Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Beşiktaş kembali menjadi sorotan utama di panggung sepak bola Eropa. Dalam lanjutan UEFA Europa League, klub raksasa Turki tersebut sukses menaklukkan Hoffenheim dengan skor 3-2 di kandang lawan, sebuah hasil yang tidak hanya mengokohkan posisi mereka di klasemen, tetapi juga memicu gelombang pujian dari media internasional. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Beşiktaş di bawah asuhan pelatih anyar Vincenzo Italiano tengah menjelma menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di kompetisi antarklub Eropa.
Laga melawan Hoffenheim sendiri berlangsung sengit. Meski bermain di Jerman, Beşiktaş tampil percaya diri dan mendominasi jalannya pertandingan. Dua gol dari Hyeon-gyu Oh serta satu gol dari Amir Murillo memastikan kemenangan penting bagi tim tamu. Penampilan impresif Oh, yang menggantikan peran Dusan Vlahovic yang absen karena cedera, menjadi sorotan utama. Striker asal Korea Selatan itu tidak hanya mencetak dua gol, tetapi juga menyumbang satu assist dan memenangkan 9 dari 10 duel udara, menunjukkan kontribusi all-around yang luar biasa.
Media internasional pun tidak tinggal diam. Frankfurter Allgemeine Zeitung menyoroti bagaimana Beşiktaş bermain seperti di kandang sendiri berkat dukungan suporter yang membludak. Sementara itu, Sport1 menyebut Hoffenheim semakin terpuruk, dan Bild menyebut kekalahan ini sebagai awal yang buruk bagi tim tuan rumah. Dari Prancis, So Foot memuji Beşiktaş yang terus mendominasi lawan-lawannya, sedangkan Daily Mirror di Inggris mengangkat performa Oh sebagai bintang pertandingan. Bahkan media Panama, MiDiario, memberikan pujian kepada Murillo yang disebut tampil krusial di saat tim membutuhkan.
Di balik kesuksesan ini, nama Vincenzo Italiano mencuat sebagai arsitek utama kebangkitan Beşiktaş. Pelatih asal Italia itu mencatatkan rekor impresif dengan meraih tujuh kemenangan dari delapan laga Eropa bersama Beşiktaş. Ia menjadi pelatih ketiga dalam sejarah klub yang mampu memenangkan dua pertandingan pertama di fase grup/liga kompetisi Eropa, menyamai pencapaian Bernd Schuster pada 2010. Bahkan, legenda Jerman Lothar Matthaus memuji Italiano karena telah membangun tim yang solid dan menghibur. “Beşiktaş bermain dengan sangat baik, dua gol kontra mereka benar-benar pelajaran berharga,” ujarnya.
Sayangnya, di tengah euforia kemenangan, Beşiktaş harus menerima kabar buruk terkait kondisi Orkun Kökçü. Gelandang andalan mereka mengalami cedera saat melawan Hoffenheim setelah tumbukan keras yang menyebabkan kerusakan pada telapak kaki. Berdasarkan hasil MRI, Orkun didiagnosis mengalami robekan parsial pada plantar fascia dan pemisahan traumatis pada bantalan lemak tumit kanan. Tim medis Beşiktaş telah memulai proses pengobatan, namun durasi pemulihan belum dapat dipastikan. Kehilangan Orkun tentu menjadi pukulan bagi Beşiktaş yang tengah dalam performa terbaik.
Meski demikian, semangat skuad Beşiktaş tidak surut. Kemenangan atas Hoffenheim menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga selanjutnya, baik di kancah domestik maupun Eropa. Dengan strategi yang diterapkan Italiano, Beşiktaş optimis dapat melanjutkan tren positif dan mencapai target lolos ke babak gugur. Dukungan suporter yang fanatik juga menjadi energi tambahan bagi para pemain di setiap pertandingan.
Sebagai kesimpulan, kemenangan Beşiktaş atas Hoffenheim bukan sekadar tiga poin, melainkan sebuah pernyataan bahwa klub asal Istanbul ini siap bersaing di level tertinggi Eropa. Performa gemilang Hyeon-gyu Oh dan Amir Murillo, kecerdikan taktik Vincenzo Italiano, serta mentalitas juara yang ditunjukkan para pemain menjadi fondasi kuat bagi Beşiktaş untuk terus melangkah jauh di Europa League musim ini. Meski dihantui cedera Orkun Kökçü, Beşiktaş membuktikan bahwa mereka adalah tim yang patut diperhitungkan.

