Kalimantan Update – 03 Oktober 2026 | Manchester United memang dikenal sebagai salah satu klub dengan aktivitas transfer terbesar di Premier League. Setiap musim, Setan Merah tak segan menggelontorkan dana fantastis demi mendatangkan pemain bintang. Namun, tidak semua rekrutan mampu memenuhi ekspektasi di Old Trafford. Sebuah tinjauan terbaru dari TeamTalk menyusun daftar 10 Rekrutan Terburuk Manchester United di Era Premier League, sebuah catatan kelam yang menjadi pelajaran berharga bagi manajemen klub dalam mengelola bursa transfer.
Daftar ini menunjukkan bahwa mahalnya harga seorang pemain tidak selalu berbanding lurus dengan performa di lapangan. Mulai dari penyerang sayap hingga kiper, sejumlah nama besar harus rela dicap sebagai salah satu 10 Rekrutan Terburuk Manchester United di Era Premier League karena gagal memberikan kontribusi signifikan bagi tim.
Jadon Sancho dan Antony: Pemborosan di Lini Serang
Nama Jadon Sancho menempati posisi teratas dalam daftar ini. Didatangkan dari Borussia Dortmund pada 2021 dengan harga 73 juta poundsterling, Sancho diharapkan menjadi solusi di lini sayap. Namun, ia hanya mencetak 9 gol dan 6 assist dari 58 laga Premier League sebelum akhirnya dilepas secara gratis pada akhir musim 2025/2026. Performa yang jauh dari kata memuaskan mengingat statusnya sebagai salah satu winger muda terbaik Eropa saat itu.
Tak jauh berbeda, Antony juga masuk dalam jajaran 10 Rekrutan Terburuk Manchester United di Era Premier League. Direkrut dari Ajax pada 2022 dengan biaya 85,6 juta poundsterling, pemain asal Brasil ini hanya menambah 2 gol dari 59 laga liga berikutnya. Ia kemudian dijual ke Real Betis seharga 22,5 juta poundsterling, sebuah kerugian besar bagi klub.
Kegagalan di Bawah Mistar Gawang
Posisi kiper juga menjadi sorotan. Andre Onana dibeli dari Inter Milan pada 2023 seharga 47,2 juta poundsterling untuk menggantikan David de Gea. Sayangnya, kiper asal Kamerun ini sering membuat kesalahan fatal yang berujung pada hilangnya poin. Ia akhirnya dipinjamkan ke Trabzonspor pada awal musim ketiganya. Sebelumnya, ada Massimo Taibi yang didatangkan pada 1999 sebagai pengganti Peter Schmeichel. Kiper asal Italia ini hanya tampil 4 kali dan kebobolan 11 gol tanpa pernah mencatatkan clean sheet, menjadikannya salah satu 10 Rekrutan Terburuk Manchester United di Era Premier League yang paling diingat.
Bintang yang Padam Terlalu Cepat
Alexis Sanchez didatangkan dari Arsenal pada Januari 2018 dengan harapan besar. Namun, ia hanya mencetak 5 gol dalam 45 penampilan di semua kompetisi. Performanya yang menurun drastis membuatnya dijuluki sebagai salah satu transfer paling mengecewakan. Hal serupa dialami Angel Di Maria yang dibeli dari Real Madrid pada 2014 seharga 59,7 juta poundsterling. Ia terlibat perselisihan posisi dengan Louis van Gaal dan hanya bertahan satu musim sebelum pindah ke PSG.
Nama Bebe juga masuk dalam daftar ini. Bergabung pada 2010 seharga 7,4 juta poundsterling di era Ferguson, ia hanya mencatatkan 7 penampilan dan lebih sering dipinjamkan. Minimnya analisis sebelum rekrutmen menjadi penyebab utama kegagalannya.
Rekrutan Anyar yang Belum Membuktikan Diri
Dua nama terbaru, Mason Mount dan Manuel Ugarte, juga masuk dalam radar. Mason Mount direkrut dari Chelsea pada 2023 seharga 55 juta poundsterling, tetapi perjalanannya terhambat masalah kebugaran hingga absen dalam 70 pertandingan di tiga musim pertamanya. Sementara itu, Manuel Ugarte bergabung dari Paris Saint-Germain pada 2024 dengan biaya awal 42 juta poundsterling ditambah bonus 8,4 juta poundsterling, namun belum menunjukkan performa yang konsisten.
Donny van de Beek melengkapi daftar 10 Rekrutan Terburuk Manchester United di Era Premier League. Ia hanya menjadi starter dalam 4 pertandingan Premier League pada musim debutnya dan kesulitan mendapat tempat reguler hingga akhirnya hengkang.
Data dan Fakta
| Nama Pemain | Asal Klub | Tahun | Harga | Kontribusi |
|---|---|---|---|---|
| Jadon Sancho | Borussia Dortmund | 2021 | 73 juta pounds | 9 gol, 6 assist (58 laga PL) |
| Antony | Ajax | 2022 | 85,6 juta pounds | 2 gol dari 59 laga liga |
| Andre Onana | Inter Milan | 2023 | 47,2 juta pounds | Sering blunder, dipinjamkan |
| Alexis Sanchez | Arsenal | 2018 | Tukar pemain | 5 gol dalam 45 laga |
| Angel Di Maria | Real Madrid | 2014 | 59,7 juta pounds | Hanya satu musim |
| Bebe | Vitoria Guimaraes | 2010 | 7,4 juta pounds | 7 penampilan |
| Massimo Taibi | Venezia | 1999 | Tidak disebutkan | 4 laga, 11 kebobolan |
| Mason Mount | Chelsea | 2023 | 55 juta pounds | Absen 70 pertandingan |
| Manuel Ugarte | PSG | 2024 | 42 juta pounds + bonus | Belum konsisten |
| Donny van de Beek | Ajax | 2020 | 35 juta pounds | 4 starter di musim debut |
Dari data di atas, terlihat bahwa mayoritas dari 10 Rekrutan Terburuk Manchester United di Era Premier League gagal karena ketidaksesuaian gaya bermain, masalah adaptasi, atau cedera berkepanjangan. Manajemen klub pun diharapkan lebih cermat dalam menganalisis kebutuhan tim sebelum mengeluarkan dana besar.
Kesimpulannya, daftar ini bukan sekadar catatan sejarah kelam, melainkan cerminan bahwa kesuksesan transfer tidak hanya ditentukan oleh harga mahal. Faktor seperti mentalitas, kecocokan taktik, dan kondisi fisik pemain menjadi kunci. Manchester United perlu belajar dari kesalahan masa lalu agar tidak kembali masuk dalam jajaran 10 Rekrutan Terburuk Manchester United di Era Premier League di masa mendatang. Dengan evaluasi menyeluruh, Setan Merah berpeluang membangun skuad yang lebih solid dan kompetitif di pentas Premier League maupun Eropa.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

