Said Dorong Suyudi Percepat Pembenahan Polri, Momentum Emas Reformasi Institusi
Kalimantan Update – 12 Oktober 2026 | Ketua Badan Anggaran DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menyuarakan dorongan kuat kepada Suyudi Ario Seto untuk mempercepat pembenahan Polri. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Indoposco, Said menilai bahwa kepemimpinan baru di tubuh Polri menghadapi pekerjaan besar dalam memperkuat institusi, terutama dari sisi tata kelola, integritas, dan pelayanan kepada masyarakat. Isu Said Dorong Suyudi Percepat Pembenahan Polri pun menjadi sorotan publik karena dinilai sebagai momentum strategis untuk melakukan reformasi menyeluruh di korps Bhayangkara.
Rotasi 88 Perwira Tinggi sebagai Langkah Awal
Said Abdullah melihat rotasi besar-besaran yang melibatkan 88 perwira tinggi, termasuk 19 kapolda, sebagai langkah awal yang positif untuk membentuk tim kerja yang solid. Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan personel saja tidak cukup. Menurutnya, pembenahan struktur dan budaya organisasi harus menjadi prioritas utama agar transformasi yang diharapkan dapat terwujud secara nyata. “Rotasi adalah pintu masuk, tetapi tanpa perbaikan sistem dan mentalitas, perubahan hanya akan bersifat kosmetik,” tegas Said dalam pernyataannya.
Dalam pandangan Said, ada beberapa area krusial yang perlu segera dibenahi oleh Suyudi Ario Seto. Pertama, penguatan integritas internal melalui sistem pengawasan yang ketat dan transparan. Kedua, peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama dalam hal respons cepat terhadap laporan masyarakat. Ketiga, pembenahan tata kelola anggaran dan sumber daya manusia agar lebih efisien dan akuntabel. Semua ini sejalan dengan semangat Said Dorong Suyudi Percepat Pembenahan Polri yang menekankan pentingnya percepatan reformasi di semua lini.
Empat Pilar Pembenahan yang Diusulkan
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut empat pilar utama yang menurut Said perlu menjadi fokus percepatan pembenahan Polri:
- Integritas dan Akuntabilitas: Memperkuat sistem pengawasan internal dan eksternal untuk mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di tubuh Polri.
- Profesionalisme SDM: Meningkatkan kompetensi personel melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan, serta menerapkan sistem promosi dan mutasi yang berbasis kinerja.
- Pelayanan Publik yang Prima: Mengembangkan layanan berbasis teknologi untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam penanganan laporan dan pengaduan.
- Kemitraan dengan Masyarakat: Membangun hubungan yang harmonis antara polisi dan masyarakat melalui program-program community policing yang partisipatif.
Lebih lanjut, Said menekankan bahwa pembenahan Polri harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Ia berharap Suyudi Ario Seto dapat memanfaatkan momentum ini untuk meninggalkan warisan reformasi yang signifikan. “Jangan sia-siakan kepercayaan publik. Setiap langkah kecil menuju perbaikan akan berdampak besar bagi citra Polri di mata masyarakat,” ujarnya.
Dukungan dan Harapan dari Berbagai Pihak
Dorongan Said Abdullah untuk mempercepat pembenahan Polri juga sejalan dengan aspirasi masyarakat yang mendambakan institusi kepolisian yang bersih dan profesional. Berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi dan organisasi masyarakat sipil, menyambut baik seruan tersebut. Mereka menilai bahwa reformasi Polri adalah keniscayaan jika Indonesia ingin memperkuat supremasi hukum dan demokrasi.
Namun, tantangan tidaklah kecil. Polri menghadapi kompleksitas masalah yang telah mengakar, mulai dari budaya feodalisme, resistensi terhadap perubahan, hingga keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, Said mendorong Suyudi untuk tidak ragu mengambil langkah-langkah tegas, termasuk menindak personel yang melanggar aturan tanpa pandang bulu. “Percepatan pembenahan Polri harus dimulai dari keteladanan pemimpin. Jika pemimpinnya bersih dan tegas, seluruh jajaran akan mengikuti,” tambahnya.
Dalam konteks ini, isu Said Dorong Suyudi Percepat Pembenahan Polri menjadi semacam penanda bahwa reformasi institusi kepolisian tidak bisa lagi ditunda. Publik menanti aksi nyata, bukan sekadar retorika. Suyudi Ario Seto memiliki kesempatan emas untuk membuktikan komitmennya dalam membangun Polri yang lebih baik, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Kesimpulan
Dorongan Said Abdullah kepada Suyudi Ario Seto untuk mempercepat pembenahan Polri merupakan sinyal positif bagi agenda reformasi institusi penegak hukum. Dengan rotasi 88 perwira tinggi sebagai langkah awal, harapan akan perubahan yang lebih fundamental semakin terbuka. Namun, keberhasilan pembenahan ini sangat bergantung pada komitmen, keteladanan, dan keberanian pemimpin baru dalam mengambil keputusan sulit. Jika semua pihak bersinergi, bukan tidak mungkin Polri akan menjelma menjadi institusi yang lebih profesional, transparan, dan dicintai rakyat. Publik kini menanti bukti nyata dari janji-janji pembenahan tersebut.
Penulis: Syaifullah | Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak
