Kalimantan Update – 15 Oktober 2026 | Pertemuan marítimo vs porto di ajang Liga Portugal akhir pekan lalu menjadi panggung pemanasan yang menarik sebelum FC Porto kembali berlaga di Liga Champions. Dalam laga yang berlangsung sengit, Porto harus kehilangan penyerang andalannya, William Gomes, akibat cedera. Insiden tersebut memaksa pelatih Francesco Farioli melakukan rotasi dan menurunkan Borja Sainz sebagai pengganti. Menariknya, duel marítimo vs porto ini juga menjadi saksi bagaimana Porto mulai kehilangan konsistensi di lini belakang, sebuah masalah yang kemudian terulang di Sevilla.
FC Porto kembali mengunjungi Stadion La Cartuja, Sevilla, untuk menghadapi Real Betis pada matchday kedua Liga Champions 2026/27. Laga yang digelar Rabu malam waktu setempat itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan tuan rumah. Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Porto di fase liga, setelah sebelumnya takluk dari Manchester City. Kini, pasukan Dragões terpuruk di peringkat 29 atau 30 dengan nol poin, sementara Betis menduduki posisi sembilan dengan enam poin sempurna.
Farioli melakukan empat perubahan dibandingkan laga marítimo vs porto sebelumnya. Martim Fernandes, Pablo Rosario, Gabri Veiga, dan Borja Sainz masuk menjadi starter, menggantikan Jan Bednarek yang terkena hukuman, William Gomes yang cedera, serta Alberto Costa dan Alan Varela yang dicadangkan. Di kubu Betis, Manuel Pellegrini menyambut kembali Antony yang baru pulih dari cedera, sekaligus menurunkan lima pemain berbeda dari laga kontra Osasuna.
Babak pertama berjalan tanpa gol, namun bukan berarti tanpa peluang. Kiper Porto, Diogo Costa, tampil gemilang dengan setidaknya dua penyelamatan penting. Betis yang lebih mendominasi harus gigit jari setelah sepakan Deossa dari luar kotak penalti hanya tipis melebar. Skor kacamata bertahan hingga turun minum, tetapi badai gol baru benar-benar datang di paruh kedua.
Abde Ezzalzouli membuka keunggulan Betis pada menit ke-47 lewat tendangan melengkung indah yang tak mampu dijangkau Diogo Costa. La Cartuja pun bergemuruh. Namun, Porto merespons dengan cepat. Tujuh menit berselang, Gabri Veiga mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas langsung. Bola menghujam sudut gawang Álvaro Vallés, memanfaatkan kesalahan antisipasi kiper Betis. Skor kembali imbang 1-1.
Farioli kemudian melakukan perubahan besar dengan memasukkan Samu, Oskar Pietuszewski, dan Alberto Costa. Keputusan itu berbuah manis. Pada menit ke-61, Samu yang baru masuk mencetak gol debutnya di Liga Champions dengan penyelesaian tajam setelah menerima umpan tumit dari Pepê. Bola sempat membentur mistar sebelum masuk. Porto berbalik unggul 2-1 dan tampak akan mengendalikan permainan.
Sayangnya, keunggulan itu tidak bertahan lama. Antony, yang kembali dari cedera, menjadi momok bagi pertahanan Porto. Ia beberapa kali merepotkan lini belakang tim tamu, termasuk satu sepakan yang membentur tiang gawang. Pada menit ke-74, Cucho Hernández menyamakan kedudukan memanfaatkan umpan matang dari Antony. Gol tersebut menjadi yang pertama bagi Cucho di ajang Liga Champions.
Puncak drama terjadi pada menit ke-84. Ortiz menerobos ke kotak penalti dan terjatuh setelah berbenturan dengan Kiwior. Wasit Clément Turpin awalnya mengabaikan insiden itu, tetapi VAR yang dipimpin Willy Delajod menyarankan peninjauan ulang. Setelah meninjau monitor, Turpin menunjuk titik putih. Isco yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan, menaklukkan Diogo Costa dan membawa Betis unggul 3-2. Vallés kemudian menebus kesalahannya dengan penyelamatan krusial di akhir laga, memastikan kemenangan tuan rumah.
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Porto di Liga Champions musim ini. Dari dua laga, mereka belum mengumpulkan poin sama sekali. Sementara itu, Betis bergabung dengan sembilan tim lain yang mengoleksi enam poin, termasuk Sporting CP. Pelatih Farioli jelas memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam menjaga konsistensi performa setelah unggul. Pola yang mirip sebenarnya sudah terlihat dalam laga marítimo vs porto, di mana lini belakang Porto beberapa kali lengah.
Selanjutnya, Porto akan menjamu PSV Eindhoven di Stadion do Dragão pada Selasa (20/10) pukul 16.00 waktu setempat. Laga ini menjadi misi wajib menang jika ingin menjaga asa lolos ke fase gugur. Sementara Betis akan menghadapi ujian berat melawan pemuncak klasemen La Liga, Barcelona, pada Sabtu (17/10), sebelum menjamu Feyenoord di Liga Champions.
Duel marítimo vs porto dan laga kontra Betis memberikan gambaran jelas bahwa Porto memiliki kualitas menyerang yang mumpuni, tetapi rapuh secara mental dan taktis saat harus mempertahankan keunggulan. Evaluasi menyeluruh dari staf pelatih menjadi kunci. Jika tidak segera dibenahi, mimpi untuk bersaing di Eropa bisa sirna lebih cepat dari yang diperkirakan.

