Kabar Duka: Gandung Pardiman Tutup Usia, Sosok Pejuang Sejati Golkar Berpulang
Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Kabar duka menyelimuti dunia politik nasional. Politikus senior Partai Golkar sekaligus anggota DPR RI, Gandung Pardiman, meninggal dunia pada Selasa, 27 Oktober 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Pria yang dikenal sebagai pejuang sejati ini mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, setelah cukup lama berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
Kabar kepergian Gandung Pardiman dibenarkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji. Menurutnya, almarhum memang telah lama sakit, namun semangatnya yang tinggi membuatnya tetap aktif dalam sejumlah kegiatan kenegaraan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Sudah agak lama sakit, tapi karena semangat jadi beliau kadang masih aktif,” ujar Sarmuji saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Sarmuji pun mengenang almarhum sebagai sosok yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk melayani rakyat melalui jalur partai politik. Ia menyebut Gandung Pardiman sebagai pemimpin yang sangat berdedikasi dan teguh dalam menjalankan visi perjuangan.
“Beliau seorang pejuang sejati. Dia abdikan hidup beliau melayani rakyat melalui partai. Pemimpin yang sangat berdedikasi, keras dalam menjalankan visi,” tuturnya.
Jejak Panjang Karier Politik di Golkar
Almarhum bukanlah nama baru di kancah perpolitikan Tanah Air. Gandung Pardiman lahir di Bantul pada 25 Februari 1953. Ia menempuh perjalanan politik yang panjang di tubuh Partai Golkar, mulai dari kepengurusan tingkat kabupaten hingga akhirnya memimpin organisasi Golkar di tingkat provinsi sebagai Ketua DPD Partai Golkar DIY.
Sebelum melangkah ke Senayan, pria bergelar Drs. H. Gandung Pardiman, MM ini tercatat pernah menjadi anggota DPRD DIY. Kariernya kemudian berlanjut ke DPR RI dengan mewakili daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta. Di parlemen, ia duduk sebagai anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.
Ketua DPD Partai Golkar DIY, Singgih Januratmoko, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian sang senior. Bagi Golkar DIY, Gandung Pardiman bukan sekadar kader, melainkan figur yang menunjukkan semangat luar biasa dalam menjalankan tugas dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Beliau orang yang benar-benar semangatnya luar biasa dan pantang menyerah. Beliau orang yang baik sekali, memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujar Singgih.
Dikenal Dekat dengan Masyarakat Gunungkidul
Sepanjang kiprahnya, almarhum dikenal memiliki kedekatan yang erat dengan masyarakat, khususnya di Kabupaten Gunungkidul dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dedikasinya dalam melayani masyarakat menjadi salah satu warisan yang akan selalu dikenang oleh warga yang pernah ia bantu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan pada hari yang sama, Selasa (27/10/2026), pukul 17.00 WIB. Lokasi pemakaman berada di Padukuhan Kerjo 2, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Rumah duka pun dipusatkan di wilayah tersebut untuk menerima pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Gandung Pardiman menjadi kehilangan besar bagi keluarga, kerabat, kolega, serta masyarakat DIY yang selama ini mengenalnya sebagai sosok pekerja keras dan pantang menyerah. Banyak pihak menyampaikan duka cita mendalam melalui berbagai saluran, menandakan betapa besar jejak pengabdian yang ia tinggalkan.
Penghormatan Terakhir untuk Sang Pejuang
Rangkaian prosesi pemakaman akan digelar secara sederhana namun penuh khidmat, sesuai dengan permintaan keluarga. Masyarakat dan kolega diharapkan dapat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang telah banyak berjasa bagi daerah dan bangsa.
Dengan kepergian Gandung Pardiman, Partai Golkar kehilangan salah satu kader terbaiknya yang telah mengabdikan diri sejak lama. Semangat dan dedikasi almarhum diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi penerus dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara.
Kepergian tokoh yang dikenal teguh dalam menjalankan visi ini meninggalkan duka mendalam, namun juga meninggalkan warisan perjuangan yang tak akan terlupakan. Selamat jalan, sang pejuang sejati.
