Dosen Unpam Edukasi Ibu PKK Depok tentang Privasi Digital, Cegah Bahaya Oversharing
Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | Dosen Unpam Edukasi Ibu PKK Depok tentang Privasi Digital menjadi sorotan penting di tengah meningkatnya kebiasaan masyarakat membagikan aktivitas keluarga di media sosial. Universitas Pamulang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menggelar penyuluhan literasi digital bagi ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di kawasan Bukit Sawangan Indah, Depok. Kegiatan ini menyoroti risiko oversharing, yakni kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan, serta pentingnya membangun personal branding yang positif di ruang digital.
Program bertema Bijak Bermedia Digital melalui Edukasi Oversharing dan Personal Branding untuk Keluarga ini menyoroti risiko membagikan informasi pribadi secara berlebihan. Materi yang disampaikan mencakup perlindungan data keluarga, keamanan digital, serta pembentukan identitas positif melalui aktivitas di media sosial. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi komunikasi yang semakin cepat.
Peran Perguruan Tinggi dalam Literasi Digital
Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pamulang, Iis Mardiansyah, menekankan pentingnya penyuluhan untuk memperkuat pemahaman masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi komunikasi. Menurut dia, perguruan tinggi memiliki peran menjembatani kemajuan teknologi dengan kebutuhan literasi digital masyarakat. Langkah Dosen Unpam Edukasi Ibu PKK Depok tentang Privasi Digital ini dinilai sebagai wujud nyata kontribusi akademisi bagi masyarakat luas.
Iis juga memandang perkembangan teknologi komunikasi bukan sekadar kemajuan perangkat dan kemudahan memperoleh informasi. Pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan dalam kehidupan bermasyarakat menjadi bagian dari upaya yang perlu diperkuat melalui edukasi. Ia menambahkan bahwa pemahaman yang baik tentang privasi digital akan membantu keluarga terhindar dari berbagai risiko, mulai dari pencurian data hingga penyalahgunaan identitas.
Risiko Oversharing yang Sering Diabaikan
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak memahami berbagai risiko yang mengintai akibat oversharing. Beberapa risiko utama yang dibahas antara lain:
- Pencurian data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
- Penyalahgunaan foto dan informasi anak untuk kejahatan siber.
- Penipuan digital yang memanfaatkan informasi keluarga.
- Penurunan reputasi akibat jejak digital yang tidak terkontrol.
- Gangguan keamanan fisik karena lokasi dan rutinitas keluarga terpublikasi.
Edukasi ini menekankan bahwa setiap unggahan di media sosial memiliki jejak digital yang sulit dihapus. Karena itu, ibu-ibu PKK diajak lebih berhati-hati sebelum membagikan momen keluarga, terutama yang memuat data sensitif seperti alamat rumah, nomor telepon, atau lokasi sekolah anak.
Membangun Personal Branding yang Bijak
Selain membahas risiko, Dosen Unpam Edukasi Ibu PKK Depok tentang Privasi Digital juga mengajarkan cara membangun personal branding yang positif. Personal branding bukan hanya milik publik figur atau pebisnis, tetapi juga penting bagi setiap individu yang aktif di media sosial. Melalui personal branding yang baik, masyarakat dapat menampilkan citra diri yang kredibel, santun, dan bermanfaat tanpa harus mengorbankan privasi.
Para peserta diberikan pemahaman tentang cara memilih konten yang layak dibagikan, mengatur privasi akun, serta memanfaatkan media sosial untuk kegiatan produktif seperti usaha rumahan dan kegiatan sosial. Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah kebiasaan oversharing menjadi kebiasaan bermedia sosial yang lebih cerdas dan bertanggung jawab.
Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan
Kegiatan ini mendapat respons positif dari ibu-ibu PKK Bukit Sawangan Indah. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya menjaga privasi digital keluarga. Beberapa peserta bahkan berencana menerapkan pengaturan privasi pada akun media sosial mereka dan lebih selektif dalam membagikan informasi.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak komunitas di Depok dan sekitarnya. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan sehat. Upaya Dosen Unpam Edukasi Ibu PKK Depok tentang Privasi Digital menjadi contoh bahwa literasi digital harus terus digalakkan, terutama bagi kelompok keluarga yang menjadi fondasi utama pendidikan karakter di rumah.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang cerdas, tetapi juga mampu melindungi diri dan keluarganya dari berbagai ancaman di dunia digital. Privasi digital bukan sekadar isu teknis, melainkan bagian dari hak asasi setiap individu yang perlu dijaga bersama.
