JLM Operasikan Kabel Bawah Laut INSIGHT Berkapasitas 30 Tbps, Alternatif Baru Konektivitas Internasional
Kalimantan Update – 11 Oktober 2026 | PT Jala Lintas Media (JLM) resmi mengoperasikan sistem kabel bawah laut INSIGHT sepanjang 1.123 kilometer yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura. Langkah ini menandai babak baru dalam infrastruktur telekomunikasi nasional, karena JLM Operasikan Kabel Bawah Laut INSIGHT Berkapasitas 30 Tbps yang mampu menjadi alternatif konektivitas internasional bagi berbagai sektor industri digital.
Chief Executive Officer PT Jala Lintas Media, Victor Irianto, menjelaskan bahwa jalur baru ini sangat diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada rute kabel bawah laut yang sudah beroperasi. “Gangguan akibat kabel putus dapat menghambat konektivitas internasional karena proses perbaikannya membutuhkan waktu cukup lama,” ujar Victor dalam pengarahan media JLM INSIGHT Subsea Cable di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Victor menambahkan bahwa perbaikan kabel bawah laut yang rusak dapat berlangsung selama beberapa bulan. Oleh karena itu, kehadiran sistem kabel INSIGHT diharapkan dapat menjadi solusi redundansi yang andal. Infrastruktur ini menyasar operator telekomunikasi, pusat data, layanan komputasi awan, dan penyedia layanan internet yang membutuhkan koneksi stabil dan berkapasitas besar.
Dengan kapasitas hingga 30 Tbps, JLM Operasikan Kabel Bawah Laut INSIGHT Berkapasitas 30 Tbps ini menjadi salah satu sistem kabel bawah laut dengan kapasitas terbesar yang melintasi kawasan Asia Tenggara. Kapasitas tersebut setara dengan kemampuan mentransmisikan jutaan data secara simultan, mendukung pertumbuhan trafik internet yang terus meningkat pesat, terutama dari layanan berbasis cloud dan streaming.
JLM INSIGHT Subsea Cable dibangun dengan teknologi terkini yang memungkinkan latency rendah dan keandalan tinggi. Rute Jakarta–Batam–Singapura dipilih karena merupakan jalur strategis yang menghubungkan pusat-pusat data utama di Indonesia dan Singapura, yang selama ini menjadi hub digital regional. Kehadiran kabel ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta konektivitas global.
Dalam paparannya, Victor juga menyoroti pentingnya diversifikasi rute untuk menjaga ketahanan jaringan. “Ketika terjadi gangguan pada satu jalur, lalu lintas data dapat dialihkan ke jalur lain tanpa mengganggu layanan,” jelasnya. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pelanggan yang mengutamakan kontinuitas bisnis.
Industri telekomunikasi dan pusat data di Indonesia menyambut positif langkah JLM ini. Menurut sejumlah analis, kebutuhan akan kapasitas bandwidth internasional terus tumbuh seiring dengan percepatan transformasi digital di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, perbankan, e-commerce, dan pendidikan. Ketersediaan infrastruktur seperti INSIGHT akan mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih kompetitif.
Selain itu, JLM Operasikan Kabel Bawah Laut INSIGHT Berkapasitas 30 Tbps juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kedaulatan digital. Dengan memiliki lebih banyak jalur kabel bawah laut, Indonesia dapat mengurangi risiko ketergantungan pada pihak asing dan mempercepat pemerataan akses internet berkualitas hingga ke daerah terpencil.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Perawatan kabel bawah laut memerlukan koordinasi lintas negara dan biaya operasional yang tidak sedikit. Namun, JLM optimistis bahwa investasi ini akan memberikan imbal hasil jangka panjang, baik dari sisi komersial maupun kontribusi terhadap infrastruktur nasional.
Ke depan, JLM berencana memperluas jangkauan sistem kabel INSIGHT ke wilayah lain di Indonesia. Perusahaan juga akan terus berinovasi dalam menyediakan layanan konektivitas yang handal dan terjangkau. Dengan demikian, JLM Operasikan Kabel Bawah Laut INSIGHT Berkapasitas 30 Tbps bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga fondasi bagi masa depan digital Indonesia.
Sebagai penutup, kehadiran kabel bawah laut INSIGHT menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas internasional Indonesia. Kapasitas 30 Tbps dan rute strategis Jakarta–Batam–Singapura memberikan nilai tambah bagi industri dan masyarakat. Diharapkan, langkah ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi digital serta meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak
