Kalimantan Update – 15 Oktober 2026 | Klub Inter Miami akhirnya memastikan satu tempat di babak play-off Major League Soccer (MLS) musim ini setelah meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas New York City FC dalam laga yang digelar di Nu Stadium, Miami, Florida. Kemenangan ini menjadi momen penting bagi skuad asuhan Cristian ‘Kily’ González, yang kini bisa bernapas lega karena tiket ke fase gugur sudah aman di tangan mereka, bahkan masih menyisakan beberapa pertandingan di musim reguler.
Dua gol kemenangan Inter Miami dicetak oleh Germán Berterame pada menit ke-20 dan Rodrigo De Paul tepat sebelum turun minum. Berterame akhirnya memecah kebuntuan setelah puasa gol yang panjang sejak Mei 2025, sementara De Paul menegaskan kualitasnya sebagai gelandang serang kelas dunia dengan penyelesaian tajam memanfaatkan umpan matang dari Lionel Messi.
Gol Pembuka Berterame Akhiri Paceklik
Proses gol pertama Inter Miami lahir dari kerja sama tim yang indah. Messi mengontrol bola di depan kotak penalti, lalu melepaskan umpan kepada De Paul. De Paul kemudian mengirim bola lambung diagonal yang menemukan Luis Suárez di sisi kanan. Striker asal Uruguay itu dengan tenang mengirim umpan mendatar ke mulut gawang, dan Berterame yang berdiri bebas hanya perlu menyontek bola ke gawang kosong. Gol tersebut menjadi yang pertama bagi Berterame sejak Mei, sekaligus mengakhiri kritik yang sempat mengarah padanya.
De Paul Perlebar Keunggulan Lewat Serangan Balik Cepat
Keunggulan Inter Miami bertambah di penghujung babak pertama. Berterame membawa bola melewati garis tengah dan mengirim umpan yang sedikit tidak akurat, namun justru menemukan Messi di sisi kanan. Kapten timnas Argentina itu dengan cerdik menarik tiga pemain bertahan lawan, lalu melepaskan umpan terobosan menggunakan sisi luar kaki kirinya. De Paul yang masuk dari lini kedua langsung menyambar bola dan melepaskan tembakan keras yang menghujam sudut kanan atas gawang yang dijaga Matt Freese.
Messi Catat Rekor 427 Asistensi Sepanjang Karier
Umpan untuk gol De Paul mencatatkan sejarah tersendiri bagi Lionel Messi. La Pulga kini telah mengoleksi 427 asistensi sepanjang karier profesionalnya, dengan rincian 269 bersama Barcelona, 67 untuk timnas Argentina, 56 di Inter Miami, dan 34 ketika berseragam Paris Saint-Germain. Angka tersebut menegaskan posisinya sebagai pemain dengan jumlah umpan gol terbanyak dalam sejarah sepak bola modern, jauh meninggalkan pesaing terdekatnya seperti Dusan Tadic (327) dan Thomas Müller (303).
Pertahanan Solid dan Penyelamatan Krusial St. Clair
Di babak kedua, Inter Miami tampil lebih disiplin dalam bertahan. Kiper asal Kanada, Dayne St. Clair, menjadi pahlawan dengan mematahkan penalti yang dieksekusi Nicolás Fernández Mercau di masa tambahan waktu. Penyelamatan tersebut memastikan gawang Inter Miami tetap bersih untuk dua pertandingan beruntun, sebuah pencapaian yang sebelumnya sulit diraih dalam sepuluh laga terakhir.
Pelatih Cristian González mengaku puas dengan performa timnya. “Saya sangat menyukai cara kami kembali ke posisi bertahan. Lawan tidak bisa mengejutkan kami lewat serangan balik, dan kami bermain agresif. Kami mematahkan setiap upaya mereka,” ujarnya usai laga.
Dampak bagi New York City FC
Kekalahan ini membuat New York City FC semakin terpuruk di luar zona play-off. Tim asuhan Pascal Jansen belum meraih kemenangan sejak pertengahan September dan hanya menang sekali dalam beberapa bulan terakhir. Meski demikian, Jansen menegaskan pihaknya tidak akan mengubah pendekatan secara drastis. “Kami selalu melakukan persiapan matang sebelum setiap pertandingan. Tidak ada perbedaan menjelang lima laga tersisa,” tegasnya.
Dengan tambahan tiga poin, Inter Miami kini mengoleksi 52 poin dan kokoh di peringkat kedua Wilayah Timur, di bawah Nashville. Kemenangan ini juga memastikan keunggulan bermain di kandang sendiri pada babak play-off, sebuah modal berharga untuk melangkah jauh di kompetisi bergengsi Amerika Serikat tersebut.
Keberhasilan Inter Miami mengunci tiket play-off lebih cepat menjadi sinyal bahwa proyek besar yang dibangun klub ini mulai menuai hasil. Kombinasi pengalaman Messi, ketajaman Suárez, kreativitas De Paul, serta solidnya lini belakang di bawah arahan González membuat Inter Miami patut diperhitungkan sebagai salah satu kandidat juara MLS musim ini. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin trofi bergengsi itu akan mendarat di Florida pada akhir musim nanti.

