Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Nama Lewis Koumas tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar Liverpool setelah penampilan gemilangnya di ajang Liga Champions. Penyerang muda berusia 21 tahun itu sukses mencuri perhatian ketika mencetak satu gol dan satu assist dalam kemenangan dramatis 6-3 atas LASK di Raiffeisen Arena, Linz, Austria, pada pertengahan pekan lalu. Catatan tersebut membuat Lewis Koumas tercatat sebagai pemain termuda kedua dalam sejarah Liverpool yang mampu mencetak gol sekaligus assist dalam satu laga Liga Champions, menyamai torehan legenda klub Steven Gerrard yang melakukannya pada 2001 silam.
Prestasi itu sontak membuat Lewis Koumas terkejut sekaligus bangga. Ia mengaku tak menyangka bisa berdiri sejajar dengan nama besar seperti Gerrard. “Apakah itu resmi? Itu statistik yang tidak buruk, bukan? Dan tidak buruk pula berada di samping nama seperti itu. Sungguh legenda. Saya hanya ingin lebih banyak momen seperti ini,” ujarnya dengan antusias.
Meski begitu, putra dari mantan pemain internasional Wales Jason Koumas ini menegaskan bahwa torehan tersebut bukanlah tujuan akhir. Baginya, mencetak gol dan memberikan assist adalah kewajiban seorang penyerang. Sebelum laga melawan LASK, ia memang belum sekalipun mencatatkan namanya di papan skor maupun daftar assist selama enam penampilan bersama tim utama. Karena itu, momen di Linz menjadi sangat penting bagi perkembangan kariernya.
“Ini adalah pekerjaan saya. Saya perlu mencetak gol dan assist. Sebelum Linz saya belum punya catatan itu, jadi sangat penting untuk mendapatkannya. Itu mungkin perasaan terbaik dalam karier saya, seratus persen. Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Berada di dekat para penggemar di akhir pertandingan berarti segalanya. Merekalah alasan kami bermain,” tambah Lewis Koumas.
Perjalanan Lewis Koumas menuju tim utama Liverpool memang bukan jalan yang mulus. Ia telah berada di klub sejak usia 11 tahun dan mencetak gol pada debut bersama tim senior pada usia 18 tahun di era kepemimpinan Jurgen Klopp. Namun, ia sempat dipinjamkan ke sejumlah klub Championship seperti Stoke, Birmingham, dan Hull. Bersama Hull, ia turut membantu klub tersebut meraih promosi pada musim lalu. Kini, di bawah asuhan pelatih baru Andoni Iraola, ia kembali mendapat kepercayaan.
Kepercayaan itu datang berkat absennya sejumlah penyerang utama seperti Alexander Isak, Cody Gakpo, dan Hugo Ekitike karena cedera. Lewis Koumas pun memanfaatkan peluang tersebut dengan tampil sebagai starter dalam dua laga beruntun, termasuk debutnya di Premier League melawan Manchester City. Pada laga melawan City, ia hampir mencetak gol pembuka, namun tembakannya berhasil dihentikan kiper Gianluigi Donnarumma.
“Saya tidak bisa tidur pada hari Minggu. Saya memikirkan peluang itu sepanjang malam. Saya rasa dalam kondisi normal bola itu akan masuk. Saya tahu pemain lain akan kembali, kita tidak pernah tahu kapan pertandingan terakhir kita, jadi saya harus terus memberikan yang terbaik di setiap kesempatan,” ungkapnya.
Gaya bermain Lewis Koumas yang penuh energi, cepat, dan agresif dalam menekan lawan membuatnya cepat disukai publik Anfield. Ia tumbuh sebagai penggemar Liverpool, sehingga semangat dari tribun penonton ia bawa langsung ke atas lapangan. Iraola bahkan menyebut gaya bermainnya sebagai sesuatu yang “menular” bagi rekan-rekannya.
Fenomena ini menjadi bagian dari gelombang kepercayaan terhadap talenta akademi Liverpool. Selain Lewis Koumas, nama-nama muda seperti Trey Nyoni dan Rio Ngumoha juga mulai mendapat tempat di skuad utama. Nyoni, gelandang 19 tahun, bahkan berpeluang menjalani start pertamanya di Premier League saat Liverpool bertandang ke markas Brentford, menyusul hukuman larangan bermain Ryan Gravenberch dan kondisi Dominik Szoboszlai yang masih diragukan.
Dengan kondisi Isak dan Gakpo yang masih belum pasti pulih, Lewis Koumas berpeluang besar kembali memimpin lini depan Liverpool saat melawan Brentford pada akhir pekan ini. Momentum kebangkitan para pemain muda ini menjadi sinyal positif bagi masa depan klub, sekaligus bukti bahwa akademi Liverpool terus melahirkan talenta berkualitas yang siap bersaing di level tertinggi.
Bagi Liverpool, kehadiran sosok seperti Lewis Koumas menjadi jawaban atas kekhawatiran akan minimnya pemain binaan sendiri di tim utama. Dengan kerja keras, ketenangan, dan semangat yang ia tunjukkan, penyerang muda ini berpotensi menjadi idola baru di Anfield. Jika ia mampu menjaga konsistensi dan terus menyumbang gol serta assist, bukan tidak mungkin namanya akan dikenang seperti para legenda yang pernah membela klub kebanggaan Merseyside tersebut.

