Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Insiden yang menimpa Enam Relawan Pemadam Karhutla Dilarikan ke RSUD saat Bertugas Bupati Banjar Pastikan Pengobatan Gratis menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Peristiwa itu terjadi pada Jumat sore ketika para relawan tengah berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Keenam petugas tersebut mengalami gangguan pernapasan hingga ada yang pingsan akibat paparan asap tebal di lokasi kebakaran.
Mendengar kabar tersebut, Bupati Banjar H Saidi Mansyur langsung bergegas menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ratu Zalecha, Martapura. Kedatangannya bukan sekadar untuk melihat kondisi para relawan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh proses pengobatan yang mereka terima tidak dipungut biaya alias digratiskan oleh pemerintah daerah.
Dalam kunjungan itu, Saidi Mansyur didampingi sejumlah pejabat terkait, antara lain Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar Wasis Nugraha, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Agus Siswanto, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar Faisal. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moril bagi para petugas yang masih menjalani perawatan.
Lima Relawan BUSER dan Satu Personel BPBD
Berdasarkan informasi yang dihimpun, enam petugas yang dilarikan ke rumah sakit terdiri atas lima relawan Bumi Selamat Rescue (BUSER 690), yaitu Hasanudin, M Hasan, M Rizky, Aditya, dan Yosi Rahman. Satu orang lainnya adalah Aulia Rizky dari BPBD Kabupaten Banjar. Mereka mengalami sesak napas dan kelelahan ekstrem setelah berjam-jam berjibaku memadamkan api di lokasi yang berada dekat dengan permukiman warga.
Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan kawasan permukiman membuat upaya pemadaman harus dilakukan secepat mungkin. Tujuannya tak lain untuk mencegah api meluas dan mengancam keselamatan masyarakat sekitar. Kondisi medan yang berat serta kepulan asap yang pekat menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan.
Kasus Enam Relawan Pemadam Karhutla Dilarikan ke RSUD saat Bertugas Bupati Banjar Pastikan Pengobatan Gratis ini menjadi pengingat bahwa risiko kesehatan para petugas garis depan tidak bisa diabaikan. Paparan asap berkepanjangan dapat memicu gangguan pernapasan serius, terutama bagi mereka yang bertugas tanpa perlindungan memadai.
Apresiasi dan Pesan Keselamatan
Bupati Banjar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan dan petugas yang telah berjuang memadamkan api. Menurutnya, keterlibatan mereka sangat berarti dalam upaya melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman karhutla yang kerap melanda wilayah tersebut.
Meski begitu, Saidi Mansyur menekankan pentingnya keselamatan diri. Ia mengingatkan agar para petugas tidak memaksakan diri ketika kondisi fisik sudah tidak memungkinkan. Perlengkapan alat pelindung diri (APD) juga harus menjadi perhatian utama saat bertugas di lapangan.
“Semangat dan kepedulian para relawan patut kita apresiasi. Namun, keselamatan diri juga harus menjadi perhatian utama. Jangan memaksakan diri apabila kondisi fisik sudah tidak memungkinkan,” pesan dia.
Ia juga menekankan bahwa pemadaman karhutla harus memperhatikan kondisi fisik petugas, paparan asap, serta berbagai risiko lain yang dapat mengganggu kesehatan. Apabila mengalami kelelahan atau gangguan pernapasan, petugas diharapkan segera menghentikan aktivitas dan mencari pertolongan medis.
Komitmen pemerintah daerah dalam menangani kesehatan para relawan menjadi sorotan dalam peristiwa Enam Relawan Pemadam Karhutla Dilarikan ke RSUD saat Bertugas Bupati Banjar Pastikan Pengobatan Gratis ini. Saidi menegaskan bahwa kesehatan para petugas merupakan hal penting yang harus dijamin oleh negara.
“Kita berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi. Namun, komitmen pemerintah daerah ketika terjadi hal seperti ini, khususnya dalam penanganan kesehatan, tentu akan digratiskan, karena kesehatan juga merupakan hal yang penting bagi mereka,” tegasnya.
Daftar Petugas yang Mendapat Penanganan Medis
| No | Nama | Asal Instansi |
|---|---|---|
| 1 | Hasanudin | Relawan BUSER 690 |
| 2 | M Hasan | Relawan BUSER 690 |
| 3 | M Rizky | Relawan BUSER 690 |
| 4 | Aditya | Relawan BUSER 690 |
| 5 | Yosi Rahman | Relawan BUSER 690 |
| 6 | Aulia Rizky | BPBD Kabupaten Banjar |
Peristiwa Enam Relawan Pemadam Karhutla Dilarikan ke RSUD saat Bertugas Bupati Banjar Pastikan Pengobatan Gratis menunjukkan bahwa penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga melindungi mereka yang berada di garis depan. Keselamatan petugas dan relawan merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari upaya penanganan bencana secara keseluruhan.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, dinas pemadam kebakaran, serta kelompok relawan diharapkan semakin kuat. Edukasi mengenai keselamatan kerja, penggunaan APD, dan prosedur evakuasi mandiri saat kondisi fisik menurun perlu terus digalakkan. Dengan begitu, upaya perlindungan masyarakat dan lingkungan dapat berjalan seiring dengan jaminan keselamatan bagi para petugas.
Pemerintah Kabupaten Banjar melalui langkah cepat Bupati Saidi Mansyur telah memberikan contoh nyata bahwa perhatian terhadap relawan bukan sekadar retorika. Jaminan pengobatan gratis menjadi bentuk tanggung jawab moral negara terhadap warga yang telah mengorbankan tenaga dan waktunya demi kepentingan bersama. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperlakukan para petugas karhutla dengan layak dan manusiawi.

