BPBD Kapuas Salurkan Air Bersih ke Warga Desa Sei Asam, 10.000 Liter untuk Dua Titik Krisis

Foto: Istimewa

BPBD Kapuas Salurkan Air Bersih ke Warga Desa Sei Asam, 10.000 Liter untuk Dua Titik Krisis

Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | KUALA KAPUAS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas bergerak cepat merespons kekeringan yang melanda sejumlah kawasan permukiman. Pada Sabtu siang, BPBD Kapuas Salurkan Air Bersih ke Warga Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir, sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air akibat musim kemarau panjang.

Penyaluran bantuan tersebut tidak dilakukan di satu lokasi saja. Tim BPBD membagi distribusi ke dua titik yang dinilai paling terdampak, yakni Saka Pinang dan Basirih. Masing-masing lokasi menerima pasokan 5.000 liter air bersih yang diangkut menggunakan satu unit mobil tangki milik BPBD Kabupaten Kapuas, sehingga total air yang disalurkan mencapai 10.000 liter dalam sehari.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S Pandiangan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons langsung terhadap keluhan warga yang sumber airnya mulai mengering. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, hingga menjaga kebersihan.

“Pendistribusian air bersih ini merupakan bentuk respons BPBD terhadap warga yang terdampak kekeringan. Kondisi sumber mata air yang mengering menyebabkan kebutuhan air bersih masyarakat perlu mendapatkan perhatian,” kata Pangeran S Pandiangan di sela-sela proses penyaluran bantuan.

Distribusi Langsung ke Titik Terdampak

Pangeran menjelaskan, pola distribusi yang dipilih adalah pengiriman langsung ke wilayah terdampak. Tujuannya agar warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk memperoleh air, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Setiap tangki yang dikerahkan dipastikan tiba di lokasi yang benar-benar membutuhkan.

“Air bersih yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Penyaluran dilakukan langsung ke lokasi yang membutuhkan agar masyarakat mendapatkan akses air bersih,” jelas Kalak BPBD Kapuas.

Dalam pelaksanaannya, tim BPBD berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat setempat untuk memastikan pembagian air berjalan tertib. Warga menerima air melalui wadah masing-masing dengan pengawasan petugas, sehingga pasokan yang tersedia dapat terdistribusi secara merata dan tidak menimbulkan kerumunan.

Langkah BPBD Kapuas Salurkan Air Bersih ke Warga Desa Sei Asam ini juga menjadi penanda bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan bencana besar, tetapi turut hadir dalam persoalan krisis air yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat pedesaan.

Kekeringan dan Ancaman Krisis Air Bersih

Kekeringan yang berkepanjangan berdampak serius pada ketersediaan air di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas. Sumur warga dan sumber mata air yang menjadi tumpuan sehari-hari mulai menyusut, bahkan sebagian dilaporkan mengering total. Kondisi ini memaksa warga mencari air ke tempat lain dengan jarak yang cukup jauh.

Pemerintah Kabupaten Kapuas menyatakan akan terus melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan air. Bantuan tersebut ditujukan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.

“Kami akan terus memperhatikan kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan air bersih ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan warga yang sumber airnya terdampak akibat kekeringan,” tuturnya.

Selain distribusi air, BPBD Kabupaten Kapuas juga mengimbau warga untuk bijak menggunakan air bersih di tengah kondisi sulit. Penghematan dinilai penting agar pasokan yang tersedia dapat bertahan lebih lama, terutama jika kemarau masih berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Keberhasilan penyaluran bantuan air bersih ini tidak terlepas dari sinergi antara BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta relawan di lapangan. Koordinasi yang cepat memungkinkan pendataan titik terdampak dilakukan secara akurat, sehingga bantuan tidak salah sasaran.

Pemerintah desa setempat menyambut baik bantuan tersebut. Warga Desa Sei Asam mengaku terbantu karena air bersih menjadi kebutuhan yang paling sulit dipenuhi saat musim kemarau. Bantuan tangki air dinilai meringankan beban, khususnya bagi keluarga yang tidak memiliki akses ke sumber air alternatif.

Meski demikian, bantuan air bersih bersifat sementara. Dibutuhkan solusi jangka panjang, seperti pembangunan penampungan air, sumur bor, atau sistem penyediaan air bersih yang lebih permanen, agar warga tidak selalu bergantung pada distribusi tangki setiap kali kemarau datang.

Upaya BPBD Kapuas Salurkan Air Bersih ke Warga Desa Sei Asam menjadi contoh bagaimana respons cepat pemerintah daerah dapat meringankan dampak bencana hidrometeorologi. Ke depan, kolaborasi lintas instansi diharapkan semakin kuat, baik dalam mitigasi maupun penanganan darurat.

Dengan terus berjalannya distribusi air bersih ke titik-titik krisis, pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih selama masa kekeringan. Langkah BPBD Kapuas Salurkan Air Bersih ke Warga Desa Sei Asam pun diharapkan menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin tidak menentu.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Kanal Kalimantan