Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Balapan moto2 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 11 Oktober 2026 menyajikan drama besar sejak menit pertama. Kecelakaan massal di tikungan pembuka memaksa Race Direction mengibarkan bendera merah dan memangkas durasi balapan menjadi 14 putaran. Momen start ulang dimanfaatkan dengan baik oleh Izan Guevara, pembalap asal Spanyol yang sukses keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu total 21 menit 44,433 detik dan membawa pulang 25 poin penuh.
Manuel Gonzalez menyusul di urutan kedua dengan selisih waktu +3,570 detik di belakang sang juara. Hasil impresif ini memberikan tambahan 20 poin penting bagi Gonzalez setelah berjuang keras melewati rombongan tengah. Tepat di belakang Gonzalez, Daniel Holgado secara mengejutkan berhasil merebut podium ketiga dengan defisit waktu +4,497 detik. Keberhasilan mengamankan 16 poin ini terasa ajaib karena Holgado sebenarnya sempat ikut terjatuh dalam kecelakaan massal di awal laga.
Selesainya perebutan podium menyisakan persaingan ketat di barisan belakang yang dipimpin oleh Senna Agius di peringkat keempat. Agius yang bermain rapi tanpa celah sepanjang putaran sukses mengantongi 13 poin penting dari sirkuit kebanggaan Indonesia ini. Daniel Muñoz melengkapi barisan lima besar setelah menyelesaikan balapan melelahkan ini dengan defisit waktu +6,461 detik. Perjuangan keras Muñoz dalam mempertahankan motornya dari degradasi ban terbayar lunas dengan raihan 11 poin berharga. Nasib kurang beruntung justru dialami oleh Ivan Ortola yang harus puas menyudahi balapan di posisi keenam dengan selisih waktu +8,141 detik akibat masalah traksi roda belakang di lap-lap akhir, sehingga hanya bisa mengemas 10 poin.
Di balik hiruk-pikuk persaingan kelas moto2, sorotan juga tertuju pada masa depan salah satu pembalap muda Indonesia, Aldi Satya Mahendra. Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, menegaskan bahwa rider berusia 20 tahun itu ditargetkan menembus podium atau menjadi penantang juara di ajang World Supersport pada 2027. Menurutnya, target tersebut menjadi modal penting bagi Aldi untuk melangkah ke kelas moto2 dengan prestasi yang mumpuni.
“Tahun 2027 targetnya harus bisa jadi podium atau winner contender lah ya di World Supersport. Sehingga dari situ, jadi punya potensi besar sebagai Indonesian hero, masuk ke dalam moto2 tuh dengan prestasi langsung, ada di let’s say di top three,” ucap Wahyu di sela Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/2026).
Wahyu juga menyoroti perubahan konfigurasi mesin dari Moto3, Moto2, lalu MotoGP sebagai timing yang bagus. Ia menilai, dengan motor MotoGP yang hanya 850 cc, Aldi yang terbiasa dengan 900 cc sudah punya modal untuk naik kelas. “Tinggal bagaimana formulanya ataupun programnya yang bisa nanti step up lagi ke MotoGP,” lanjutnya.
Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, turut memuji Aldi sebagai pebalap yang terus berkembang dan menegaskan bahwa rider asal Bantul, DIY, itu merupakan sosok penting bagi Yamaha. “Dia adalah juara dunia pertama Indonesia. Kami telah mempromosikannya ke Supersport, yang memang dia layak dipromosikan. Saya suka dia terus berkembang, untuk menjadi lebih profesional dan menunjukkan kecepatan. Dan saya pikir dia masih muda,” papar Paolo.
Target menjadi penantang gelar juara dunia sejatinya bukan hal mustahil bagi Aldi. Pada 2024, ia pernah meraih predikat pebalap Indonesia pertama yang merengkuh titel juara dunia World Supersport 300 (WSSP 300). Sepanjang musim 2024, Aldi tampil konsisten dan beberapa kali menembus podium. Pada Race 2 WSSP 300 di Jerez, Aldi finis keenam, sedangkan pada Race 1 ia sukses mengamankan posisi ketiga. Atas hasil tersebut, poin Aldi tidak terkejar rival terdekatnya.
Darah balapan mengalir deras di nadi Aldi. Lahir di Bantul pada 27 Juni 2006, ia adalah adik pebalap binaan Yamaha, Galang Hendra Pratama. Ayahnya, Dicky Hestu, dan ibunya, Desy Prasanti, juga pernah terjun ke dunia kecepatan. Aldi digembleng ayahnya sejak kecil dan mulai mengikuti kejuaraan balap sejak 2015. Pada 2019, ia berpartisipasi dalam Asia Road Racing Championship (ARRC) dan mencatatkan diri sebagai juara 1 ARRC Round 4 Suzuka International Circuit, juara 3 ARRC Round 5 Zhuhai International Circuit, serta juara 3 ARRC Round 6 Sepang International Circuit. Pada 2023, Aldi mengikuti R3 bLU cRU European Championship dan keluar sebagai runner-up dengan total 177 poin, sementara juara disabet Emiliano Ercolani dengan 181 poin.
Untuk memahami konteks kelas balap Grand Prix, penting mengetahui spesifikasi teknis tiap kategori. MotoGP merupakan kelas tertinggi dengan motor prototipe empat silinder 1.000 cc yang telah menggantikan mesin dua tak 500 cc sejak 2002. Kelas moto2 diperkenalkan pada 2010 untuk menggantikan kelas 250 cc, dengan Honda sebagai pemasok mesin tunggal lewat CBR600RR 600 cc hingga digantikan Triumph pada 2019 dengan mesin tiga silinder 765 cc. Spesifikasi terbaru ini mencatatkan kecepatan maksimum 301,8 km per jam. Karena seluruh peserta memakai mesin yang sama, kemampuan pembalap dan pengembangan sasis menjadi penentu persaingan.
| Kelas | Kapasitas Mesin | Kecepatan Maksimum | Tahun Debut |
|---|---|---|---|
| Moto3 | 250 cc satu silinder | 245 km/jam | 2012 |
| Moto2 | 765 cc tiga silinder | 301,8 km/jam | 2010 |
| MotoGP | 1.000 cc empat silinder | Lebih dari 350 km/jam | 2002 |
Sementara itu, Moto3 diperkenalkan pada 2012 sebagai pengganti kelas 125 cc dan menandai berakhirnya era mesin dua tak di Grand Prix. Mesinnya berjenis empat tak satu silinder berkapasitas maksimal 250 cc dengan bore 81 mm, putaran dibatasi 14.000 rpm, dan harga klaim maksimal 12.000 euro demi menekan biaya. Kecepatan maksimumnya tercatat 245 km per jam.
Ketatnya persaingan di kelas moto2 terlihat dari sejarah satu dekade pertama. Toni Elías tercatat sebagai juara dunia pertama Moto2 pada 2010, dan hanya Johann Zarco yang berhasil mempertahankan gelar. Hal ini menegaskan bahwa kelas menengah ini menjadi ajang pembuktian kemampuan pembalap sebelum melangkah ke MotoGP.
Dengan kombinasi drama balapan di Mandalika, konsistensi Izan Guevara di puncak klasemen, serta proyeksi Aldi Satya Mahendra, peta persaingan moto2 dan jalur pembinaan pembalap Indonesia semakin menarik untuk diikuti. Balapan Moto2 Deutschland GP 2027 yang akan datang juga menjadi penanda bahwa kompetisi kelas ini terus bergulir dengan regulasi dan persaingan yang semakin matang.

