Kalimantan Update – 05 Oktober 2026 | Jagat sepak bola Argentina tengah bergelora menyambut rangkaian pertandingan pamungkas tahun 2026. Sorotan utama publik tentu tertuju pada duel Argentina vs Burkina Faso yang baru saja usai dengan skor telak 7-0 di Stadion Monumental, Buenos Aires. Kemenangan tanpa balas itu menjadi pembuka rangkaian laga internasional yang akan ditutup dengan momen paling emosional: pertandingan perpisahan sang kapten, Lionel Messi, melawan Benin pada Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 20.00 waktu setempat.
Laga Argentina vs Burkina Faso sendiri sempat diwarnai kabar kurang sedap sebelum kick-off. Panitia penyelenggara mengungkap kekacauan logistik yang nyaris membuat tim tamu dari Afrika itu batal terbang ke Buenos Aires. Jairo Pachón, agen pertandingan resmi FIFA sekaligus CEO Eurodata Sport, mengungkap bahwa penerbangan rombongan Burkina Faso di Casablanca, Maroko, dibatalkan mendadak pada 30 September lalu akibat kerusakan teknis. Maskapai beralasan force majeure, sementara para pemain sudah siap menaiki pesawat.
Keterlambatan penyediaan pesawat pengganti memicu kekecewaan mendalam di kubu Burkina Faso. Sejumlah pemain senior bahkan menyatakan keberatan melakukan perjalanan karena kelelahan menumpuk, mengingat mereka harus melintasi Samudra Atlantik lalu bertanding nyaris tanpa istirahat. Meski demikian, pertandingan akhirnya tetap digelar dan tuan rumah berpesta gol di hadapan publik sendiri.
Meski pesta gol tercipta, penampilan para pemain muda justru menjadi daya tarik tersendiri. Nico Paz yang disebut-sebut sebagai calon penerus nomor 10 Albiceleste tampil memukau, begitu pula Mastantuono yang mencetak gol pertamanya untuk timnas senior. Santi Castro nyaris menambah keunggulan lewat tembakan keras yang membentur mistar gawang, sementara Enzo Fernández mendikte lini tengah dengan kelasnya. Nama-nama seperti Giay dan Flores juga mendapat kesempatan menunjukkan kualitas mereka.
Di antara para pemain senior, Lautaro Martínez tampil lapar gol, Julián Álvarez kembali mencatatkan namanya di papan skor, dan Facundo Medina memperlihatkan ketangguhan di lini belakang. Penjaga gawang Emiliano Martínez mendapat ovasi meriah dari tribun. Pelatih Lionel Scaloni pun memanfaatkan laga ini untuk memberi menit bermain kepada seluruh pemain yang dipanggil dalam pemusatan latihan pertama pasca gelar runner-up Piala Dunia 2026.
Namun, perhatian utama sebenarnya sudah beralih ke laga berikutnya. Duel Argentina vs Benin dipastikan menjadi pertandingan terakhir Lionel Messi bersama timnas. La Pulga akan mengenakan jersey spesial yang ia perkenalkan sendiri melalui akun Instagram resminya, lengkap dengan pesan emosional: “Último partido… Una camiseta para toda la vida.” Jersey tersebut menampilkan bendera Argentina vertikal, matahari besar, serta nomor 10 dan nama Messi berwarna emas.
Laga Argentina vs Benin juga akan menjadi momen perpisahan bagi Nicolás Otamendi, bek veteran yang selama ini menjadi tembok kokoh di lini pertahanan. Sayangnya, momen itu sedikit tertutup oleh sorotan terhadap Messi yang akan menjalani laga ke-208 bersama timnas dan berpeluang menambah koleksi 125 golnya.
Sepanjang kariernya, Messi telah mempersembahkan gelar Piala Dunia 2022, Copa América 2021 dan 2025, serta Finalissima 2022. Ia juga membawa Argentina ke final Piala Dunia 2014 dan 2026, serta final Copa América pada 2007, 2015, dan 2016. Rekam jejak itu menjadikannya salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.
Sementara itu, Benin bukan tanpa cerita. Tim asuhan pelatih asal Jerman, Gernot Rohr, tiba lebih awal di Argentina dan bahkan menyaksikan laga Instituto kontra Independiente di Stadion Libertadores de América. Penyerang Steve Mounié menyebut laga ini sebagai kesempatan bersejarah bagi negaranya. “Ini gila bagi kami, kesempatan besar bisa bermain di laga terakhir Messi. Benin pertama kali melawan tim non-Afrika,” ujarnya kepada ESPN.
Di sisi lain, kompetisi domestik Argentina juga berjalan panas. Laga Argentina vs berbagai tim di Liga Profesional terus menyita atensi, termasuk duel Talleres kontra Belgrano di Torneo Clausura 2026 yang berlangsung di Stadion Mario Alberto Kempes, Córdoba. Laga bertajuk klasik Córdoba itu menampilkan aksi Lucas Zelarayán, Emiliano Rigoni, dan Diego Valoyes, dengan tensi tinggi sejak menit awal. Kartu kuning untuk Alexis Maldonado dan peluang-peluang berbahaya dari kedua tim mewarnai jalannya pertandingan.
Tak hanya itu, pertandingan Argentinos vs Tigre juga digelar di Stadion Mario Alberto Kempes pada Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 19.15 waktu Argentina, disiarkan langsung melalui TNT Sports Premium. Duel ini menjadi bagian dari fase grup Liga Profesional yang semakin ketat menjelang akhir musim.
Bagi publik Argentina, rangkaian laga Argentina vs lawan-lawannya kali ini bukan sekadar ajang uji coba. Ada nuansa sejarah yang menyertai setiap pertandingan, terutama menjelang penutupan karier internasional Messi. Malam di Monumental disebut-sebut sebagai Casa Blanca del fútbol argentino, rumah putih sepak bola Argentina, tempat kenangan baru diciptakan.
Dari kekacauan logistik Burkina Faso hingga pesta gol tujuh tanpa balas, dari kemunculan bintang muda hingga persiapan perpisahan sang legenda, sepak bola Argentina sedang menuliskan babak baru dalam sejarahnya. Laga Argentina vs Benin pada 6 Oktober nanti bukan hanya pertandingan biasa, melainkan penutup sebuah era keemasan yang akan dikenang lintas generasi.

