Tekan Biaya Produksi, DKP Kukar Buka Peluang Investasi Pabrik Pakan Ikan

Foto: Istimewa

Tekan Biaya Produksi, DKP Kukar Buka Peluang Investasi Pabrik Pakan Ikan

Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Upaya menekan biaya produksi bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menjadi perhatian serius. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar secara resmi membuka peluang investasi pabrik pakan ikan guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Langkah ini sejalan dengan misi Tekan Biaya Produksi DKP Kukar Buka Peluang Investasi Pabrik Pakan Ikan yang digagas untuk mendongkrak kesejahteraan pembudidaya lokal.

Kepala DKP Kukar, Muslik, mengungkapkan bahwa kajian terkait pengembangan pabrik pakan ikan telah rampung disusun. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar untuk menyiapkan profil investasi yang siap ditawarkan kepada calon investor. “Harapannya memang kita mendorong ke arah sana. Kajian terkait hal itu juga sudah dibuat. DPMPTSP juga sudah membuat profil investasi untuk ditawarkan kepada investor,” ujar Muslik saat ditemui di kantornya di Tenggarong, Kamis (15/10/2026).

Profil investasi tersebut memuat sejumlah informasi penting, mulai dari gambaran lokasi pengembangan, prospek usaha, hingga data pendukung lain yang dibutuhkan investor. Menurut Muslik, selain industri pakan ikan, potensi lain seperti budidaya rumput laut juga turut dimasukkan dalam profil investasi daerah. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengembangkan sektor perikanan secara menyeluruh.

Persoalan pakan menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan struktur biaya produksi pembudidaya. Saat ini, sebagian besar pakan ikan yang digunakan di Kukar masih dipasok dari pabrik di luar Kalimantan Timur, terutama dari Pulau Jawa. Kondisi ini membuat harga pakan relatif mahal dan berdampak pada tingginya biaya operasional. “Contohnya saja, ikan nila yang dijual di bawah Rp30.000 per kilogram sulit memberikan keuntungan bagi pembudidaya. Hal serupa juga terjadi pada ikan lele yang harga jualnya berada di bawah kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram,” jelas Muslik.

Ia menambahkan bahwa sejumlah produsen pakan nasional, termasuk perusahaan asing yang memiliki fasilitas produksi di dalam negeri, telah beroperasi di Indonesia. Namun, kehadiran pabrik pakan di Kukar diyakini dapat memangkas rantai distribusi dan menurunkan harga pakan di tingkat pembudidaya. Dengan demikian, Tekan Biaya Produksi DKP Kukar Buka Peluang Investasi Pabrik Pakan Ikan menjadi solusi strategis untuk menjaga keberlanjutan usaha budidaya.

Lebih lanjut, Muslik menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengembangan pabrik pakan, tetapi juga mendorong diversifikasi usaha perikanan. Rumput laut, misalnya, memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat menjadi alternatif pendapatan bagi masyarakat pesisir. “Dengan adanya kajian dan profil investasi, peluang pengembangan industri pakan ikan di Kukar diharapkan dapat ditawarkan kepada investor yang berminat mengembangkan usaha di sektor perikanan daerah,” tandasnya.

Investasi pabrik pakan ikan di Kukar diproyeksikan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Selain menciptakan lapangan kerja baru, keberadaan pabrik juga akan meningkatkan permintaan bahan baku lokal seperti jagung, dedak, dan tepung ikan. Hal ini tentu akan menggerakkan sektor pertanian dan perikanan secara simultan. Tekan Biaya Produksi DKP Kukar Buka Peluang Investasi Pabrik Pakan Ikan juga menjadi daya tarik bagi investor karena pasar yang jelas dan dukungan regulasi dari pemerintah daerah.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Pembudidaya berharap agar pabrik pakan yang nantinya berdiri dapat menjual produk dengan harga kompetitif dan kualitas bersaing dengan pakan impor. Pemerintah daerah diminta konsisten memfasilitasi kemitraan antara investor dan pembudidaya, sehingga manfaat investasi dapat dirasakan secara merata. Sosialisasi mengenai profil investasi juga perlu gencar dilakukan agar target realisasi investasi tercapai.

Dengan langkah ini, Kukar berpotensi menjadi pusat produksi pakan ikan di Kalimantan Timur. Keberadaan pabrik pakan diharapkan mampu menurunkan biaya produksi hingga 20-30 persen, sehingga margin keuntungan pembudidaya meningkat. Pada akhirnya, Tekan Biaya Produksi DKP Kukar Buka Peluang Investasi Pabrik Pakan Ikan bukan sekadar wacana, melainkan ikhtiar nyata menuju kesejahteraan pembudidaya dan ketahanan pangan daerah.