Survei SMRC: Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo Subianto dalam Elektabilitas Capres 2026
Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Hasil Survei SMRC Tempatkan Dedi Mulyadi di Atas Prabowo menjadi sorotan publik setelah lembaga Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis temuan terbaru pada Sabtu (17/10/2026). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berhasil memimpin perolehan elektabilitas calon presiden nasional, mengungguli sejumlah nama besar termasuk Presiden petahana Prabowo Subianto. Survei SMRC Tempatkan Dedi Mulyadi di Atas Prabowo ini didasarkan pada pengumpulan data yang dilakukan pada 1–10 Oktober 2026, dengan simulasi semi-terbuka terhadap 24 tokoh potensial.
Dalam simulasi tersebut, Dedi Mulyadi memperoleh dukungan sebesar 35,5 persen. Angka ini jauh melampaui Anies Baswedan yang meraih 10,3 persen dan Prabowo Subianto dengan 9,8 persen. Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di bawah Prabowo dengan elektabilitas 8,4 persen. Temuan Survei SMRC Tempatkan Dedi Mulyadi di Atas Prabowo ini menunjukkan peta kekuatan politik yang signifikan menjelang kontestasi nasional mendatang.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menjelaskan bahwa survei tersebut mengukur dukungan terhadap sejumlah tokoh yang berpotensi menjadi calon presiden, termasuk kekuatan elektoral Prabowo sebagai presiden petahana. Menurutnya, hasil ini mencerminkan dinamika preferensi publik yang terus berkembang. “Kami melihat adanya pergeseran dukungan yang cukup menarik, di mana figur dari daerah seperti Dedi Mulyadi mampu menempati posisi teratas,” ujar Deni dalam paparan hasil survei.
Rincian Elektabilitas Tokoh Nasional
Berikut adalah data elektabilitas sejumlah tokoh berdasarkan simulasi semi-terbuka SMRC:
| Nama Tokoh | Elektabilitas (%) |
|---|---|
| Dedi Mulyadi | 35,5 |
| Anies Baswedan | 10,3 |
| Prabowo Subianto | 9,8 |
| Gibran Rakabuming Raka | 8,4 |
Data di atas menunjukkan bahwa Dedi Mulyadi memiliki basis dukungan yang cukup solid, terutama jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh nasional lainnya. Meski demikian, SMRC menegaskan bahwa survei ini merupakan potret awal dan masih dapat berubah seiring dinamika politik yang terjadi.
Faktor Pendorong Elektabilitas Dedi Mulyadi
Kenaikan elektabilitas Dedi Mulyadi tidak lepas dari berbagai faktor. Sebagai Gubernur Jawa Barat, ia dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang merakyat dan sering turun langsung ke lapangan. Program-program populis serta komunikasi politik yang efektif dinilai berhasil menarik simpati masyarakat. Selain itu, rekam jejaknya sebagai mantan Bupati Purwakarta selama dua periode juga menjadi modal politik yang kuat.
Pengamat politik menilai bahwa fenomena ini mencerminkan keinginan publik akan sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat dan mampu memberikan solusi konkret terhadap permasalahan sehari-hari. Survei SMRC Tempatkan Dedi Mulyadi di Atas Prabowo juga menjadi sinyal bahwa elektabilitas petahana tidak selalu linear dengan posisi jabatan yang dipegang.
Respons Publik dan Dinamika Politik Nasional
Hasil Survei SMRC Tempatkan Dedi Mulyadi di Atas Prabowo memicu beragam reaksi dari berbagai kalangan. Sejumlah partai politik mulai mengkaji ulang strategi mereka, terutama dalam menentukan calon yang akan diusung pada pemilihan presiden mendatang. Di sisi lain, pendukung Prabowo menilai bahwa survei ini belum menggambarkan kekuatan riil karena masih banyak variabel lain yang dapat memengaruhi elektabilitas, seperti mesin partai dan sumber daya kampanye.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa temuan ini telah mencuri perhatian publik dan media. Banyak pihak menantikan langkah selanjutnya dari Dedi Mulyadi, apakah akan semakin serius menapaki jalur nasional atau tetap fokus pada tugasnya sebagai Gubernur Jawa Barat. SMRC sendiri berencana melakukan survei lanjutan untuk memantau perkembangan elektabilitas para tokoh.
Kesimpulan
Survei SMRC yang menempatkan Dedi Mulyadi di atas Prabowo Subianto menjadi cermin dinamika politik nasional yang semakin cair. Elektabilitas Dedi yang mencapai 35,5 persen menunjukkan bahwa figur dari daerah memiliki peluang besar untuk bersaing di panggung nasional. Meski demikian, hasil ini masih bersifat sementara dan sangat mungkin berubah menjelang pemilihan. Yang terpenting, publik berharap agar setiap tokoh yang muncul dapat menawarkan gagasan dan program yang membangun, bukan sekadar popularitas sesaat. Survei SMRC Tempatkan Dedi Mulyadi di Atas Prabowo setidaknya telah membuka diskusi baru tentang peta kekuatan politik ke depan.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: Suara Landak
