Jadwal Moto3 Mandalika 2026: Veda Ega Start Ketujuh, Quiles Rebut Gelar Dunia di Lombok
Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi saksi puncak rangkaian balapan pada Minggu, 11 Oktober 2026. Bagi para penggemar balap motor Tanah Air, jadwal moto3 mandalika 2026 menjadi informasi paling dinanti karena kelas Moto3 tampil lebih dulu sebelum balapan utama MotoGP. Balapan Moto3 Mandalika 2026 sendiri dijadwalkan start pukul 11.00 WITA atau 10.00 WIB, dan dapat disaksikan secara langsung melalui Trans7 maupun layanan streaming Vidio dan Vision+.
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menjadi sorotan utama pada seri kandang ini. Rider yang membela Honda Team Asia tersebut memulai balapan dari posisi ketujuh hasil kualifikasi. Ia berada tepat di belakang pemuncak klasemen sementara, Maximo Quiles. Dukungan puluhan ribu suporter tuan rumah diyakini menjadi energi tambahan bagi Veda untuk tampil agresif sejak lap pertama.
Sepanjang empat seri terakhir, Veda Ega memang belum berhasil finis di posisi sepuluh besar. Karena itu, jadwal moto3 mandalika 2026 menjadi momentum penting bagi pembalap asal Yogyakarta itu untuk mengakhiri tren kurang menguntungkan sekaligus kembali mengumpulkan poin di hadapan publik sendiri.
Jalannya Balapan: Veda Ega Sempat ke Posisi Kedua
Balapan berlangsung sengit sejak awal. Veda Ega yang start dari urutan ketujuh langsung melesat dan sempat berada di posisi kedua pada putaran kedua. Sayangnya, ia gagal mempertahankan posisi tersebut dan perlahan melorot ke urutan keenam pada putaran ketujuh, bahkan turun ke posisi ketujuh pada putaran kesepuluh.
Di depan, Maximo Quiles tampil dominan setelah merebut posisi terdepan dari David Almansa. Insiden kemudian terjadi pada putaran ke-13 ketika Adrian Cruces yang berada di depan Veda mengalami crash. Veda berhasil menghindar dari insiden tersebut dan sempat naik ke posisi kelima dengan balapan tersisa lima putaran.
Namun, jarak dengan Marco Bertelle di posisi keempat terlalu jauh untuk dikejar. Memasuki tiga putaran terakhir, Veda Ega kembali melorot ke urutan ketujuh, lalu sempat melebar pada putaran ke-18 sehingga posisinya turun ke urutan kedelapan. Meski demikian, pembalap muda Indonesia itu menunjukkan determinasi luar biasa di putaran terakhir dan berhasil menyodok finis di posisi keenam.
Hasil Akhir dan Klasemen Juara Dunia
Maximo Quiles keluar sebagai juara Moto3 Mandalika 2026 sekaligus mengunci gelar juara dunia. Ia naik podium puncak disusul David Almansa di posisi kedua dan Brian Uriarte di posisi ketiga. Sementara itu, Veda Ega Pratama harus puas finis di urutan keenam setelah tampil berani di putaran penutup.
Dengan hasil ini, Quiles memimpin klasemen dengan koleksi 326 poin, unggul 127 angka atas Almansa di posisi kedua. Selisih tersebut sudah cukup untuk memastikan gelar juara dunia lebih cepat, mengingat syarat minimal keunggulan 126 poin setelah seri Mandalika terpenuhi.
Jadwal dan Cara Menonton
Bagi yang ingin menyaksikan ulang atau mengikuti rangkaian balapan, berikut informasi siaran yang bisa dimanfaatkan:
- Trans7: siaran gratis melalui televisi dan live streaming di Vidio
- SPOTV 2: tersedia melalui platform Vidio dengan paket berlangganan
- Vision+: layanan streaming berlangganan
- Situs resmi MotoGP: akses internasional berbayar
Rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sendiri berlangsung pada 9-11 Oktober 2026, mencakup sesi latihan bebas, kualifikasi, Sprint Race, hingga balapan utama. Kelas Moto3 selalu digelar lebih dulu sebagai pembuka hari balapan, sehingga penggemar yang ingin menyaksikan aksi Veda Ega disarankan menyiapkan waktu sejak pagi.
Secara keseluruhan, jadwal moto3 mandalika 2026 tidak hanya menyajikan pertarungan memperebutkan poin, tetapi juga menjadi panggung penentuan gelar juara dunia. Kombinasi antara tekanan gelar, dukungan suporter tuan rumah, dan persaingan ketat di lintasan menjadikan seri ini salah satu yang paling berkesan sepanjang musim. Bagi Veda Ega, finis di posisi keenam di hadapan publik sendiri menjadi modal berharga untuk menghadapi seri-seri berikutnya, sekaligus membuktikan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi kejuaraan dunia.
