Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menjadi sorotan dalam peringatan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara yang digelar di Sofifi, Senin (12/10/2026). Dalam pidatonya, Sherly Tjoanda menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan provinsi sepanjang 550 kilometer secara bertahap hingga 2029, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dirasakan merata oleh seluruh masyarakat.
Sherly Tjoanda mengungkapkan bahwa saat dirinya dilantik, terdapat sekitar 550 kilometer ruas jalan provinsi yang belum tersambung, sementara tingkat kemantapan jalan baru mencapai 46 persen dari total sekitar 1.000 kilometer. “Saya menyadari masih ada jalan yang belum tersambung,” ujarnya. Ia merinci pembangunan jalan pada 2025 sepanjang 25 kilometer, kemudian pada 2026 dilaksanakan 125 kilometer dengan konstruksi lapis penetrasi makadam (lapen). “Pada 2027, kita menganggarkan pembangunan 150 kilometer jalan lagi sehingga total jalan yang dibangun mencapai 300 kilometer. Selanjutnya, pada 2027-2029, kita menargetkan penyelesaian sisa sekitar 250 kilometer jalan,” jelas Sherly Tjoanda.
Tidak hanya jalan provinsi, pemerintah juga mendorong pembangunan jalan usaha tani untuk mendukung aktivitas pertanian. Program ini ditargetkan meningkat dari 50 kilometer pada 2025 menjadi 100 kilometer pada 2026, dan 200 kilometer pada 2027. Sherly menyebut masih ada sekitar 5.000 kilometer jalan usaha tani yang perlu dibangun untuk mendukung kebutuhan desa-desa di Maluku Utara.
Dalam kesempatan yang sama, Sherly Tjoanda menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang pada 2025 tercatat sekitar 34 persen, tertinggi di Indonesia. Namun, ia mengakui pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya inklusif dan merata. “Masih banyak keluarga dan saudara-saudara kita yang belum merasakan manfaat pertumbuhan tersebut. Inilah pekerjaan rumah kita bersama,” tegasnya. Tema HUT ke-27, “Tumbuhnya Harus Terasa”, menurut Sherly, menegaskan bahwa kemajuan daerah harus benar-benar dirasakan masyarakat di dapur, di kantong, dan dalam kehidupan ekonomi keluarga.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menunjukkan komitmen terhadap perlindungan pekerja rentan. Sherly Tjoanda secara simbolis menyerahkan kartu kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 19 ribu pekerja rentan, dengan iuran sepenuhnya ditanggung APBD. Perlindungan ini difokuskan bagi pekerja sektor pertanian melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan. “Kita belum yang terbaik tapi improve setiap tahun. Belum mencapai target, tapi menuju ke sana,” ujar Sherly. Ia juga mendorong perluasan menuju Universal Coverage Jamsostek (UCJ) dengan melibatkan seluruh jajaran pemerintah daerah dan sektor swasta.
Pada malam puncak HUT ke-27 di Alun-Alun Sofifi, Sabtu (10/10), Sherly Tjoanda menyerukan pentingnya menjaga persatuan demi pembangunan. Ia mengibaratkan Maluku Utara sebagai rumah besar yang harus dijaga bersama. “Apa pun perbedaannya, suku, agama, pulau, pilihan, kita harus ingat bahwa kita punya satu rumah besar yang kita beri nama Maluku Utara. Jika ada kritik, sampaikan dengan data dan solusi, jangan merusak rumah yang kita tinggali bersama,” pesannya. Sherly juga memaparkan rencana pembangunan Trans Kie Raha yang menghubungkan Sofifi dengan Halmahera Tengah, ditargetkan dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam pada 2027.
Berbagai program lain turut dijalankan untuk memperluas manfaat pembangunan, seperti renovasi rumah tidak layak huni, bantuan bagi nelayan, serta pembebasan biaya komite bagi siswa SMA, SMK, dan SLB. Sherly berharap pembangunan Maluku Utara tidak hanya diukur dari capaian ekonomi, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk warga di pulau-pulau terjauh.
Dengan target ambisius pembangunan jalan hingga 2029 dan komitmen pemerataan kesejahteraan, kepemimpinan Sherly Tjoanda di Maluku Utara diharapkan mampu menjawab tantangan infrastruktur dan sosial ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi modal penting, namun keberhasilannya akan ditentukan oleh sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Sherly Tjoanda terus menegaskan bahwa pembangunan harus inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan demi Maluku Utara yang lebih maju dan sejahtera.

