PT Auri Steel Metalindo Ekspor 60 Ribu Baja Ringan ke Australia, Tembus Pasar Global

Foto: Istimewa

PT Auri Steel Metalindo Ekspor 60 Ribu Baja Ringan ke Australia, Tembus Pasar Global

Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | PT Auri Steel Metalindo Ekspor 60 Ribu Baja Ringan ke Australia menjadi tonggak sejarah bagi industri baja nasional. Ekspor perdana sebanyak 60.000 batang baja ringan senilai Rp132 miliar ini diberangkatkan dari Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, pada Jumat (2/10/2026). Langkah ini tidak hanya membanggakan bagi perusahaan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar baja internasional.

Pengiriman tahap awal tersebut diperkirakan memiliki potensi volume ekspor tahunan mencapai 6.000 ton. Capaian pelaku usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ini mendukung proyeksi ekspor besi dan baja nasional yang diperkirakan mendekati US$28 miliar pada 2025. PT Auri Steel Metalindo Ekspor 60 Ribu Baja Ringan ke Australia menunjukkan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing di pasar global yang ketat.

Penguatan ekspor manufaktur ini terjadi di tengah dinamika harga Hot-Rolled Coil produsen Indonesia yang menguat di kisaran US$525 hingga US$534 per ton CFR Vietnam pada paruh kedua tahun 2026. Kenaikan harga ini menjadi sinyal positif bagi industri baja dalam negeri, meskipun berbagai tantangan masih menghadang.

Sektor industri baja nasional saat ini menghadapi tantangan kebijakan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa terkait emisi karbon, gempuran produk impor murah, serta gejolak geopolitik global. Pemerintah dan pelaku industri merespons hambatan tersebut melalui strategi hilirisasi, efisiensi biaya skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), serta perluasan pasar ke negara tujuan seperti Tiongkok, Taiwan, India, Vietnam, dan Italia.

Menteri Perindustrian dalam keterangan terpisah menyatakan apresiasi atas capaian PT Auri Steel Metalindo Ekspor 60 Ribu Baja Ringan ke Australia. Menurutnya, ekspor ini membuktikan bahwa kebijakan hilirisasi mulai menunjukkan hasil. “Kami terus mendorong industri baja untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri dan menembus pasar ekspor yang lebih luas,” ujarnya.

Analis industri baja menilai bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari strategi perusahaan dalam menjaga kualitas produk dan efisiensi produksi. Baja ringan yang diekspor ke Australia harus memenuhi standar internasional yang ketat, termasuk ketahanan terhadap korosi dan kekuatan struktur. Hal ini menjadi bukti bahwa produk Indonesia mampu bersaing dengan produk dari negara maju.

Selain itu, lokasi pabrik di Kawasan Industri Kendal memberikan keuntungan logistik karena dekat dengan pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Hal ini memudahkan proses pengiriman ke Australia dan menekan biaya transportasi. Ke depan, perusahaan berencana meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan ekspor yang terus meningkat.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga aktif membuka akses pasar baru melalui perjanjian dagang bilateral dan multilateral. Dengan demikian, PT Auri Steel Metalindo Ekspor 60 Ribu Baja Ringan ke Australia dapat menjadi pintu masuk bagi produk baja Indonesia lainnya ke pasar global.

Dampak positif dari ekspor ini juga dirasakan oleh tenaga kerja lokal. Perusahaan menyerap ratusan pekerja dari sekitar Kendal dan sekitarnya. Peningkatan produksi akan berimbas pada penciptaan lapangan kerja baru dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Meskipun demikian, tantangan ke depan masih berat. Kebijakan CBAM Uni Eropa misalnya, akan memberlakukan pajak karbon bagi produk impor yang tidak ramah lingkungan. Industri baja nasional perlu berinvestasi pada teknologi ramah lingkungan untuk tetap kompetitif. Selain itu, produk impor murah dari negara lain masih menjadi ancaman bagi pasar domestik.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan pelaku industri sangat diperlukan. Dukungan berupa insentif fiskal, kemudahan perizinan, dan penguatan riset teknologi menjadi kunci. PT Auri Steel Metalindo Ekspor 60 Ribu Baja Ringan ke Australia adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras dan strategi tepat, industri baja Indonesia mampu mendunia.

Kesimpulannya, ekspor perdana PT Auri Steel Metalindo ke Australia merupakan pencapaian strategis yang patut diapresiasi. Langkah ini tidak hanya meningkatkan devisa negara tetapi juga mengangkat citra industri manufaktur Indonesia di kancah internasional. Dengan terus mendorong hilirisasi dan efisiensi, target ekspor baja nasional sebesar US$28 miliar pada 2025 bukanlah hal yang mustahil. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk berani menembus pasar global.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak