Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Pengalaman menggambar dapat menjadi kenang-kenangan keluarga ketika karya anak diabadikan dalam bentuk yang lebih personal. Pendekatan inilah yang diterapkan dalam Workshop Menggambar Aroma Papoom Ajak Anak Ekspresikan Imajinasi yang berlangsung di Wuffyspace Malang pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan cara baru bagi anak-anak untuk menuangkan gagasan, perasaan, dan daya khayal mereka melalui media gambar yang berangkat dari rangsangan aroma.
Dalam workshop tersebut, anak-anak diajak mengubah kesan dari aroma yang mereka cium menjadi gambar. Setiap peserta diberikan kesempatan mencium sejumlah aroma, lalu menerjemahkan sensasi yang muncul ke atas kertas melalui bentuk, garis, dan warna. Hasilnya kemudian dipindai, dimasukkan ke dalam bingkai digital, dan dicetak agar dapat disimpan bersama orang tua sebagai kenang-kenangan keluarga.
Menerjemahkan Aroma Menjadi Karya Visual
Konsep menggambar aroma menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Anak-anak tidak diminta meniru objek tertentu, melainkan membebaskan diri mengekspresikan apa yang mereka rasakan setelah mencium aroma. Proses ini membuka ruang bagi mereka untuk menyampaikan gagasan melalui bentuk dan warna, sekaligus mengembangkan imajinasi berdasarkan cara masing-masing memahami lingkungan.
Pendekatan semacam ini dinilai penting karena memberi anak pengalaman belajar yang menyenangkan. Mereka tidak hanya menghasilkan gambar, tetapi juga belajar mengenali emosi, mengasah kepekaan indera, dan membangun kepercayaan diri saat menjelaskan hasil karyanya kepada orang lain.
Kebebasan berkreasi menjadi bagian penting dalam pengalaman tersebut. Ketika menentukan warna, membuat objek, dan menjelaskan hasil gambarnya, anak berkesempatan mengambil keputusan sendiri sekaligus mengeksplorasi ide yang muncul dalam pikiran mereka. Orang tua yang mendampingi pun dapat melihat sisi lain dari cara anak memandang dunia.
Rangkaian Kegiatan Workshop
Secara umum, alur kegiatan dalam Workshop Menggambar Aroma Papoom Ajak Anak Ekspresikan Imajinasi dapat digambarkan sebagai berikut:
- Peserta dikenalkan pada berbagai pilihan aroma sebagai sumber inspirasi.
- Anak mencium aroma dan mencatat kesan yang muncul di benak mereka.
- Kesan tersebut dituangkan menjadi gambar dengan warna dan bentuk bebas.
- Karya anak dipindai dan dimasukkan ke dalam bingkai digital.
- Hasil cetak diserahkan kepada orang tua sebagai kenang-kenangan.
Melalui tahapan itu, workshop tidak sekadar menjadi ajang bermain, tetapi juga sarana belajar yang menyeluruh. Anak berlatih mengamati, merasakan, memutuskan, dan mengomunikasikan ide dalam satu rangkaian aktivitas yang utuh.
Nilai Edukasi dan Kedekatan Keluarga
Kegiatan seperti ini menawarkan nilai edukasi yang kuat. Menggambar membantu anak mengasah motorik halus, melatih konsentrasi, dan memperkaya kosakata saat mereka menceritakan makna di balik gambar. Selain itu, momen berbagi bersama orang tua memperkuat ikatan keluarga karena karya anak tidak berhenti sebagai tugas, melainkan menjadi kenangan yang dirawat bersama.
Workshop Menggambar Aroma Papoom Ajak Anak Ekspresikan Imajinasi juga menunjukkan bahwa rangsangan sederhana seperti aroma dapat menjadi pintu masuk bagi kreativitas. Anak diajak peka terhadap lingkungan sekitar, lalu mengolah kesan itu menjadi sesuatu yang personal dan bermakna.
Bagi penyelenggara, kegiatan ini menjadi contoh bagaimana ruang publik seperti Wuffyspace Malang dapat difungsikan sebagai tempat belajar yang ramah anak. Kombinasi antara seni, indera penciuman, dan teknologi digital sederhana menciptakan pengalaman yang jarang ditemui dalam kegiatan menggambar konvensional.
Harapan Ke Depan
Keberhasilan acara ini diharapkan mendorong lebih banyak kegiatan serupa di kota-kota lain. Orang tua pun dapat meniru pendekatan ini di rumah dengan mengajak anak menggambar berdasarkan aroma atau suara yang mereka temui sehari-hari. Dengan begitu, kreativitas anak terus terpelihara tanpa harus selalu bergantung pada alat atau bahan yang mahal.
Pada akhirnya, Workshop Menggambar Aroma Papoom Ajak Anak Ekspresikan Imajinasi menegaskan bahwa imajinasi anak perlu diberi ruang. Ketika anak bebas berkarya, mereka belajar mengenal diri sendiri, menghargai proses, dan menyimpan kenangan indah bersama keluarga. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa belajar dan bermain dapat berjalan seiring dalam satu pengalaman yang menyenangkan.
Penulis: Sukardi
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: Suara Landak

