Kalimantan Update – 15 Oktober 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program gentengisasi. Kali ini, Jawa Barat Luncurkan Gentengisasi dari Majalengka sebagai tahap berikutnya yang dijadwalkan pada 8 November 2026. Program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perekonomian rakyat melalui pembangunan perumahan rakyat yang berbasis produk lokal.
Langkah ini menjadi angin segar bagi para perajin genteng di Majalengka yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi genteng berkualitas. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa pelaksanaan gentengisasi dilakukan secara bertahap. Tahap sebelumnya telah berhasil dilaksanakan di Jatiwangi, Majalengka, dan Plered, Purwakarta, dengan distribusi mencapai ratusan ribu keping genteng. Kini, giliran Majalengka yang kembali dipercaya untuk menjadi pusat distribusi tahap selanjutnya.
Pada tahap yang akan datang, Jawa Barat menjadwalkan distribusi sebanyak 2,4 juta keping genteng atau setara dengan 600 truk. Genteng-genteng tersebut akan dipasok dari Majalengka dengan harga Rp 2.500 per keping melalui koperasi. Harga ini dinilai sangat kompetitif dan mampu bersaing dengan produk pabrikan, sekaligus memberikan keuntungan bagi para perajin lokal. Sebanyak 45 perajin akan terlibat dalam program ini, terdiri dari 34 perajin bersertifikat SNI dan 11 perajin yang telah lolos uji keandalan. Keterlibatan perajin bersertifikat ini menjadi jaminan kualitas produk yang akan digunakan dalam pembangunan perumahan rakyat.
Program gentengisasi yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini bukan sekadar program pengadaan barang. Lebih dari itu, ini adalah upaya sistematis untuk menggerakkan roda perekonomian daerah, khususnya di sektor industri kerajinan genteng. Dengan melibatkan koperasi sebagai distributor, diharapkan terjadi pemerataan pendapatan dan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat. Koperasi berperan sebagai jembatan antara perajin dan konsumen, memastikan harga yang adil dan distribusi yang efisien.
Keberhasilan program gentengisasi di Jatiwangi dan Plered menjadi bukti bahwa produk UMKM lokal mampu bersaing dan memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan. Jatiwangi, yang terletak di Kabupaten Majalengka, telah lama dikenal sebagai kota genteng dengan kualitas ekspor. Sementara Plered di Purwakarta juga memiliki tradisi panjang dalam pembuatan genteng dan keramik. Kedua daerah ini menjadi pilot project yang sukses, sehingga mendorong pemerintah untuk memperluas program ke wilayah lain, termasuk menjadikan Majalengka sebagai pusat distribusi utama.
Dalam konteks pembangunan perumahan rakyat, penggunaan genteng lokal memiliki banyak keuntungan. Selain mendukung UMKM, genteng lokal juga memiliki karakteristik yang sesuai dengan iklim tropis Indonesia. Genteng tanah liat dari Majalengka dikenal kuat, tahan lama, dan mampu meredam panas, sehingga cocok untuk rumah tinggal di berbagai daerah. Dengan harga Rp 2.500 per keping, genteng ini menjadi pilihan ekonomis bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang mengikuti program perumahan rakyat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan program gentengisasi ini tidak hanya berdampak pada perajin, tetapi juga pada sektor transportasi dan logistik. Distribusi 2,4 juta keping genteng yang setara dengan 600 truk akan melibatkan banyak pengusaha angkutan lokal. Hal ini secara tidak langsung akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perputaran ekonomi di daerah. Selain itu, program ini juga menjadi ajang promosi bagi genteng Majalengka agar semakin dikenal di pasar nasional.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Pemerintah perlu memastikan bahwa kualitas genteng yang diproduksi oleh 45 perajin tetap konsisten. Sertifikasi SNI dan uji keandalan menjadi langkah awal yang baik, namun pengawasan berkelanjutan harus dilakukan. Selain itu, kapasitas produksi perajin juga perlu ditingkatkan agar dapat memenuhi target 2,4 juta keping tepat waktu. Dukungan berupa pelatihan, akses permodalan, dan teknologi tepat guna akan sangat membantu para perajin dalam memenuhi permintaan yang besar.
Koperasi sebagai lembaga distribusi juga memegang peranan penting. Koperasi harus mampu mengelola stok, mengatur jadwal pengiriman, dan memastikan pembayaran kepada perajin berjalan lancar. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar program ini tidak menuai masalah di kemudian hari. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berjanji akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.
Dari sisi kebijakan nasional, program gentengisasi sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM. Presiden sering menekankan pentingnya penggunaan produk dalam negeri dalam berbagai proyek pembangunan. Gentengisasi menjadi salah satu contoh konkret bagaimana kebijakan pro-UMKM dapat diimplementasikan di tingkat daerah. Diharapkan, program serupa juga dapat diadopsi oleh provinsi lain di Indonesia.
Peluncuran tahap berikutnya dari Majalengka pada 8 November 2026 akan menjadi momen penting bagi para perajin dan masyarakat Jawa Barat. Acara tersebut kemungkinan akan dihadiri oleh pejabat daerah dan perwakilan pemerintah pusat. Selain sebagai seremoni, peluncuran ini juga menjadi penanda dimulainya distribusi besar-besaran genteng Majalengka ke berbagai proyek perumahan rakyat. Masyarakat pun diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari program ini, baik sebagai konsumen maupun sebagai pelaku usaha.
Dengan segala potensi dan tantangannya, Jawa Barat Luncurkan Gentengisasi dari Majalengka merupakan langkah berani yang patut diapresiasi. Program ini tidak hanya membantu menyediakan hunian layak bagi rakyat, tetapi juga mengangkat derajat perajin lokal dan memperkuat ekonomi daerah. Jika berhasil, gentengisasi bisa menjadi model pembangunan inklusif yang menggabungkan kepentingan ekonomi, sosial, dan budaya. Ke depan, diharapkan semakin banyak produk UMKM lain yang juga mendapat kesempatan serupa, sehingga roda perekonomian nasional semakin kokoh dan berkeadilan.
Sebagai penutup, keberhasilan gentengisasi dari Majalengka akan sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak: pemerintah, perajin, koperasi, dan masyarakat. Dukungan regulasi, pendanaan, serta semangat gotong royong menjadi fondasi utama. Mari kita saksikan bersama bagaimana genteng-genteng dari Majalengka akan menjadi bagian dari wajah perumahan rakyat Indonesia, sekaligus simbol kebangkitan UMKM lokal yang berdaya saing global.

