mereka untuk dipisahkan dari Israel dalam undian turnamen mendatang.
Di sisi lain, pelatih Shamrock Rovers Stephen Bradley mengungkapkan kebanggaannya terhadap penampilan kapten tim, Roberto “Pico” Lopes. Menurut Bradley, Lopes sempat mengalami penurunan performa setelah menjadi bintang bersama timnas Cape Verde di Piala Dunia musim panas lalu, termasuk saat berhadapan dengan Spanyol dan Argentina yang akhirnya bertemu di final. Bradley menilai penurunan itu lebih disebabkan oleh kelelahan mental akibat lonjakan popularitas, bukan faktor fisik.
“Jeda pertandingan sangat membantu. Dia jelas berada di puncak yang luar biasa tahun ini. Akan selalu ada kelelahan mental, bukan fisik. Yang dia lakukan dalam beberapa pekan terakhir adalah mengelola apa yang harus dia iyakan, dan itu sangat penting,” ujar Bradley. Ia menambahkan bahwa banyak pemain muda cenderung menerima semua tawaran hingga akhirnya kelelahan dan melupakan keluarga di rumah. Menurutnya, proses adaptasi seperti itu membutuhkan waktu dan dukungan dari klub.
Kemenangan atas Drogheda United juga menjadi pukulan telak bagi tim tamu. Drogheda kini tercatat hanya mampu meraih satu poin dari kemungkinan 21 poin saat bermain di Tallaght Stadium. Asisten pelatih Daire Doyle mengakui bahwa 45 menit pertama menjadi mimpi buruk bagi timnya, terutama karena dua kesalahan individu yang berujung pada gol cepat tuan rumah.
Dengan tambahan tiga poin ini, Shamrock Rovers semakin kokoh di jalur perburuan gelar. Konsistensi mereka di kandang sendiri, ditambah kualitas pemain seperti Burke, McGovern, dan Lopes, membuat The Hoops menjadi kandidat kuat juara musim ini. Namun, perjalanan masih panjang dan tekanan dari Bohemians serta St Patrick’s Athletic dipastikan akan terus menghantui hingga pekan-pekan terakhir.
Bagi para penggemar, laga melawan Drogheda United bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ada pesan sosial dan politik yang disampaikan lewat spanduk di tribun, menunjukkan bahwa klub ini tidak pernah lepas dari isu-isu yang lebih besar dari sekadar 90 menit pertandingan. Kombinasi antara performa di lapangan dan keberanian suporter menyampaikan aspirasi menjadikan Shamrock Rovers sebagai salah satu klub paling dinamis di Irlandia saat ini.
Ke depan, Shamrock Rovers dijadwalkan menghadapi rangkaian laga berat yang akan menentukan arah musim mereka. Jika mampu menjaga momentum dan fokus, bukan tidak mungkin gelar juara kembali menghiasi lemari trofi klub asal Dublin tersebut. Sementara itu, FAI dipastikan masih akan menghadapi tekanan publik terkait keputusan kontroversial mereka, terutama menjelang pertemuan-pertemuan internasional berikutnya.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: LMFM, Irish Mirror, Bury Free Press, Yeni Safak
